
Prio dan Hanessa pun tiba di pantai. Dengan segera Hanessa berlari mencari bukunya. Dia tidak peduli dengan teriakan Prio yang memintanya untuk tidak berlari.
"Hanessa, tunggu biar kita cari sama-sama." Teriak Prio. Tapi Hanessa sudah tidak sabar, dia terus berlari hingga sampai ditempat dimana dia duduk waktu itu.
Prio pun berlari menyusulnya.
"Gimana, ketemu?" Tanya Prio. Tapi Hanessa tidak mengubris pertanyaannya. Hanessa mulai panik bukunya tidak ada ditempat itu.
"Han, kenapa? Bukunya nggak ada?" Ujar Prio lagi
"Iya Prio, kita harus nyarinya dimana?"
"Tunggu sebentar." Prio menghampiri seorang bapak yang berjualan dekat tempat Hanessa duduk.
"Pak maaf mengganggu. Saya mau nanya, apa kemarin bapak ada lihat buku disana?" Tanya Prio sambil menunjuk tempat Hanessa berdiri sekarang.
"Kemarin ada anak kecil main disitu, coba aja tanya dia."
"Tempatnya dimana pak?"
"Yang itu, ada tulisan jualan baju santai." Ujar bapak penjual es sambil menunjuk tempat yang ada jualan pakaian.
"Baik pak, terima kasih." Ucap Prio.
Prio pun berlari menuju Hanessa.
"Ayo Han, ikut aku." Ujar Prio sambil menarik tangan Hanessa.
"Loh, ngapain disini?" Tanya Hanessa heran. Prio gantian tidak mau mengubris pertanyaan Hanessa.
"Permisi bu?" Ujar Prio
"Iya mas, mau tanya yang mana?" Tanya penjual baju itu.
"Gini bu, saya disini hanya ingin numpang tanya. Kemarin anak ibu ada main disana?" Tanya Prio sambil menunjuk tempat santai yang kosong.
"Maaf mas, saya kurang tahu atuh. Dia main kesana apa nggak. Saya tidak perhatikan dia main kesana. Ada apa ya mas?"
__ADS_1
"Gini bu, kemarin buku teman saya ketinggalan disana."
"Oh gitu!"
"Iya bu, barang kali anak ibu ada melihatnya." Ujar Prio.
"Sebentar ya mas, tak tanyain dulu!" Ibunya pun memanggil kedua anaknya yang masih berusia 12 dan 9 tahun.
"Le sini dulu, kemarin ada main disono tidak?" Tanya ibunya. Anak yang tua pun menganggukkan kepala.
Dengan cepat Prio menghampirinya, prio jongkok biar anak itupun bisa menatap mukanya.
"Dik, kemarin ada lihat buku kakak yang ketinggalan disana nggak?" Tanya Prio lembut. Anak itupun mengangguk. Prio melihat Hanessa kemudian kembali menatap anak itu.
"Boleh, kakak memintanya?" Kata Prio lagi. Anak itupun mengangguk dan berlari kedalam. Kemudian keluar lagi dengan membawa buku kecil unik.
"Ini kak!" Ujar anak itu sambil memberikannya pada Prio. Prio pun mengambilnya.
"Makasih ya dik!" Ucap Prio sambil mengeluarkan dompet dan mengambil uang untuk anak itu.
"Ini sebagai ucapan terima kasih kakak buat kamu." Ujar Prio. Anak itu mengambilnya dengan senang.
"Yeeeeyyyy ...." Dia pun berlari masuk kedalam.
"Makasih ya mas." Ucap ibunya lalu meninggalkan mereka berdua yang masih berdiri didepan toko mereka.
"Nih..!" Ujar Prio sambil menyerahkan buku diary Hanessa.
Hanessa sangat senang bukunya ditemukan kembali. Hanessa memeluk bukunya kemudian mencari-cari alamat Hanari yang diselipkannya dibuku itu.
"Kenapa Han?" Tanya Prio yang melihat Hanessa membolak balik isi bukunya dan mengibaskannya.
"Alamatnya tidak ada." Ujar Hanessa. Raut mukanya mulai sedih lagi.
Tiba-tiba ibu dua anak tadi muncul menghampiri mereka dengan membawa kertas kecil ditangannya.
"Maaf mas, ini tadi jatuh dari dalam."
__ADS_1
Hanessa segera mengambilnya.
"Makasih ya bu?" Ucap Hanessa senang dan puas alamatnya ketemu.
Hanessa menarik tangan Prio.
"Ayo Prio, kita ke alamat ini. Ini alamatnya Hanari." Ujar Hanessa, matanya berbinar-binar senang.
Prio pun mengikuti Hanessa. Menaiki motornya dan menuju alamat yang ada dalam kertas yang dipegang Hanessa.
"Prio berhenti."
"Kenapa Han?"
"Sepertinya ini rumahnya." Ujar Hanessa sambil turun dari motor.
"Tapi kok sepi?" Tanya Prio
"Mungkin belum pulang dari rumah sakit ya?" Jawab Hanessa mulai ciut lagi.
"Kita coba tanya dirumah yang itu." Ajak Prio. Hanessa pun naik dimotornya.
"Permisi pak,,!" Ujar Prio
"Iya mas, ada apa?"
"Mau nanya pak, orang yang punya rumah disitu pada kemana ya?"
"Oh yang itu, sudah satu minggu mereka tidak dirumah. Kemarin nitip kunci sama bapak. Mereka bilang mau merayakan ulangtahun istrinya dirumahnya yang satu. Tapi bapak tidak tahu alamatnya dimana." Ujar bapak itu menjelaskan.
"Oh begitu, ya sudah terima kasih ya pak." Ucap prio.
"Kita pulang ya Han, sudah sore. Mungkin dia pulang kerumahnya yang satu setelah melahirkan." Kata Prio. Hanessa pun mengangguk.
Merekapun menuju jalan pulang.
"Nes, sebenarnya Hanari itu siapamu?" Tanya Prio
__ADS_1
"Dia bukan siapa - siapaku. Dia hanya teman kenalanku. Tapi aku merasa sangat dekat dengannya." Ujar Hanessa. Prio terdiam mendengarnya
Bersambung...