
Namun suatu hari, anak-anak libur sekolah. Hanessa mencoba mengajak Nesson jalan-jalan.
Hanessa menghampiri Nesson kerumah neneknya.
Tok...tok...tok...
"Permisiii...!" Ujar Hanessa.
"Eh nak Hanessa, mari masuk nak.!" Ujar Nenek Nesson ramah.
"Makasih bu, Nesson nya ada?"
"Ada didalam kamarnya lagi main." Ujarnya
"Ada perlu apa nak Hanessa disini? Apa Nesson punya masalah disekolahnya?" Tanyanya lagi sedikit panik.
"Tidak bu, saya disini mau minta ijin ajak Nesson pergi jalan-jalan sebentar?" Ujar Hanessa kepada Neneknya Nesson.
"Oh boleh, kalau Nesson nya mau." Ujarnya lembut.
Tiba-tiba Nesson manggil neneknya.
"Nenekkk...!" Teriak Nesson dari kamarnya sambil berlari menghampirinya.
"Nesson, sini sayang. Ibu gurumu datang mau ajak Nesson jalan-jalan. Nesson mau?" Tanya neneknya. Nesson hanya mengangguk setuju.
"Baiklah sayang, sekarang siap-siap yuk, gurumu sudah menunggu." Ujar neneknya sambil mengajak Nesson untuk ganti pakaiannya.
"Hai Nesson" ujar Hanessa sambil menyambut Nesson setelah keluar dari ruang gantinya.
"Hai juga ibu gulu!" Ujar Nesson bersemangat. Dia langsung memegang tangan Hanessa.
"Ayo bu, kita pergi!" Ujar Nesson tidak sabar menarik tangan gurunya. Neneknya tersenyum lebar melihat tingkah manja Nesson kepada gurunya Hanessa.
__ADS_1
"Nesson jangan nakal ya!" Pesan neneknya.
"Tolong jagain dia dengan baik nak Hanessa." Lanjutnya berpesan pada Hanessa. Hanessa mengangguk dan tersenyum pada nenek Nesson lalu kemudian melaju.
***
"Gimana Nesson, bagus nggak pemandangannya?" Tanya Hanessa membuka suasana hening. Nesson hanya mengangguk.
Hanessa membawa Nesson mutar-mutar untuk melihat binatang-binatang pemeliharaan yang unik dan lucu.
Hanessa sangat senang melihat raut muka Nesson yang berubah sangat ceria. Namun tiba-tiba...
"Bu gulu, kenapa mama tidak pernah menemui Nesson?" Pertanyaan yang menyayat hati Hanessa. Neneknya pernah bilang belum waktu nya Nesson tahu dimana mamanya sekarang.
"Kenapa ibu diam saja?"
"Nesson kita, lihat-lihat kesana yuk!" Ujar Hanessa mengalihkan pertanyaannya.
"Oh ya Nesson, boleh nggak kalau ibu guru bertanya pada Nesson?" Nesson langsung menatap gurunya, dan mengangguk. Hanessa tersenyum melihatnya.
"Ibu mau nanya, kok Nesson di sekolah suka murung sendiri? Padalah Nesson anak yang baik, ceria dan pintar lagi." Puji Hanessa. Nesson menundukkan kepalanya.
"Nesson pengen mama!, Nesson pengen dijemput mama pulang sekolah." Ujarnya sedih. Hanessa langsung memeluknya dan mencium keningnya.
"Nesson mau nggak, kalau pulang sekolah ibu yang antarin?" Nesson langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum senang pada Hanessa.
"Kalau gitu, di sekolah jangan murung lagi ya, jangan sedih kan ada ibu." Ujar Hanessa menyenangkan hatinya. Hanessa pun memeluknya.
***
Semakin hari hubungan Hanessa dengan Nesson semakin dekat.
Dia selalu mencari ulah supaya bisa di perhatikan oleh Hanessa.
__ADS_1
"Nesson, kenapa berkelahi sama teman?" Tanya Hanessa. Kali ini bukan yang pertama kali Nesson berkelahi dengan temannya. Terpaksa orangtua Nesson harus dipanggil kesekolah untuk konseling.
"Bu Hanessa, ibu sudah terlalu memanjakan Nesson. Sekarang dia sering bikin ulahkan." Ujar guru-guru yang lain.
"Iya ibu-ibu, nanti saya akan panggil orangtuanya." Jawab Hanessa. Sejujurnya hanya Hanessa yang memahami Nesson.
"Nih, saya sudah buatin bu." Ujar salah satu guru sambil melemparkan selembar surat untuk Nesson kepada Hanessa.
Hanessa hanya menatap guru-guru yang ada didalam kantor tanpa ada komentar.
Hanessa kembali diruangan kelasnya, lalu menyelibkan surat dibuku Nesson.
"Ayo anak-anak, sekarang siap-siap kita pulang" ujar Hanessa kepada muridnyan.
Semua anak-anak senang dan langsung berlari-larian kesana kesini.
"Oke, duduk yang manis. Sebelum pulang kita doa dulu." Ujar Hanessa mengajak anak-anak berdoa. Mereka pun menundukkan kepala.
"Amin!" Ujar Hanessa lagi.
Anak-anak langsung berhamburan keluar.
"Eh, keluarnya harus tertib. Berbaris dulu!" Ujar ibu Hesti guru yang menopang Hanessa dikelas.
Anak-anak pun membuat barisan dan memberi salam kepada guru mereka.
Seperti biasa, Hanessa mengantarkan Nesson kepada Neneknya.
"Apa Nesson berkelahi lagi nak?" Kata nenek Nesson bertanya pada Hanessa gurunya. Hanessa menganggukkan kepalanya sedih.
"Maaf bu, saya menitipkan surat dalam buku Nesson." Ujar Hanessa sambil kembali kekelasnya.
Nenek Nesson masih berdiri ditempat, Hanessa merasa tidak nyaman. Dia kembali berhenti dan memutar badannya menghadap nenek Nesson.
__ADS_1
"Besok kita akan membahasnya." Ujar Hanessa sambil tersenyum.
Bersambung...