Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 14


__ADS_3

Hari minggu yang cerah, Putri dan Hanessa sedang pergi joging. Mereka bertemu dengan dua orang pria yang juga lagi joging. Dua pria itu godain Hanessa dan Putri. Mereka menghalangi Putri yang duluan berlari dari Hanessa.


"Hei...boleh kenalan?" ucap salah satu lelaki itu. Sambil mengulurkan tangannya. Putri menyambut tangannya.


"Aku Dimas dan ini temanku Galang." ucapnya


"Putri" jawabnya. Setelah itu giliran menyalami tangan temannya. Hanessa berhenti disamping putri sambil ngos-ngosan.


"Oya, ini temanku Hanessa." ujar Putri sambil memandang muka Hanessa. Hanessa pun menyalami mereka satu persatu dengan senyumnya.


Akhirnya minggu ini, joging mereka ditemani oleh dua teman baru, yang baru mereka kenal. Tapi muka mereka familieran, ramah dan sopan.


"Put, aku boleh minta nomor hpmu?" ucap Dimas kepada Putri.


"Boleh." Putri mengambil hp Dimas lalu mengetik nomor Hpnya di hp Dimas.


"Nih, sudah." ujar Putri sambil mengembalikan Hp Dimas.


"Terima Kasih ya." ucapnya. Putri hanya tersenyum.


"Kamu sudah punya pacar?" Tanyanya pada Putri. Putri menggigit bibirnya lalu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Cowok itu tersenyum senang.


"Kapan-kapan kalau ada waktu boleh kita jalan?" tanyanya lagi.


"Boleh. Tapi kalau ada waktu ya?" jawab Putri agak ragu. Dibelakang Hanessa jalan bareng dengan Galang. Tapi tidak ada suara sama sekali.


***


Kezra


"Kezra, papa dan mama sudah tua. Sampai kapan kamu tidak nikah?" ucap papanya Kezra dengan lantang.


"Pokoknya minggu besok, jika kamu tidak memperkenalkan wanitamu sama kami. Papa dan mama akan bawa kamu ke Jakarta." tegas papanya


"Tidak ada tapi-tapi. Papa punya kenalan disana. Dan dia punya anak perempuan. Kamu pasti menyukainya." ujar papanya lagi. Kezra terdiam tidak tau mau bilang apa. Dia khawatir, Hanessa juga tidak memberinya kabar. Sedangkan mamanya juga menyetujui perkataan papanya. Mereka tidak sabar ingin melihat anak semata wayangnya nikah dan punyai anak.


"Apapun yang papamu perintahkan, kamu harus nurut." ucap mamanya sambil mengelus kepala putranya.


"Tapi ma, Kezra punya pacar dan dia..." ucap Kezra terpotong karena mamanya menutup mulutnya.


"Karena dia tidak pernah memberi kabar kepadamu. Sampai kapan kamu terus menunggunya?" ujar mamanya mulai kesal.

__ADS_1


"Dan sampai kapan kami harus menunggumu menikah dan menimang cucu?" lanjut mamanya sambil bangun berdiri dari kursinya dan beranjak pergi. Tidak ingin mendengar penjelasan Kezra.


Kezra masuk dikamarnya. Menatap foto dirinya dengan Hanessa.


"Nessa, kamu dimana? Apa yang harus aku lakukan tanpamu jika aku menikah dengan wanita lain? Hatiku hanya untukmu selamanya." gumam Kezra sambil memeluk fotonya. Dia mulai menangis, tidak rela untuk mengkhianati cinta mereka.


Dia ambil kunci motornya lalu beranjak pergi. Pikirannya kacau dengan perkataan orangtuanya. Tidak biasanya dia masuk di klip malam. Tapi malam ini, dia ingin membuang rasa stressnya. Dia minum-minuman alkohol sampai mabuk. Dia bertemu dengan seorang gadis yang bekerja di klip malam itu, gadis itu mendekatinya dan mengajaknya berkenalan.


"Hai, Hanari." ucap gadis itu sambil mengulurkan tangannya pada Kezra. Kezra menyambutnya dengan mesra.


"Kezra." ucapnya. Dia hilang kesadaran. Alkohol itu sudah merasuki kepalanya. Gadis itu menyeretnya dikamar, Kezra tidak sadar lagi.


Besok pagi Kezra bangun dan kaget. Dia langsung bangun dan keluar. Dia melihat gadis itu sedang menyeduh kopi.


"Sudah bangun?" ucap gadis itu. Lalu menyodorkan kopi yang dia buat. Kezra menyambut kopinya.


"Ada dimana aku?" ujarnya sambil menatap gadis itu.


"Kamu ditempatku. Semalam kamu tidak sadar." ucap gadis itu lagi.


Kezra heran bagaimana bisa dia ketempat gadis itu.

__ADS_1


"Aku yang membawamu disini. Jangan berpikir negatif. Kita tidak ngapa-ngpain kok." lanjut gadis itu


Bersambung...


__ADS_2