Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 24


__ADS_3

Putri berlari untuk kembali ke asrama. Prio dan Asri hanya terdiam dan heran melihat kelakuan Putri yang tiba-tiba itu. Mereka memperhatikan Putri yang sedang memberhentikan gojek lalu naik diatas motornya.


Dengan singkap dia turun dari gojek dan berlari masuk asrama dia menuju kamar Hanessa mencari sesuatu yang pernah dia lihat mengenai seseorang yang sangat Hanessa sayang. Putri pun menemukannya, dia mengambil dan menyembunyikannya.


Dengan cepat Putri mencari sesuatu di hp Hanessa. Lalu menaruhnya di hpnya dan menghubunginya.


"Halo, Kezra ya?" ujar Putri sok kenal.


"Bukan. Aku Gisel adiknya. Ada apa kak? Maaf kakak ini siapa?"


Ucap Gisel penasaran.


"Oh Gisel. Kakak temannya Kezra. Boleh kakak minta alamat rumahnya?" Ujarnya


"Kakak dengar Kezra nikah, jadi kakak minta maaf nggak bisa datang. Tapi kakak mau kirim sesuatu buat dia." lanjutnya. Tanpa pikir panjang, Gisel yang polospun memberikan alamatnya.


"Terima kasih Gisel."


"Sama-sama kak." ucapnya. Lalu menutup telponnya.


Putri membungkus buku khusus Hanessa yang berisi tentang kisah cinta, kenangan dan kerinduannya kepada Kezra. Dia membungkusnya dengan rapi. Ada satu pesan yang dia tulis didalam buku khusus itu sebelum dibungkusnya.

__ADS_1


Putri berlari lagi, tidak henti-hentinya dia berusaha untuk Hanessa. Entah apa tujuannya.


***


Prio dan Asri mencoba mendekati Hanessa yang masih larut dalam kesedihannya. Dia berlutut diatas pepasiran dengan hati yang hancur berkeping-keping.


"Han,,,sudah jangan nangis lagi." ujar Asri sedih. Hanessa menatapnya lalu memeluknya. Asripun membalas pelukannya.


Asri membangunkan Hanessa untuk berdiri. Dia menghapus airmatanya. Ternyata Putri sudah tiba dibelakang mereka. Lalu memeluk Hanessa.


Prio masih mematung. Hatinya terasa perih melihat orang yang dia sayang tersakiti.


Merekapun duduk di bebatuan, saling berpelukan dan saling menghibur. Tetapi Hanessa masih menatap lautan yang tak ada tembusannya.


Melihat hanya mereka berdua lagi. Prio memberanikan diri untuk bicara.


"Dalam kondisi kayak gini, gue nggak bisa bicara apa-apa." ujar Prio tanpa menoleh Hanessa. Hanessa tersenyum mendengarnya.


"Kau teman yang baik Prio. Kau selalu ada." ujar Hanessa.


"Gue nggak tau, lelaki

__ADS_1


seperti apa dia? Sehingga loe sangat mencintainya tapi malah meninggalkan loe kayak gini dengan wanita lain." ucapnya berapi-api karena geram.


"Jujur Nessa, gue tidak tega melihat loe kayak gini. Hati gue sakit." sambungnya.


"Sudah Prio, aku dan dia tidak ada jodoh untuk bersama." ujarnya mencoba menenangkan hatinya sendiri.


"Baik. Kalau gitu gue harap loe jangan nangis lagi. Tambah jelek tahu." ucap Prio menghiburnya. Dia berhasil buat Hanessa tersenyum, lalu memeluknya.


"Nah, gitu dong. Kan cantik." sambungnya.


"Sudah mulai gelap, angin malam tidak baik tuk dipantai. Kita pulang ya?" ajaknya. Hanessa pun menganguk.


Dari kejauhan Putri dan Asri memperhatikan mereka. Lalu mengikuti mereka dari belakang. Tiba-tiba Hanessa ingat mereka. Dia pun berhenti berjalan.


"Putri dan Asri kemana?" tanyanya pada Prio.


"Dorrrr...." teriak Putri dan Asri bersamaan mengagetkan Hanessa. Lalu memeluknya. Mereka senang Hanessa tidak sedih lagi.


Ternyata berteriak dipantai bisa membuat hati terasa plonggg....


Seperti Hanessa saat ini, dia mengutarakan segala kepedihannya, kehancuran hatinya saat ditinggal kekasih hati menikah dengan wanita lain.

__ADS_1


Kini hatinya mulai tenang, dia mulai mengiklaskan orang yang dia cintai melupakannya walaupun dia sangat merindukannya.


Bersambung...


__ADS_2