Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 32


__ADS_3

"Dokter bilang mama harus banyak istirahat." ujar Kezra.


"Halo tante...!" ujar Rikky yang sudah menganggap mama Kezra sebagai orangtuanya sendiri.


"Lekas sembuh ya tan, Rikky kangen dengar omelan tante lagi." candanya supaya mama Kezra bisa tersenyum.


"Rikky, kamu bisa aja. Bagaimana kabarmu nak?" ujar mama Kezra merasa senang dengan kehadiran Rikky yang selalu menghiburnya.


"Baik tan, tapi hatiku masih sakit." ucapnya menyinggung Kezra.


"Hatiku sakit karena melihat tante Ratna berbaring dirumah sakit." lanjutnya menimpali saat mengetahui perasaan sedih mama Kezra. Mama Kezrapun jadi tersenyum.


"Permisi" ucap perawat yang sedang mengantarkan makanan siang untuk mama Kezra.


"Makanan siangnya sudah datang, silakan makan siang dulu ya bu. Biar ada stamina." ucapnya lembut.


"Terima kasih suster." ucap Kezra. Perawat itu tersenyum dan mengangguk kemudian kembali keruangannya.


"Tan, biar Rikky yang suapin ya?" ujar Rikky sambil mengambil makanan yang sudah disediakan perawat untuknya. Mama Kezra tersenyum dan mengangguk setuju.


"Aaaaammm..." ujar Rikky seperti menyuapi anak kecil. Mama Kezra tersenyum kecil memperhatikan tingkah lucu Rikky seperti seorang bapak yang sedang menyuapi anaknya makan.


"Gimana tante, enak nggak makanannya?" tanyanya lagi, sambil tersenyum. Mama Kezra hanya membalas senyumannya.


"Tante, Rikky nggak bisa lama temani tante disini. Karena masih ada pekerjaan yang Rikky tinggalkan tadi." ujarnya. Sambil membereskan tempat makanan yang tidak habis dimakan oleh mama Kezra.

__ADS_1


"Iya nak, pulanglah. Urus dulu pekerjaanmu. Terima kasih kamu sudah datang untuk jengkuin tante disini." ucapnya lemah.


"Iya tante. Kalau gitu Rikky pergi dulu ya tante?" ujarnya pamit sambil mencium tangan mama Kezra. Lalu keluar dari ruangannya.


"Bro, gue cabut dulu. Tadi ada sebuah mobil yang belum gue diperbaiki." ujarnya pada Kezra.


" Iya Rik. Makasih loe sudah sempatin kesini." ucapnya. Rikky hanya menepuk bahu Kezra dan berlalu pergi.


***


Sedari tadi Hanari hanya diam. Perasaannya tidak enak. Sewaktu Kezra dan Rikky masuk keruangan mamanya. Hanari sempat pingsan, lalu ditolong oleh seseorang dan dibawa dalam ruang periksa. Saat diperiksa ternyata dia hamil 3 minggu.


"Kez...!" panggil Hanari sedikit takut. Kezra menolehnya.


"Aku...!"


"Aku...!" suaranya putus-putus, Kezra masih diam dan tak sabar mendengarnya apa yang akan dia katakan.


"Kamu kenapa Hanari?" tanya Kezra datar. Belum sempat Hanari bilang, mamanya sudah memanggil Kezra.


"Kezraaaa, Kezraaa!" teriak mamanya sedikit parau karena kurang tenaga. Kezra pun berlari masuk diruangannya.


"Mama...!" ujar Kezra saat masuk.


"Hanari mana Kezra? Kenapa mama tidak melihatnya?" tanya mamanya. Belum sempat Kezra menjawab Hanaripun muncul dipintu.

__ADS_1


"Hanari disini ma!" jawabnya sambil menuju mertuanya yang berbaring lemah ditempat tidur.


"Hanari, apa kamu sakit nak?" tanya mamanya lemah saat melihat muka Hanari yang sangat pucat. Hanari tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Hanari nggak sakit ma..!" ujarnya sambil memegang tangan mertuanya.


"Tidak nak kamu sedang sakit. Kezra tidakkah kamu bisa mengantar Hanari periksa sebentar?" tanya mamanya sambil memalingkan kepalanya kepada Kezra. Hanari menggelengkan kepalanya lagi.


"Tidak ma, Hanari tidak sakit. Tadi Hanari sempat pingsan, tapi seseorang sudah bawa Hana ke dokter untuk periksa." ujarnya tersenyum meyakinkan.


"Dokter bilang apa nak?" tanya mamanya khawatir dengan menantunya dibandingkan dirinya sendiri. Hanari menatap Kezra, lalu menundukkan kepala.


"Dokter bilang, Hanari...!" katanya berhenti. Dia takut Kezra tidak terima. Apalagi Kezra masih mencintai Hanessa dihatinya.


"Dokter bilang apa nak? kamu baik-baik ajakan?" tanya mamanya tidak ingin menantunya itu kenapa-kenapa. Mama Kezra sangat menyayangi Hanari. Karena dia tahu bahwa Hanari tidak memiliki orang tua.


Hanari menganggukkan kepalanya


"Dokter bilang Hanari hamil 3 minggu ma." Hanari menundukkan kepala. Tetapi mama Kezra menatap Kezra dengan bahagia.


Kezra masih diam, dia juga tidak berani menatap Hanari. Dia hanya ingat perkataan Rikky. Kalau dia bisa melupakan Hanessa saat dia sudah mempunyai anak.


Mendengar hal itu Kezra seakan tidak percaya. Pernikahan mereka memang sudah 1 bulan, tetapi Kezra merasa hanya berapa kali menyentuhnya saat dia ingat pada Hanessa tapi bukan dengan rasa cinta melainkan emosi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2