Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 52


__ADS_3

Suasana sore itu menjadi hening, Kezra masih menundukkan kepalanya. Entah darimana dia harus cerita. Dia tahu hati ibu mudem pasti sangat sedih jika mendengar kepergian Hanari.


"Nak, istrimu Hanari baik-baik saja kan?" Tanya ibu mudem sambil menghibur dirinya dan berusaha tenang.


"Maafin saya bu" ujarnya


"Hanari, Hanari sudah tidak ada satu bulan yang lalu. Dia meninggal usai melahirkan anak kami." Lanjut Kezra dengan wajah masih menunduk kebawah, kata berbata-bata. Ibu mudem syok mendengarnya, airmatanya langsung mengalir deras.


"Tidak mungkin, tidak mungkin, nak!" Ujarnya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Kezra berdiri dan langsung memeluk kaki ibu mudem.


"Maafin saya bu, saya tidak tahu kalau Hanari mempunyai penyakit keturunan." Ibu mudem masih diam, melihat Kezra yang sungguh-sungguh. Ibu mudem pun mengerti dan tidak menyalahkan Kezra.


"Tidak nak, ini bukan salahmu." Bu mudem pun mengangkat Kezra supaya berdiri. Kezra tahu, kalau bu mudem sudah seperti orang tua mereka. Orang tua angkat Hanari pastinya.


"Sekarang pulanglah, rawat anakmu dengan baik." Lanjut bu mudem pada Kezra. Kezra langsung memeluknya dan menitipkan rumah mereka pada ibu mudem.


***


Kezra kembali ke Bogor rumah orangtuanya. Mamanya senang Kezra kembali. Jadi Nesson tidak kehilangan semuanya.


Kezra langsung memeluk Nesson dan menciuminya.


"Papa datang sayang!" Ujar Kezra sambil menciuminya.

__ADS_1


"Nak, ganti bajumu dulu, Mandi dulu baru peluk Nesson lagi." Ujar mamanya sambil mengambil Nesson dari pelukan Kezra. Kezra terpaksa memberikan Nesson pada mamanya.


Dia nurut apa yang mamanya bilang, tetapi selesai mandi. Kezra ingat Hanessa yang sedang bersama pacar barunya. Hatinya tambah sakit, dia menjadi geram.


Kini Kezra bukan seperti dulu lagi, dia sangat berubah. Harapannya semua sudah dikuburkan, Dia mencoba untuk melupakan Hanessa.


"Kezra, Kezraaaa!" Teriak mamanya. Kezra pura-pura tidur. Mamanya pun masuk dalam kamar Kezra. Mengusap rambutnya dengan lembut.


"Kasihan kamu nak, seharusnya bukan kamu yang menanggung semua ini. Seharusnya kami tidak memaksamu menikah saat itu. Sekarang hatimu lebih hancur dari sebelumnya." Mama Kezra mulai menangis dan menyesal. Laku pergi dari kamar Kezra.


"Maafin Kezra ma, Kezra nggak ada maksud untuk menyalahkan mama." Gumamnya dalam hati.


***


Di pantai dia tidak sengaja menabrak Prio saat sedang memotret moment yang indah disuasana pantai sore itu.


"Sorry, sorry..." ujar Kezra. Prio tersenyum padanya.


"Tidak masalah." Ujar Prio sambil mengambil kameranya. Kezra mengulurkan tangannya.


"Kezra!" Ucapnya, memperkenalkan diri. Prio menyambut tangannya dengan cepat.


"Prio!" Kezra merasa seperti pernah bertemu dengan Prio. Dia pun mengingat-ingat mukanya dan tempat dimana dia melihat cowok ini.

__ADS_1


Tiba-tiba Hanessa berlari menghampiri Prio, diikuti Putri dari belakangnya


"Prioooo!" Teriak Hanessa. Mereka berduapun menoleh melihat Hanessa. Mata Hanessa langsung bertatapan dengan mata Kezra. Kezra menarik tangannya dari Prio.


Lalu pergi meninggalkan mereka. Tetapi Hanessa mencegahnya.


"Kezra...!" Panggilnya. Sambil berlari dibelakang Kezra. Kezra berhenti sejenak lalu berjalan lagi.


"Kezraaaa!" Teriak Hanessa, dia pun mulai menangis. Putri berlari menghampirinya.


"Hanessa, sudah Han. Loe jangan nangis." Ujar Putri sambil memeluknya.


"Dia Kezra pacar kamu yang ninggalin kamu nikah itu Han?" Tanya Prio geram.


"Hussss, loe jangan bicara begitu." Ujar Putri.


"Kalau gue tahu dari tadi, sudah gue hajar dia. Ngapain dia kesini coba? Kalau nggak cari masalah." Ujar Prio memanas.


"Sudah lah Prio, loe jangan tambah suasana kacau lagi ah!" Ujar Putri. Prio pun diam. Tapi hatinya benar-benar tidak terima Kezra datang untuk menyakiti hati Hanessa lagi.


"Han, loe juga harus sadar. Kezra itukan sudah punya istri." Ujar Putri. Hanessa melepas pelukannya dan menghapus airmatanya.


"Iya put, kamu benar. Ayo kita pergi." Ujar Hanessa sambil berjalan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2