
Di kampus, Hanessa banyak menghabiskan waktunya diperpustakaan. Dia mengerjakan tugas-tugasnya disana. Prio datang menemuinya dan menemaninya mengerjakan tugas.
Kini Prio dan Hanessa sering ketemu. Merekapun menjadi teman akrab. Tapi, Prio sangat kecewa karena mengetahui bahwa Hanessa sudah punya pacar.
Namun bagi Prio, walaupun dia tidak bisa memacarinya tapi dia masih bisa dekat dengan Hanessa.
"Nessa, ke kantin dulu yuk." ajak Prio, yang sedari tadi menahan lapar karena nungguin Hanessa.
"Iya, bentar lagi ya." ujarnya sambil terus mengetik dikomputer. Perutnya juga sudah terasa lapar karena berangkat lebih awal di kampus sampai lupa sarapan. Selesai mengetik, Hanessa memasukan tugasnya di flashdisk yang berbentuk persegi empat berwarna biru.
"Yuk...!" gantian Hanessa yang mengajaknya. Karena melihat Prio yang lemas membaringkan kepalanya di meja komputer. Merekapun melangkah keluar.
"Di kantin mana?" tanya Prio.
"Dimana ajalah, yang penting bisa makan nasi. Laperrr..." jawab Hanessa sambil memegang perutnya. Baru mau mencari tempat duduk, mereka sudah melihat Asri dan Putri sedang makan. Akhirnya merekapun menuju kursi yang kosong di samping Asri dan Putri.
"Hei..." ucap Prio mengagetin mereka yang tengah makan mie rebus. Asri keseledek karena kaget. Prio langsung mengambil minumnya dan memberikannya pada Asri.
"Kuurusss...!!!" teriak Asri sambil melempar tisu bekas kearah Prio. Untung Prio mengelak sambil terkekeh-kekeh. Lalu beranjak pergi memesan makanan.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang. Asri dan Putri sudah selesai makan. Mereka sengaja meninggalkan Prio dan Hanessa makan berduaan.
"Duluan ya Nessa." Ujar Putri dan Asri bersamaan. Asri melambaikan tangannya ke Prio.
"Hei, tungguin." jawab Hanessa sambil memegang tangan Asri.
"Udah, nggak pa-pa. Nanti makananmu habis lagi kena mereka." sahut Prio sambil bercanda. Hanessa melepaskan pegangannya. Merekapun melanjutkan makanannya.
"Nessa, nanti pulang biar gue antar ya?" ucap Prio saat selesai makan. Hanessa khawatir takut ketahuan oleh ibu asramanya.
"Jangan Prio, terima kasih."
"Aku takut ketahuan sama ibu asramaku."
"Oh itu. Tenang, nanti gue antar nggak sampai asrama kok." ujar Prio
"Lagian kamu pulang sendiri, yang lain sudah pada pulang." lanjutnya prihatin.
"Ok dech." Jawab Hanessa pasrah.
__ADS_1
"Tapi jangan didepan asrama ya?" lanjutnya. Hanessa takut ibu asramanya salah paham. Karena mereka tidak boleh dekat dengan laki-laki takut terjadi sesuatu.
***
"Aku turun disini prio." ujar Hanessa.
"Kan masih jauh." ucap Prio sambil menatap Hanessa.
"Nggak pa-pa, sudah dekat kok." jawab Hanessa sambil turun dari motor. Dia berjalan agak pelan. Prio memperhatikannya sampai jauh. Lalu memutar balik motornya.
Hanessa sengaja cepat-cepat turun supaya dia bisa singgah ditempat telpon umum. Dia mencoba berkali-kali menghubungi nomor Kezra tapi tidak aktif. Hanessa kecewa. Hatinya sangat merindukan Kezra.
"Kezra dimana?" gumamnya dalam hati. Matanya berkaca-kaca sedih. Sudah berapa bulan mereka tidak pernah berkomunikasi lagi.
"Daaarrrr..." Putri ternyata dari belakang Hanessa. Dia sengaja nungguin Hanessa. Saat dia melihat Hanessa dari jauh, putri cepat-cepat sembunyi dibelakang tempat telpon umum. Hanessapun cepat-cepat mengelap airmatanya dengan tangan. Dan senyum ceria seperti biasanya kepada Putri.
"Cieee...diantar pulang." goda putri.
"Ssstttt...nanti didengar sama ibu." Ujar Hanessa sambil menutup mulut Putri. Putri langsung diam, tapi dia tersenyum sambil merangkul Hanessa sampai masuk kekamar masing-masing.
__ADS_1
Bersambung...