
Lagi asyik mengobrol dengan Prio, Hanessa dikagetin dengan Asri. Tiba-tiba Asri datang dari belakang dan memeluknya.
"Hanessaaa...!" ujarnya dibelakang Hanessa. Hanessa kaget bukan kepalang bahkan dia tidak dapat bergerak karena pelukan Asri yang sangat erat dan lebay.
"Gue kangen banget lihat loe kayak gini. Gue terasa mati melihat loe sedih kemarin." katanya lebay buat
Prio dan Putri terasa mual mendengar ucapan Asri.
"oooeeekkkk...." ejak Prio dan Putri bersamaan didepan Asri.
"Apaan sih loe berdua, hamil ya?" balasnya bercanda sambil melepaskan pelukannya.
"Ehhh, dasar loe ngomong sembarangan ya" ujar Prio dan Putri sambil mendorong Asri sampai mundur kebelakang.
"Terlalu lebay loe." ucap Putri menimpali. Asri cemberut dia cepat duduk disamping Hanessa. Hanessa terkekeh melihat candaan mereka yang heboh karena Asri.
"Makasih As, sudah peduli banget sama aku." ucap Hanessa. Asri senang mendengar ucapan Hanessa.
"Maaf kalau aku sudah buat kalian khawatir." lanjutnya. Astri menatapnya dengan perasaan haru. Dia menyandarkan kepalanya dibahu Hanessa.
"Iya Nes, sekarang jangan sedih lagi ya?" ujarnya. Hanessa tersenyum padanya dan mengangguk.
"Iya, aku janji nggak bakalan sedih lagi kok dan nggak akan buat kalian khawatir." ujar Hanessa. Mereka pun berpelukan. Putri pun menuju dan memeluk mereka berdua.
__ADS_1
***
Hanessa
"Kukuburkan Rinduku
Didasar Laut"
Mulutku bisa mengatakan "Iya" tapi hatiku tidak dapat "dibohongi." Siapapun yang dikhianati oleh seorang kekasih yang sangat kita cintai, tidak akan mudah untuk bisa move on darinya. Kecuali hati bisa menyembunyikannya dari orang - orang yang kita sayangi.
Seperti halnya dengan diriku, aku bisa menutupi hatiku yang sedih dan pedih dari orang-orang yang aku sayang. Aku bisa tersenyum dan bisa bercanda dengan mereka tetapi sesungguhnya hatiku sedih dan hancur.
Ingin kukatakan pada Tuhan, mengapa aku dilahirkan dan dipertemukan dengan orang yang sangat aku cintai tetapi menyakitkan seperti ini?
Kubertanya pada cinta yang terus tumbuh bertahun - tahun disaat itu, mengapa aku harus menemukan cinta seperti ini? Dengan kerinduan yang membara, kuukir namanya hingga sulit tuk aku menghapusnya.
Aku kehilangan komunikasi dengan orang yang ku sayang, aku kehilangan dia. Dengan bertahun-tahun cinta dan rinduku tumbuh, tetapi tenggelam dengan cinta yang lain pada dirinya.
***
Kezra
"Sudahlah bro, lupakan aja Hanessa. Gue yakin loe bisa tanpa dia saat loe sudah punya anak." ujar Rikky. Kezra hanya diam dan terus memperbaiki motor seseorang yang rusak seakan-akan dia tidak mendengarkan perkataan Rikky.
__ADS_1
Kezra bekerja dibengkel Honda dengan Rikky. Dia merasa lebih nyaman dengan temannya itu dibanding dirumahnya apalagi bertemu dengan Hanari, entah kenapa sehingga membuatnya semakin tidak mood tinggal dirumah.
Tringgg....tringggg....
Hp Kezra berdering.
Hanari menelponnya, tapi Kezra membiarkannya begitu saja. Sudah beberapa kali Hanari menelponnya. Rikky yang tidak tega langsung mengangkatnya.
"Halo Kez, kamu dimana? Mama sedang sakit dan dia mencarimu?" ujar Hanari kedengaran sangat panik dibalik hpnya. Rikky yang mendengarnya langsung melauspeakerkan hpnya. Tapi Kezra tidak peduli. Pikir Kezra itu hanya akal-akalan mamanya dan Hanari.
"Halo, haloo Kezra kamu dengarin aku kan?" lanjut Hanari dengan isak tangis.
"Kez, bicara Kez!" ujar Hanari sambil melihat hpnya dan kemudian mematikan telponnya.
"Bro, nyokap loe sakit. Kenapa loe berubah kayak gini sih?" bentak Rikky. Kezra langsung membanting peralatan bengkelnya. Dia sangat kesal karena ulah orangtuanya. Hidupnya jadi kacau.
"Rik, loe tu nggak tahu apa-apa soal gue." bentak Kezra lebih kasar.
"Benar yang gue bilang, loe berubah bro." ucap Rikky sambil berlalu pergi meninggalkannya.
"Arghhhh....!" teriak Kezra kesal.
Dia berpikir sejenak, lalu kembali kekontrakan Rikky mengenakan jaketnya dan pergi.
__ADS_1
Bersambung...