Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 12


__ADS_3

Mata kuliah yang Hanessa hadapi semakin sulit. Banyak tugas yang menumpuk. Bahkan sudah tidak ada waktu lagi untuk bercanda gurau atau memberikan kabar sama sang kekasih.


Kadang Hanessa menyempatkan diri untuk pergi ke pantai sejenak untuk membuang rasa penatnya kalau sudah mengerjakan tugas. Dan menulis sesuatu yang dia simpan yaitu kerinduannya pada Kezra.


"Kezra, aku sangat merindukanmu. Apa kamu juga merindukanku?" ucap Hanessa dalam kertas yang dia coret-coret ditepi pantai. Sambil duduk santay menghilangkan rasa jenuh dan bosannya. Kerinduannya hanya dapat dia tuliskan dalam kertas khusus.


"Daaarrrr..." seseorang datang mengagetkannya dari belakang.


"Asri...!" ujar Hanessa senang, sambil berpelukan karena sudah lama mereka jarang ketemu karena masing-masing sibuk dengan tugas kuliah yang numpuk.


" Dengan siapa kesini?" tanya Hanessa padanya.


"Tu, cowok yang ingin sekali dekatan sama loe." jawab Asri sambil menunjuk Prio. Prio sengaja pura-pura lihat kearah lain.


"Priooo!" teriak Asri, sambil berjalan menujunya dan mencubit pinggangnya.


"Aawoww..." gerang Prio kesakitan.


"Ada apa ndut?" tanyanya. Asri menyikunya memberikan kode supaya dia bisa ngomong dengan Hanessa.


"Hanessa, gue beli air dulu ya." ucapnya sambil melirik Prio. Dia sengaja pergi supaya Prio ada kesempatan buat ngobrol dengan Hanessa.


"Bareng aja" ucap Hanessa.


"Nggak usah, loe nunggu disini aja ya? Prio tolong temani Hanessa dulu." katanya sambil berjalan pergi.


***


Prio dan Hanessa sama-sama saling diam. Tidak ada yang berani mau bicara duluan.

__ADS_1


"Aduh, mau ngomong apa ya?" gumam Prio dalam hati. Hanessa asyik menulis di kertas khususnya.


"Nulis apaan sih?" tanya Prio memberanikan diri. Hatinya Dag dig dug. Tidak biasanya dia menghadapi wanita seperti ini.


"Rahasia." jawab Hanessa santay tanpa melihat muka Prio. Tangannya tetap asyik menulis.


"Berarti penting banget dong." ucapnya biar bisa ngobrol terus.


"Nggak juga." Ucap Hanessa sambil menutup kertasnya dan memasukkannya dalam tas.


"Dah lama kesini?" ucap Prio sambil duduk didekat Hanessa.


"Sudah 30 menit." ucap Hanessa sambil memberikan senyum manisnya.


"Kamu sering main disini?" lanjutnya.


"Aku juga sering disini. Tapi kok kita jarang ketemu ya?" ucap Prio mulai semangat


"Mungkin kita pernah ketemu, hanya kita tidak saling kenal." Jawab Hanessa menjelaskan.


"Mungkin. Oya, aku Prio." Ujarnya sambil mengulurkan tangannya. Hanessa menyambut hangat tangan Prio.


"Hanessa. Aku sudah pernah dengar namamu." ucap Hanessa. Prio keheranan mendengarnya.


"Dari Asri ya?" ujarnya.


"Bukan. Tapi dari anak-anak sekelasku." ucap Hanessa jujur. Prio menggaruk kepalanya yang nggak gatal.


"Berarti aku digosipin ya?" Ucap Prio keGRan.

__ADS_1


"Iya." jawab Hanessa singkat.


Prio semakin salah tingkah.


"Tapi, aku juga sering kok dengar namamu." balas Prio. Muka Hanessa jadi berubah, takut, malu bercampur, pikirannya dah negatif. Dia menatap Prio penasaran.


"Namamu populer dikelasku." ucap Prio sungguh.


"Tapi, kenapa Asri tidak pernah cerita soal itu. Prio pasti bohong." gumamnya dalam hati.


"Hei, kok benggong?" Prio mengagetkan Hanessa.


"Kamu pasti bohongkan?" ucap Hanessa nggak percaya.


"Sungguh!!" ujar Prio sambil mengangkat 2 jarinya.


"Mangnya, si gendut nggak cerita sama kamu?" lanjutnya. Hanessa menggelengkan kepalanya.


"Banyak yang menyukaimu, termasuk aku!" ucap Prio jujur.


"Hei, cerita apaan kalian." ucap Asri tiba-tiba datang. Prio nggak jadi menyampaikan niat hatinya yang sebenarnya sama Hanessa.


"Lama banget sih ndut." ucap Prio sambil ambil minuman dari Asri.


"Iya maaf." tangannya menyenggol lengan Prio sambil meliriknya.


"Paan sih." jawab Prio kesal. Karena tiba-tiba datang. Dan Hanessa pun pamit duluan pergi. Karena masih ada tugas yang harus dikerjakan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2