Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 53


__ADS_3

Lima tahun kemudian, Hanessa kembali ke Bogor. Dia mulai bekerja dan menjadi guru disana.


Namun Hanessa lebih menyukai anak-anak kecil dan dia pun memilih untuk mengajar anak-anak Tk.


Dengan merasa bangga dan bahagia, anak-anakpun menyukai dirinya. Hanessa sangat terhibur oleh anak-anak muridnya yang lucu-lucu dan imut.


"Ayo, anak-anak sekarang kita bermain." Ajak Hanessa kepada anak-anak muridnya. Dia pun merentangkan kedua tangannya lalu membuat lingkaran kecil.


Anak-anak berlarian menyambut tangannya, mereka sangat bahagia. Hanessa merasa puas bisa memberikan kasih sayang kepada anak-anak, bahkan dia dapat menghibur anak yang kurang bersemangat.


"Ayo anak-anak, sekarang waktunya kita masuk kelas!" Teriak Hanessa penuh semangat setelah selesai bermain.


"Yeeeyyy...!" Seru anak-anak sambil berlarian masuk kedalam kelasnya.


"Pelan-pelan masuknya jangan berlari dan jangan saling dorong nanti bisa jatuh." Nasehatnya, tetapi anak-anak tidak peduli, mereka sangat semangat dan gembira.


"Oke anak-anak, sekarang duduk yang manis ya!" Hanessa pun mengatur duduk mereka.


Guru-guru yang lain pun membantu mempersiapkan warna, buku dan segala macam yang diperlukan anak-anak.


"Ambil bukunya dan mulailah menggambar sesuka hati kalian." Ujar Hanessa semangat sambil memperhatikan mereka.

__ADS_1


"Bu gulu, mau pipis!" Teriak seorang anak yang sangat polos. Hanessa pun menghampirinya.


"Ayo, biar ibu antarkan ke toilet." Anak itupun segera bangun dan berlari.


"Nessooonn" teriak Hanessa, jangan berlari nak, nanti kamu jatuh. Tapi Nesson tidak peduli, dia terus berlari dan langsung masuk ke dalam toilet, Hanessa berlari kecil mengikutinya.


Hanessa menunggunya, nggak tahu apa yang dilakukan anak itu.


"Nessonnn, Nessonnn...sudah selesai belum pipisnya!" Nesson pun tidak menjawab. Dia memang anak pendiam, tetapi kadang tiba-tiba bertingkah aneh.


"Nak, kalau sudah selesai pipisnya keluar ya, teman-teman sudah menunggumu dan sebentar lagi kita akan pulang!" Teriak Hanessa dari luar. Akhirnya Nesson keluar juga. Hanessa langsung memeluknya.


"Ya sudah kita kembali ke kelas ya." Ajak Hanessa sambil merangkulnya.


Beberapa menit kemudian bel sekolahpun berbunyi tanda pulang. Teman-teman Nesson sudah pada keluar kelas tetapi Nesson masih duduk dikursinya. Hanessa menghampirinya.


"Nesson, teman-teman sudah keluar. Kenapa Nesson masih duduk disini?" Dengan pelan Hanessa bertanya padanya. Tapi Nesson tetap diam.


Seorang guru dari luar berteriak mencari Nesson. Hanessa pun muncul dipintu.


"Bu.Hesti, Nesson ada didalam. Apa dia sudah dijemput?" Tanya Hanessa.

__ADS_1


"Iya bu. Hanessa, nenek Nesson sudah datang menjemputnya." Ujar bu.Hesti


"Nesson, nenekmu sudah datang. Ayo, kita temu dia." Nesson tetap diam dan dia pun menundukkan kepalanya. Hanessa merangkulnya penuh dengan rasa sayang. Hingga anak itu dapat merasakan kenyamanan pada Hanessa.


Hanessa pun mengantarkan Nesson sampai ketempat neneknya berdiri.


"Bye Nesson..." Ujar Hanessa sambil melambaikan tangannya. Nesson tetap menundukkan kepalanya.


"Apa Nesson ada masalah?" Tanya nenek Nesson. Hanessa menggelengkan kepalanya.


"Terima kasih sudah menjaga Nesson." Lanjutnya sambil berjalan. Hanessa hanya mengangguk dan tersenyum.


***


Satu bulan berlalu, Hanessa menjadi guru TK. Dia semakin akrab dengan anak-anak. Dia pun banyak mengetahui karakter muridnya satu persatu.


Hanessa mencoba mempelajari dan mencari tahu tentang Nesson. Dan akhirnya dia mengetahuinya kalau Nesson merasa minder dari teman-temannya karena tidak memiliki orangtua perempuan. Dia ingin sekali mempunyai seorang mama yang bisa menjemputnya setiap hari.


Awalnya Nesson anak yang semangat, ceria. Tetapi selama dia menjadi anak Tk, dia melihat teman-temannya dijemput oleh mamanya. Nesson pun ingin dijemput mamanya juga. Terkadang dia merengek tidak mau pulang, dia selalu menanyakan mamanya dimana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2