
Tringgg....tringgg....
Hp Hanessa berdering dua kali.
Dengan rasa malas dia mengambil hpnya. Dia melihat Prio menelponnya, lalu menjawabnya.
"Halo, Prio ada apa?"
"Nanya balik ni anak." Ujarnya. Hanessa diam.
"Tadi kamu nelpon aku, tapi hp kutinggalkan dikamar. Aku lagi keluar." Jelasnya.
"Oh..."
"Ada apa?" Tanyanya
"Mmm..." Jawabnya malas.
"Ih ni bocah, ditanya nggak jawab."
Ujar Prio. Terus mematikan hpnya.
Dengan segera Prio menaiki motornya dan melajukannya menuju tempat Hanessa.
Tidak sampai setengah jam, Prio sudah sampai diasrama. Dia menuju kamar Hanessa.
Tok...tok...tok...
Prio mengetuk pintu kamarnya berkali-kali.
"Iya sebentar." Dengan segera Hanessa membuka pintunya.
"Kenapa? Kaget?" Tanyanya. Hanessa menggelengkan kepala.
"Ada apa tadi nelpon?" Tanya Prio lagi.
"Nggak ada apa-apa kok " ujar Hanessa.
"Yakin?" Hanessa hanya mengangguk pelan.
"Kirain ada yang penting." Ujar Prio cemberut.
"Hehehe...kayak cewek aja cemberut."
__ADS_1
"Emangnya cewek aja yang boleh cemberut?" Prio mencolek hidung Hanessa.
"Ihh..." Ujar Hanessa sambil mukul tangan Prio.
"Pasti karena rindu dengan Putri ya?!" Ujar Hanessa terkekeh candain Prio
"Huhh sok tahu banget nih anak." Ujar Prio sambil ngibaskan rambut Hanessa.
"Oh ya, tadi aku rencana mau kerumah sakit. Tapi pas aku lewat ada orang meninggal. Akhirnya aku balik lagi." Kata Hanessa bercerita.
"Emang kamu mau ngapain kerumah sakit?" Tanya Prio
"Teman aku bilang dia mau melahirkan, tapi sampai saat ini tidak ada kabar dari dia."
"Sudah dihubungi?"
"Sudah berkali-kali tetapi nomornya tidak aktif." Jelas Hanessa.
"Mungkin hp dia lagi mati dan dia lagi sibuk. Makanya tidak kasih kabar." Tebak Prio.
"Bisa jadi juga sih!"
"Tapi dia pernah bilang kalau suaminya tidak mencintai dia." Lanjut Hanessa
"Loh gimana sih? Sudah lah, jangan sedih." Hibur Prio.
"Oh ya, kenapa nggak dirumahnya aja?" Ujar Prio kasih ide.
" Kenapa aku nggak kepikiran ya?" Hanessa pun mencari-cari alamat yang pernah diberikan oleh Hanari. Tetapi tidak ada.
"Kenapa?" Tanya Prio
"Alamatnya kok tidak ada ya!" Prio pun bangun dari duduknya dan ikut mencari.
"Coba kamu ingat-ingat dimana letakinnya?" Kata Prio. Hanessa pun mengingatnya saat Hanari memberikannya dipantai, dia menyelipkan kertasnya dibuku yang dia pegang ditangannya.
Buku diary biru khususnya. Hanessa mencoba mencarinya tetapi tidak juga ketemu.
"Ketemu nggak?" Tanya Prio lagi
"Aku baru ingat, alamatnya aku selipin dibuku diary khususku! Tapi bukunya juga tidak ada." Jawabnya
"Atau jangan - jangan ketinggalan di pantai?" Ujar Prio. Hanessa baru ingat, saat Putri ulangtahun. Dia mencoba mengeluarkan buku itu untuk membacanya. Tetapi karena kepalanya pusing akhirnya Hanessa hanya memegangnya dan lupa untuk masukinnya lagi dalam tas.
__ADS_1
" Kamu benar Prio, kita harus kesana." Ujar Hanessa sambil bangkit berdiri dan mengambil tasnya.
"Buku itu pasti sudah hilang!" Ujar Prio. Tapi Hanessa tidak yakin.
"Ayo kita coba kesana untuk carinya Pri, buku itu sangat penting bagiku." Ujar Hanessa sedih.
"Jangan sedih gitu dong, ya udah, ayo kita pergi." Ujar Prio sambil mengambil tasnya dan keluar menuju motornya.
***
Hanessa keluar dari kamarnya dan mengunci pintunya. Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.
"Hai kak Hanessa?" Sapanya
"Hai Desry!" Jawab Hanessa.
"Kak, mau nanya dong. Kak Putri kemana ya?"
"Kak Putri lagi pulang di kampungnya, karena kemarin dia ulangtahun jadi dijemput sama keluarganya."
"Oh gitu, ya udah deh. Makasih ya kak?" Ujar Desry adik tingkat mereka yang baru semester 4.
"Kamu ada perlu sama kak Putri?" Tanya Hanessa
"Iya kak, kami ada tugas kuliah. Jadi, mau minta bantu sama kak Putri."
"Oh gitu, mungkin besok Kak Putri sudah balik kesini. Jadi kamu bisa ketemu dia besok."
"Baik Kak Hanessa, sekali lagi makasih ya kak. Mari kak Hanessa!" Hanessa mengangguk dan tersenyum lalu segera menyusul Prio yang sudah siap dimotornya.
"Lama amat." Ujar Prio
"Tadi ada Desry adik tingkat mau ketemu sama pacarmu." Ujar Hanessa sambil naik dimotornya.
"Ngapain dia mau ketemu sama Putri?"
"Mau ngerjakan tugas kuliahnya."
"Kenapa nggak sama kamu, kok harus Putri?"
"Jurusan mereka sama akuntasi Prio." Ujar Hanessa kesal. Prio terlalu banyak tanya. Prio tersenyum melihat Hanessa yang mulai kesal.
Bersambung...
__ADS_1