
"Gimana perasaanmu sekarang Han?" tanya Prio saat bertemu di kampus dengan Hanessa.
"Seperti yang kamu lihat sekarang." jawabnya datar.
"Kalau yang aku lihat sekarang sih, lebih cerah dari yang kemaren-kemaren!" ucap Prio sambil tersenyum.
"Bisa aja." ujar Hanessa sambil melempar pukulan dipundaknya dengan pelan.
"Nanti kita ke pantai ya?" ajak Prio. Hanessa mikir sejenak.
"Oke deh." balasnya. Merekapun akhirnya berpisah karena kelas berbeda.
Tring ting...( pesan masuk )
Jordi
"Hay manis, apa kabar?" chatnya. Dengan emot tersenyum.
"Baik." balas Hanessa. Lalu langsung mengetik nomor Jordi dan menghubunginya.
"Halo Hanessa...!" jawab Jordi senang.
"Hai Jordi, gimana kabarmu?" tanyanya.
"Baik, sama sepertimu." jawab Jordi.
"Nessa, kapan balik kesini?"
__ADS_1
"Entah lah Jor, aku masih sibuk dengan tugas kuliahku." ujar Hanessa sedih. Sebenarnya bukan itu alasan yang tepatnya. Hatinya masih belum terobati dengan rasa kecewanya.
"Oh gitu. Kalau sudah selesai cepat balik ya? Aku merindukanmu." ujar Jordi.
"Iya Jor, kalau aku sudah selesai aku pasti segera balik kesana." ucap Hanessa menghibur.
"Jordi, sebentar lagi aku masuk. Nggak pa-pa kan kalau aku tutup telponnya sekarang?" ujar Hanessa.
"Iya Han, nggak pa-pa kok. Bye Hanessa...!"
"Bye Jordi...!" Hanessa menutup telponnya. Lalu menuju ruang kelasnya. Beberapa jam mengikuti mata kuliah. Akhirnya Hanessa keluar.
***
"Hanessaaa!" teriak Prio diatas motornya yang sudah dari tadi menunggu Hanessa. Hanessa pun menolehnya dan berjalan menuju Prio.
"Sudah lama menunggu?" tanya Hanessa.
"Nggak kok cuma 15 menit." jawab Prio. Hanessa tersenyum mendengarnya. Prio meliriknya dikaca spion.
"Gue senang kalau lihat loe tersenyum kayak gini Hanessa." Gumam Prio dalam hatinya. Dalam perjalanan mereka saling diam hingga tak terasa pantai yang akan ditujupun sudah kelihatan.
"Prio, itu kan pantainya kok kita lewat?" ujar Hanessa sambil menunjuk pantai yang biasanya dia berdiri disana. Tetapi Prio tetap melajukan motornya.
Prio ingin membawa Hanessa di tempat yang lain.
"Prio kita mau kemana?" ujar Hanessa sedikit panik. Tapi Prio tidak peduli. Dia terus melajukan motornya hingga tempat yang Prio tujupun sudah terlihat. Prio mulai memperlambat motornya.
__ADS_1
"Kita cari suasana baru." ujar Prio sambil mencari-cari tempat untuk parkir. Hanessa melihat pemandangannya sangat indah.
"Prio kita dimana?" tanya Hanessa lagi dengan penasaran. Prio pun memberhentikan motornya. Hanessa langsung turun dan melihat kesana kemari.
"Ayo ikut aku!" ajak Prio sambil menarik tangan Hanessa. Hanessapun mengikutinya.
"Wahhh...tempat ini benar-benar indah." ujar Hanessa merasa nyaman.
"Aku sengaja membawamu kesini." ujar Prio. Hanessa kaget mendengarnya.
"Kenapa?" tanyanya
"Aku nggak ingin melihatmu sedih Han, aku ingin melihatmu merasa nyaman dan melupakan kesedihanmu." jujur Prio sambil menatap Hanessa. Hanessa tersenyum menatapnya. Hanessa tahu perasaan Prio terhadap dirinya. Tetapi dia belum siap untuk menerima orang lain dihatinya. Nama Kezra masih terukir dan sulit tuk dilupakan.
"Prio coba lihat sana bagus banget." ujar Hanessa mengalihkan pandangan Prio darinya. Prio tersenyum.
Prio memegang tangan Hanessa dengan erat, dia menariknya untuk mendekati pantai. Pantai yang bersih dan nyaman dikelilingi dengan pasir-pasir, pohon kelapa dan sedikit batu bahkan tempat-tempat santai yang sangat berbeda dengan pantai yang biasanya Hanessa berdiri disana dengan tugas-tugas kampusnya.
Kini dia menikmati suasana pantai yang baru, yang indah, bersih dan nyaman. Hanessa bagaikan bermimpi, dia memandangi di sekelilingnya.
"Andai kita bisa bersama disini Kez." gumamnya dalam hati sambil tersenyum sinis. Dia membayangkan saat bersama Kezra di pantai berdua.
Tidak terasa, airmatanya mulai jatuh. Hanessa berjalan menuju pantai. Diambilnya sesuatu yang pernah dia simpan untuk Kezra.
"Tidak ada lagi kerinduan, tidak ada lagi kenangan. Selamat tinggal Kezra. Kau sudah menemukan kebahagiaanmu dengan wanita lain. Aku akan melupakanmu disini." gumam Hanessa sambil melemparkan benda yang bertulisan Kezra dan Hanessa yang akan dia berikan dihari ulangtahun Kezra nanti.
Dari jauh Prio memperhatikannya tapi dia tidak mau mengganggu suasana hati Hanessa saat ini. Prio membiarkannya sampai dia bisa melupakan kesedihan dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung...