
Prio berjalan pelan menuju Hanessa yang masih berdiri sendiri dengan perasaan yang rindu. Tidak bisa dibohongi, dari mata Hanessa masih ada kerinduan yang dalam terhadap Kezra.
"Hei, bengong aja." kaget Prio sambil berangkulnya dibahu.
"Suasananya sungguh indah." ujar Hanessa seakan-akan menutupi kesedihannya dari Prio. Prio mengangguk. Dia melepaskan tangannya yang merangkul Hanessa dibahu. Dia berjalan pelan, Hanessapun mengikutinya dari belakang.
"Prio, makasih ya kamu udah ajak aku kesini." ujarnya
"Tidak perlu berterima kasih. Aku akan ajak kamu setiap hari kesini. Jika kamu mau." ucap Prio tulus. Hanessa tersenyum mendengarnya.
"Aku tidak akan menolak jika kamu mengajakku." ujar Hanessa bahagia. Prio menatapnya dan tersenyum.
"Han, kita santai dulu yuk kesana." ajak Prio sambil menunjuk tempat santai yang sudah tersedia disana.
Hanessa mengangguk setuju. Merekapun berjalan bersama menuju tempat duduk masing-masing.
"Han, kamu mau pesan apa?" tanya Prio.
"Apa ajalah Prio." jawab Hanessa malas mau milih-milih menu lagi.
"Ya udah, kita pesan makanan yang sama aja ya, aku laper." ujar Prio sambil pegang perutnya. Hanessa mengangguk setuju.
Prio berjalan menuju kantin yang tidak jauh dari tempat santainya. Dia memanggil pelayannya dan memesan makanan serta minumnya. Prio pun minta diantarkan ditempat mereka santai. Pelayan itu mengangguk dan segera pergi menyiapkan makanannya. Prio sudah kembali di tempat santai. Beberapa saat mereka menunggu, pesanannya pun datang.
__ADS_1
"Selamat menikmati makanan dan minumannya mbak, mas." ucap pelayan itu sebelum meninggalkan mereka.
"Terima kasih mbak." ujar Hanessa menimpali.
"Kamu udah sering kesini?" tanya Hanessa pada Prio.
"Iya" jawabnya singkat karena mulutnya penuh nasi. Setelah menelan nasinya iapun berkata lagi.
"Disinilah aku melihat seseorang dari kejauhan menangis. Sehingga membuat hatiku luluh untuk membawanya kemari." goda Prio menyinggung dirinya. Tetapi Hanessa tidak mengerti. Dia tidak tahu yang dimaksud Prio itu adalah dirinya. Padahal Prio hanya bercanda.
"Kenapa kamu tidak membawanya kemari?" tanya Hanessa penasaran.
"Sudah." jawab Prio
"Nanti akan kukenalkan dan kamu akan tahu sendiri, siapa orangnya." ujar Prio sambil tersenyum pada Hanessa. Hanessa mencibir tapi dia tetap penasaran.
"Nanti aku akan membawanya setiap hari kesini." ucap Prio. Tetapi Hanessa masih belum terpikir itu dirinya.
"Ternyata Prio punya kekasih. Aku sudah salah sangka. Aku pikir dia menyukaiku." gumam Hanessa dalam hatinya.
"Han, Hanessa?" panggil Prio membuyarkan lamunannya.
"Eh, iya Prio?" jawab Hanessa
__ADS_1
spontan.
"Kenapa? Kok melamun gitu?" tanyanya. Hanessa hanya tersenyum malu.
"Nggak pa-pa kok."
Tring...tring....
Bunyi telpon di Hp Hanessa
"Sebentar ya Prio, Putri nelpon." ucapnya. Priopun mengangguk.
"Halo put, ada apa?" tanya Hanessa lembut.
"Han, kamu kemana kok belum pulang?" tanya Putri khawatir dengan Hanessa. Dia tahu kalau Hanessa masih dalam kekecewaannya, dia khawatir kalau Hanessa melakukan sesuatu seperti yang di film-film.
"Put, aku di pantai deng.." belum selesai Hanessa bicara sudah dipotong sama Putri karena saking khawatirnya.
"Apa? Loe dipantai? Loe jangan ninggalin kami ya Han. Loe pulang sekarang. Kalau nggak gue lapor polisi sekarang." ucap Putri saking panik dan khawatirnya. Dia sangat gelisah karena dari pagi dia tidak melihat Hanessa sampai malam.
"Putri, Putri tenang. Jangan khawatir. Aku sama Prio dipantai dan ini sudah mau pulang." ujar Hanessa. Mendengar ada Prio hati Putri baru tenang. Dia takut kalau Hanessa melakukan hal yang buruk karena dikhianati.
Bersambung...
__ADS_1