Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 29


__ADS_3

"Mama, ada apa? Kenapa mama menangis?" tanya Hanari sambil memeluk mama Kezra. Mama Kezra hanya menggelengkan kepala tak bicara apa-apa.


"Pasti Kezra yang sudah buat mama menangis ya?" tanya Hanari lagi. Mama Kezra tetap menggelengkan kepala.


"Ya sudah ma, kita masuk yuk!" ajak Hanari sambil memapah mertuanya menuju ruang tamu.


Sejenak Hanari melihat Kezra yang siap-siap mau pergi. Dia pun meninggalkan mertuanya diruang tamu. Dia binggung entah kenapa, Kezra berubah dratis. Akhir-akhir ini dia sering pergi, pulang larut malam, jarang dirumah dan jarang bicara.


Hanari pun mencoba menghampirinya.


"Kezra mau kemana?" tanyanya heran. Tapi Kezra masih diam tidak bicara apa-apa.


"Kez, jawab mau kemana?" tanya Hanari lagi sambil memegang lengan Kezra. Kezra tidak peduli dia tetap mengemasin barang-barangnya. Hanari mulai meneteskan airmatanya dan memeluk Kezra dari belakang.


"Aku minta maaf jika ini salahku telah membuatmu berubah. Tapi tolong jangan pergi Kez." ucap Hanari terisak tangis. Kezra melepaskan tangan Hanari yang memeluknya.


"Maafin aku Hana, aku nggak bisa bohongi perasaanku. Aku tidak bisa mencintai kamu." ujar Kezra tanpa menolehnya. Hanari kaget mendengarnya, dia semakin menangis.


"Tapi kenapa Kez? Dan kenapa kamu menikahiku jika kamu tidak mencintaiku?" kata Hanari pedih. Kezra masih diam. Lalu berjalan untuk pergi tapi dengan cepat Hanari menahan kaki Kezra dengan tangannya.


"Aku mohon Kez, jangan tinggalkan aku." ujarnya memohon.


"Biarkan aku pergi Hana, beri aku waktu untuk semua ini." ucap Kezra. Dengan pelan Hanaripun melepaskan tangannya. Dan Kezrapun berlalu pergi. Kebencian terpancar dimatanya, dia mencoba untuk tidak melihat mamanya yang duduk diruang tamu.


Mamanya yang memperhatikannya terus menangis tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tahu, Kezra sangat membencinya.

__ADS_1


***


"Hei, bro. Ada masalah apa?" tanya Rikky teman Kezra. Ketika melihat Kezra yang sudah tiba-tiba dipintu kontraknya. Kezra menggelengkan kepalanya lalu melemparkan tas besar yang penuh bajunya dikursi.


"Gue numpang dirumah loe, beberapa hari!" ujar Kezra langsung masuk tanpa permisi.


"Bukannya loe sudah punya istri, kenapa loe meninggalkannya?" teriak temannya yang masih dipintu binggung dengan sikapnya Kezra.


"Aku tidak mencintainya, aku butuh waktu sekarang." ujarnya sambil membaringkan diri dikursi.


"Baiklah, tunggu sebentar gue akan buatin loe kopi." ucap temannya lalu pergi ke dapur. Beberapa saat temannya datang dengan dua cangkir kopi.


"Bro, bagaimanapun loe sudah nikah dengan gadis itu. Loe harus bisa mencintainya?" ujar temannya sambil meletakkan kopi didepan Kezra.


"Rik, aku masih mencintai Hanessa. Aku sudah janji dengannya." ucapnya


Sejenak Kezra berpikir keras. Dia binggung untuk menjelaskan semuanya.


"Gue hilang kabar bertahun-tahun dengan Hanessa. Tapi sekarang gue menemukan ini?" ujar Kezra sambil menunjukkan buku Khusus Hanessa.


"Dia sangat mencintai gue dan dia masih pegang janji kami. Gue nggak bisa melupakan dia. " ucap Kezra sedih. Rikky menepuk bahunya. Dia tahu hati temannya itu sedang kacau sekarang.


"Dia pasti mengerti saat loe jelasin ke dia." ujar temannya meneguhkan.


"Gue nggak tahu Rik, apa dia bisa terima atau nggak!"

__ADS_1


Kezra menyandarkan badan dikursi dan memejamkan matanya. Rikky hanya diam, dia ikut sedih.


"Gue yakin, dia pasti bisa menerimanya Kez." ujar Rikky meyakinkan. Kezra tetap diam, entah apa yang dia pikirkan sekarang.


"Sebelum terlambat, loe hubungi dia sekarang!" lanjut Rikky.


Kezra baru ingat, Gisel pernah memberitahunya kalau Hanessa sudah diperbolehkan pegang hp.


Diapun segera mengambil hpnya.


Tringgg....tringgg....


Hp Hanessa berdering beberapa kali. Karena sibuk dengan tugasnya, Hanessa mengabaikannya. Prio yang dari tadi melihatnya meminta Hanessa untuk mengangkat telponnya dulu.


"Han, kenapa tidak diangkat dulu telponnya? Siapa tahu penting." ujar Prio.


"Nanti akan kutelpon balik, kalau sudah selesai." ucap Hanessa. Tapi Prio merasa kasihan karena sudah berulang kali.


"Biar kuangkat dan memberitahunya." jawab Prio. Hanessa pun mengangguk.


"Haloo, siapa ini?" tanya Prio pada panggilan yang tidak ada namanya karena nomor baru. Disebrang telpon hanya diam tak bersuara, kecewa karena suara lelaki yang mengangkatnya.


"Halo, maaf dengan siapa?" lanjut Prio.


"Nessa, nggak ada suara." teriak Prio memberitahu Hanessa dengan hp masih ditelinganya. Tiba-tiba telponnya ditutup.

__ADS_1


"Yeah dimatiin..." ucap Prio. Hanessa tersenyum dengar gerutu Prio.


Bersambung...


__ADS_2