Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 46


__ADS_3

Setelah puas bermain di tengah pantai. Mereka pun menuju Hanessa yang menunggu sedari tadi.


"Han, kamu sakit?" Tanya Prio


"Kok mukamu pucat banget?"


"Nggak kok, cuma nggak enak badan aja sedikit." Ujarnya tersenyum.


"Ya sudah, kita pulang ya?" Ajak Prio pada mereka. Merekapun mengangguk setuju.


"Loe tunggu ya Han, gue ganti baju dulu." Ujar Asri sambil berlari menuju ruang ganti.


Beberapa menit kemudian semua sudah kumpul kembali ditempat dimana Hanessa duduk menunggu mereka.


"Yukkk...!" Kata Prio yang sudah menuju motornya dengan Asri.


Mereka pun menaiki motor dan melaju menuju jalan pulang.


Kurang lebih dari satu jam perjalanan, mereka sudah sampai.


"Ya sudah gue langsung cabut ya? Ada urusan lagi." Ujar Prio


"Gue juga ya?" Ujar Asri ikutan pulang. Putri dan Hanessa hanya mengangguk.


"Hati-hati ya loe berdua.!" Sahut Putri sambil melambaikan tangannya.


"Bye,,,"

__ADS_1


"Ayo Han, kita masuk." Ajak Putri pada Hanessa. Mereka pun masuk kamar masing-masing.


Hanessa masuk dikamarnya langsung membaringkan tubuhnya yang kurang fit untuk melakukan sesuatu. Dia hanya mengambil hp dalam tasnya, mencari-cari pesan masuk atas nama Hanari. Kenapa tidak memberikan kabar, sudah lahiran atau belum.


Keesokan harinya, Hanessa mengecek kembali hpnya. Mencoba menghubungi nomor Hanari tetapi tetap tidak aktif.


Hanessa mulai cemas dan khawatir, dia merasa ada sesuatu yang terjadi pada Hanari. Dia pernah bilang suaminya tidak pernah mencintainya.


Hanessa ingin sekali melihat keadaan Hanari dan menjengkuknya, tapi Hanari tidak memberikan alamat rumah sakitnya dimana dia bersalin.


***


Rumah Hanari sudah dipenuhi dengan rangkaian bunga. Semua orang berkumpul mendoakan jenazahnya. Mama Kezra tidak bisa lagi menahan tangisnya.


Saudara-saudaranya memintanya untuk tetap tenang. Begitupun dengan Kezra walaupun dia tidak mencintai Hanari dengan tulus tapi dia merasakan kesedihan, dia tidak bisa melihat anaknya hidup tanpa seorang ibu.


Kezra hanya mengangguk mengiyakan.


Tiba-tiba saat Hanesss ingin mencoba pergi ke rumah sakit, dia tidak sengaja melewati rumah yang dipenuhi rangkaian bunga.


"Pak, pak, ada acara apa disini ya?" Hanessa mencoba bertanya pada tukang ojek yang dia tumpangi.


"Ada yang meninggal mbak disini." Jawab tukang ojeknya.


"Oh gtu!" Ujar Hanessa sambil mengangguk-angguk.


"Iya mbak, kasihan masih muda baru punya anak satu masih bayi lagi." Lanjut tukang ojek.

__ADS_1


"Kasihan ya!" Ujar Hanessa lagi.


"Oh ya, mbak mau kemana?" Tanya ojeknya.


"Ehmmm... mungkin kita mutar balik aja ya pak." Ujarnya.


"Loh, kenapa mutar balik mbak?"


"Nggak apa-apa pak, cuma ada yang ketinggalan." Kata Hanessa bohong.


"Ya sudah, mutar balik ya mbak?"


"Ya pak." Hanessa mengambil hp nya mencoba menghubungi Prio. Tapi saat Hanessa melewati rumah yang berduka dengan samar-samar Hanessa melihat Kezra menggunakan pakaian hitam berjalan mengikuti pemakaman tapi dia tidak yakin itu Kezra karena dia ada di Bogor dan disini Bali gbumamnya.


"Pak, pak berhenti sebentar." Pinta Hanessa menepuk bahu tukang ojeknya. Tukang ojeknya pun langsung berhenti mengikuti perintah Hanessa.


"Mustahil Kezra ada disini, tidak mungkin. Aku pasti salah lihat." Gumamnya.


"Dia kan anak tunggal, tidak punya siapa-siapa. Saudara sepupunya pun dibogor semua." Lanjutnya lagi.


"Kenapa mbak?" Tanya tukang ojeknya yang sedari tadi mendengarkan Hanessa bergumam sendiri.


"Nggak apa-apa pak. Kita lanjut jalannya." Ujar Hanessa.


Mereka melewati orang ramai yang berjalan menuju pemakaman. Tetapi Kezra sama sekali tidak melihat Hanessa, dia fokus mengikuti pemakaman istrinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2