
"Eh Kezra, tumben datang dikontrakan jam segini?" tanya Hanari kaget saat melihat Kezra menuju kontraknya.
"Kamu mau pergi ?" ujar Kezra balik nanya tanpa menghiraukan pertanyaan Hanari tadi.
"Iya, aku mau ditempat kerja." jawabnya.
"Ada apa kez?"
"Eemmm...papaku minta kamu datang kerumahku sekarang!" ujar Kezra sambil menundukkan kepala.
"Ada apa? Kenapa papamu memintaku dirumahmu?" tanyanya penasaran.
"Nanti kamu juga tahu. Naiklah...!" ucap Kezra. Mereka pun melaju. Sebenarnya Kezra tidak ada perasaan sama sekali pada Hanari. Dia mendekati Hanari supaya papanya tidak menjodohkannya dan memintanya untuk segera menikah tetapi malah sebaliknya. Dia terjebak dengan caranya sendiri.
(RUMAH KEZRA)
"Kenapa banyak orang dirumahmu?" tanya Hanari saat melihat saudara-saudaranya di rumah Kezra .
"Ada acara apaan?" lanjutnya.
"Turunlah, nanti kamu juga tahu." jawab Kezra lemah dan pasrah.
__ADS_1
Hanari pun turun. Dia berjalan disamping Kezra. Dari jauh Gisel sudah melihat mereka. Gisel langsung berlari menghampiri mamanya.
"Mama, bang Kezra sudah datang." ucapnya. Semua menoleh di pintu masuk. Kezra dan Hanari berhenti menatap mereka. Betapa kagetnya Hanari seperti sebuah kejutan dari orang yang mencintainya. Sekarang dia merasa dicintai.
"Masuklah nak!" teriak papa Kezra pada Hanari. Hanari memegang tangan Kezra dan menatapnya.
Merekapun menuju ruang tamu yang sudah dipenuhi oleh sepupu papa Kezra.
"Silakan duduk nak!"
"Terima kasih om!" ucap Hanari sambil duduk. Kezra hanya diam, hatinya risau memikirkan Hanessa. Dia merasa bersalah mengkhianati cinta mereka.
"Maafkan om sudah menyita waktumu hari ini."
"Nggak pa-pa kok om. Hanari sangat berterima kasih banyak sama om karena sudah mengundang Hanari disini." ucapnya tulus. Walaupun dia tidak mengerti.
"Hahahaaa...kamu harus berterima kasih sama calon suamimu yang sudah memperkenalkanmu kepada kami." ucap papa Kezra. Hanari semakin binggung tak mengerti dia menatap Kezra penuh tanda tanya tetapi Kezra hanya diam, ingin rasanya dia kabur dari sana.
"Kez, apa yang kamu bicarakan pada mereka?" Kezra menatap mata Hanari lalu beralih ke papanya. Dia tetap diam.
"Gini nak, siapa namamu? Om lupa." seranginya
__ADS_1
"Hanari om."
"Iya Hanari, om minta kamu disini karena om mau tentukan tanggal pernikahan kalian." ujar papanya. Kezra dan Hanari sama-sama kaget mereka saling bertatapan. Tapi tidak bagi papa Kezra dia tetap santai dan ingin segera melihat mereka nikah. Papanya tidak mau menunda-nunda lagi.
"Kalian pikirkan tanggalnya dibulan ini." tegas papanya
"Kalau nggak Kezra, papa yang tentukan sendiri!"
"Baik saudara-saudaraku semua, sebaiknya kita lanjutkan ngobrolnya dimeja makan." ajak papa Kezra kepada sepupu-sepupunya. Merekapun beranjak dimeja makan untuk menikmati makan siang bersama.
Di ruang tamu tinggal Kezra dan Hanari.
"Kez, kamu membicarakan tentangku pada orangtuamu?" tanya Hanari yang dari tadi kebinggungan dengan semuanya ini. Sebenarnya dia sedikit senang, karena akan dinikahkan dengan orang yang dia cintai.
"Maaf Hana, sebenarnya aku tidak pernah menceritakanmu pada mereka." jawab Kezra.
" Kamu ingat waktu aku membawamu kemari?" tanya Kezra. Hanari menganggukkan kepalanya.
"Dan kamu tahukan, kalau papaku ingin menjodohkanku dan dia ingin sekali aku cepat-cepat menikah." ujar Kezra sedih. Tapi dia tidak mau mengungkapkan yang sebenarnya. Hanari hanya sebatas permainannya untuk bisa menunda rencana papanya tapi dia gagal. Papanya tetap ngotot dan tidak berpengaruh dengan permainan Kezra. Papanya tetap tekat pada keputusannya kalau Kezra harus menikah secepatnya sebelum dia merasakan kekecewaan dan putus asa.
Bersambung...
__ADS_1