
"Sebentar lagi kita sampai." Kezra dan Nessa pergi ke pasar malam. Ternyata sungguh mengasyikkan buat Kezra dan Nessa. Mereka dapat menikmati suasana yang indah malam itu.
"Ayo, kita lihat permainan disana." Kezra menggengam tangan Nessa dan menariknya menuju tempat permainan. Kezra tak ingin melepas tangannya supaya Nessa tidak jauh-jauh dari dia.
"Nessaaa!!" seseorang memanggil namanya saat tiba ditempat permainan. Nessa pun menoleh. Orang tersebut melampaikan tangannya, Nessapun membalasnya sambil tersenyum.
"Eh, Jennie sama siapa?" tanya Nessa kepadanya. Diapun menunjuk temannya. Temannya menoleh kearah Nessa dan tersenyum. Jennie memperhatikan tangan Nessa yang saling berpegangan dengan Kezra.
"Nessa, kami pergi dulu ya?" Ujar Jennie sambil melambaikan tangannya dan berlalu pergi dengan temannya.
"Kenapa mereka pergi?" tanya Kezra pada Nessa. Dia hanya mengangkat bahunya, heran kenapa langsung pergi ketika melihat Kezra bersamanya.
"Mungkin mereka mau cari sesuatu." jawab Nessa asal nebak. Merekapun berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut, Kezra tiba-tiba tersenyum sendiri melihat gelagat Jennie yang tiba-tiba langsung pergi ketika melihat tangan mereka yang sangat erat berpegangan.
"Kenapa senyum-senyum." Nessa mencubit perut Kezra. Diapun kaget lalu sedikit teriak.
"Aawoww.." Kezra kegelian lalu menahan tangan Nessa. Dia membalas mengelitik Nessa. Kini mereka saling membalas menggelitik sampai terkekeh-kekeh.
__ADS_1
***
Dibawah bulan yang sedang bersinar binar, Kezra dan Hanessa sedang berbaring dirumput yang hijau. Nessa meletakkan kepalanya ditangan Kezra.
"Aku ingin begini terus selamanya." ucap Kezra. Lalu mengecup kepala Nessa. Dia tidak rela kalau Nessa akan meninggalkannya nanti. Ingin sekali dia menahan Nessa supaya jangan pergi. Tapi dia juga tidak bisa melarangnya untuk mencapai cita-citanya.
"Aku juga ingin seperti ini selamanya." jawab Nessa lirih, dia memejamkan matanya dipelukan Kezra. Ingin dia mengeluarkan airmatanya tapi dia tidak mau kalau Kezra melihatnya. Dia sangat berat untuk meninggalkan Kezra pergi. Tapi dia janji akan selalu setia walaupun jauh.
"Aku sangat mencintaimu." Kezra memberanikan diri untuk mengecup bibir Nessa. Nessa membuka matanya lalu menatap mata Kezra sesudah Kezra melepas kecupannya.
"Aku juga sangat mencintaimu." ucap Nessa sambil memegangi pipi Kezra. Lalu bagun dari baringnya diikuti oleh Kezra.
***
Malam semakin larut, suasana semakin dingin. Kezra melepas jaketnya lalu diberikannya pada Hanessa.
"Malam sudah semakin larut, sebaiknya kita pulang sekarang. Nanti kakakmu marah." Ujar Kezra mengingatkan. Mereka memang sudah ijin dengan abang ipar Hanessa. Tapi Kezra tetap tidak nyaman membawa kekasihnya sampai larut, dia takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
__ADS_1
Hanessa hanya menganggukkan kepalanya. Lalu mereka menuju parkiran.
Dalam perjalanan mereka saling membisu. Hanessa memeluk erat badan Kezra dan menempelkan kepalanya dibelakang pundaknya.
Tiba-tiba Kezra berhenti, dia melihat sesuatu.
"Kamu tunggu disini ya." ucapnya sambil menuju seseorang yang sedang menjual asesoris. Hanessa menganggukkan kepala tapi tetap membisu.
"Ini berapa mas?" tanya Kezra sambil menunjukkan sebuah benda yang menarik hatinya.
" 250 ribu mas." Jawab penjualnya. Kezra pun mengambil uangnya lalu membayar benda itu. Lalu berjalan menuju motornya. Dia melihat Hanessa sedang sibuk dengan Hpnya.
"Apa ini?" tanya Hanessa terkejut saat Kezra memasangkan kalung yang memiliki permata bening dan berbentuk hati ada tulisan nama Kezra disana. Sebelumnya Kezra sudah minta diukirkan namanya pada buah kalung yang berbentuk hati itu. Hanessa sangat bahagia menerimanya. Lalu mencium nama Kezra didalam buah kalung itu.
"Makasih sayang, kamu buat hariku bahagia malam ini." ucap Hanessa sambil memeluk punggung Kezra.
"Kuukir namaku, supaya kamu selalu ingat denganku." ucap Kezra merasa bahagia juga melihat kekasihnya bahagia. Hanessa mempererat pelukannya.
__ADS_1
Bersambung...