Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 7


__ADS_3

BANDUNG, 20 FEBRUARI 2011


kikk kiiikk kiikkk kiikk kikkkk....terdengar suara klason mobil dimana-mana. Hanessa menyebrangi sebuah jalan ditempat penyebrangan menuju dimana dia akan beradaptasi sekarang.


"Haloo...Hanessa ya?" ucap seseorang kepadanya saat menyambutnya dipintu masuk. Terpampang tulisan "Asrama putri Bandung". Hanessa tinggal disebuah yayasan yang terkenal ketat. Ditempat inilah Hanessa dan Kezra hilang komunikasi. Karena hp nya harus ditahan selama melanjutkan study. Kadang Hanessa menggunakan telpon umum untuk memberikan kabarnya.


"Hei, anak baru ya?" tanya seseorang yang baru melihatnya. Hanessa menganggukkan kepala dan tersenyum. Seseorang mengantarkan dia dikamarnya. Hanessa mengikutinya dari belakang.


"Ini kamarmu, nanti kalau mau kebelakang tinggal lurus. Disana ada kamar mandi." ucapnya kepada Nessa sambil menunjuk kearah belakang. Hanessa hanya mengangguk kemudian masuk kekamar. Dia mengelilingi kamar dan memperhatikannya. Lalu membuang tubuhnya diatas kasur. Muka Kezra selalu terbayang dipikirannya. Rasa sedih dan rindu saat meninggalkan kekasih hatinya. Tapi dia percaya, dia akan setia dan mereka akan bersama.


Tok..tok..tok....


Seseorang mengetuk pintu kamarnya. Hanessa bangkit dan membuka pintu.


"Mbak, dipanggil untuk makan malam dulu." ucap mahasiswa yang disuruh oleh ibu asramanya untuk memanggil Hanessa.


"Baik, nanti saya akan segera kesana." jawab Nessa, lalu beranjak ganti pakaian dan segera menuju ruang makan. Semua mahasiswa sudah berkumpul. Masing-masing memegang tempat makannya sambil memperhatikan Nessa. Hanessa agak grogi dilihatin.


***


"Anak-anak perhatikan. Sekarang kita ada teman baru disini. Jadi, jaga sikap kalian." Ucap ibu asramanya sambil memperkenalkan Hanessa selesai makan. Semua mahasiswa memandangnya. Bahkan ada yang sudah jatuh cinta dengannya. Ada berbisik-bisik tidak jelas.


"Silakan perkenalkan nama dan asalmu." ujar ibu asrama meminta Nessa untuk memperkenalkan dirinya. Hanessa berdiri, memberi salam lalu memperkenalkan dirinya.


" Kenalkan nama saya Hanessa asal Bogor." ucapnya singkat. Lalu duduk kembali. Mukanya sudah merah menahan malu.


"Ada yang mau bertanya?" tanya ibu asrama pada mahasiswa - mahasiswi lainnya. Mereka hanya bisik-bisik tapi tak berani bertanya. Salah satu mahasiswa mengangkat tangan.

__ADS_1


"Sudah punya pacar belum?" tanyanya membuat semua mahasiswa terkekeh ketawa mendengar pertanyaannya.


Surya


Anak asrama laki-laki di Universitas Bandung yang tinggal di yayasan bersama. Anaknya sangat lucu dan suka membuat lelucon yang membuat semua orang berbahak-bahak sampai sakit perut. Dia paling muda diantara yang lainnya dan lelaki yang pertama menyukai Hanessa di asrama.


"Baik, kalau tidak ada. Silakan masuk kamar kalian masing-masing. Selamat malam."


Ibu asrama mengakhiri pembicaraannya dan kemudian kembali ketempatnya. Saat menuju kamar, seseorang menghampiri Hanessa.


"Hei, kenalin gue Putri."


"Hanessa." sambil menyambut tangannya yang terulur. mereka berjalan bersamaan menuju kamar yang searah.


"Sudah lama tinggal diasrama?" tanya Nessa padanya. Putri menggelengkan kepala.


"Tapi, walaupun baru 2 bulan aku sudah menguasai peraturan disini dan sudah mengetahui banyak hal." lanjutnya. Lalu kemudian mereka hening sejenak. Putri mulai cerita kepada Hanessa.


"Beberapa mahasiswa/i yang kabur dari sini karena tidak tahan peraturannya. Padahal menurutku proses yang diberikan oleh yayasan ini sangat bagus." lanjutnya serius. Hanessa hanya mengangguk-angguk mendengarkan ceritanya. Namun tak terasa mereka sudah sampai di kamar masing-masing.


"Nessa, sudah sampai. Besok kita lanjutin lagi. Bye..selamat malam."


"Byeee, selamat malam." Balas Nessa sambil melambaikan tangannya. Kemudian langsung masuk kamar dan membaringkan diri. Dia menatap langit-langit kamarnya. Hatinya selalu menyebut nama Kezra. Ingin sekali dia menelponnya, tapi hpnya telah ditahan oleh ibu asramanya.


***


Kezra

__ADS_1


Memandangi hpnya berharap Hanessa menelponnya. Dia sudah coba berapa kali menelpon Hanessa tetapi hpnya tidak aktif. Kezra sangat khawatir. Dia mengirimkan pesan tetapi tidak juga masuk.


"Nessa, kemana sih?" gumamnya.


Dari pagi sampai malam Kezra menunggu kabar darinya. Dia tidak bisa tidur mikirin Hanessa, begitu juga Hanessa sangat gelisah karena tidak memberikan kabar kepadanya. Dia lupa untuk menelpon Kezra, karena hp nya langsung ditahan.


Satu minggu kemudian, Hanessa bagun cepat-cepat dan membangunkan Putri untuk minta antarkan ketempat telpon umum. Mereka pun ijin untuk jalan pagi.


Tring...tring.... Hp Kezra bergetar. Beberapa menit Kezra membiarkannya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu lalu mengangkat telponnya.


"Halooo..." jawab seseorang dari sebrang telpon.


"Nessaaa...." jawab Kezra merasa bahagia. Dia mengenali suaranya.


"Kamu kemana aja, kenapa tidak mengabarin aku? Aku sangat mengkhawatirkanmu"


"Maaf Kezra, aku lupa memberitahumu. Hp ku ditahan oleh ibu asrama." Katanya sedih menahan rindu.


"Aku sangat merindukanmu." lanjutnya.


"Aku juga merindukanmu. Kamu tau kalau aku sangat kesepian tanpamu." ucap Kezra meneteskan airmata tanpa diketahui oleh siapapun.


"Kezra nanti akan kutelpon lagi. Jika ada waktu." ucap Hanessa yang tidak kuasa menahan airmatanya lalu mengakhiri telponnya. Putri memeluknya.


"Sabar ya Nessa, suatu saat pasti kalian akan dipertemukan lagi." ucap Putri memberikan semangat padanya. Merekapun beranjak pulang di asrama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2