
Cuaca sangat dingin, Prio, Putri, Asri dan Hanessa sudah kembali ke penginapan. Namun, Prio dan Putri masih asyik ngobrol berduaan. Entah, apa yang mereka bahas dalam obrolannya. Hanessa asyik dengan buku khususnya sedangkan Asri hanya diam menyaksikan.
"Han...!" panggilnya
"Hummm...!" sahut Hanessa karena fokus pada bukunya.
"Tadi gue ketemu dengan cowok, manis banget. Tapi..." katany Terpotong. Hanessa memberhentikan baca bukunya.
"Tapi kenapa As?" tanyanya penasaran sambil melihat Asri dan mendekatinya.
"Tapi seperti dia sudah punya istri." jawabnya kecewa.
"Ehmmm, kenapa nggak kamu tanyakan saja?" gurau Hanessa.
"Tapi, tahu nggak Han. Dia nggak pantas sama tu cewek." lanjutnya serius.
"Kenapa?"
"Cowok itu manis, tinggi, dewasa lagi, sedangkan ceweknya nggak setara dengan dia pokoknya." jelasnya tak terima.
"Sudahlah As, terserah mereka. Mau setara atau nggak. Kalau sudah jodoh mau gimana lagi?" Hanessa coba menjelaskan. Tapi Asri benar-benar merasa tidak terima.
"Jangan dipikirin urusan orang, sana tidur lagi." suruh Hanessa. Asri pun nurut, dia pergi ketempat tidurnya yang berdekatan dengan Hanessa.
***
Kezra
Flashback on
__ADS_1
Setelah mamanya pulang dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh. Kezra pun ijin pada kedua orangtuanya untuk tinggal di Bali, dirumah pemberian ayahnya Hanari.
Kezra mencoba menuruti kemauannya, karena dia yang minta supaya bisa tinggal dirumah sendiri.
Orangtua Kezra pun dengan senang hati melepaskan mereka asal mereka bahagia, apa lagi nanti akan ada buah hati mereka. Betapa bahagianya orangtua Kezra saat mendengar Hanari hamil. Mereka tidak sabar menunggu cucu pertamanya lahir.
Sudah satu minggu mereka tinggal di Bali. Hanari pun mengajak Kezra untuk pergi ke pantai membuang rasa jenuhnya. Kezrapun menurut. Apapun yang dipintanya pasti Kezra turuti. Entah apa yang membuatnya menjadi patuh pada istrinya. Mungkin karena dia memang ingin melupakan Hanessa dalam hidupnya.
Flashback off
"Kez,,tadi aku nabrak seseorang. Dia sangat cantik dan berhati baik." ujarnya sambil membayangkan muka Hanessa.
"Aku ingin nanti, anak kita secantik dan sebaik orang itu." lanjutnya sambil tersenyum dan memegang perutnya. Kezra hanya mendengarkan tidak bergumam apa-apa.
"Kez, kamu kecapean ya?" tanya Hanari lagi lihat suaminya sedari tadi membisu tidak bersuara.
"Aku buatin kopi ya?" lanjutnya.
***
Dua hari sudah di penginapan. Hanessa dan sahabat-sahabat mulai mengemasi barang.
"Cek kembali ya barang-barang kalian. Jangan sampai ketinggalan." ujar Prio mengingatkan
"Siap boss" jawab Asri duluan.
"Sudah siap ya semuanya?" tanya Prio lagi yang sudah diatas motornya. Semua menangguk serentak. Lalu beranjak pergi meninggalkan pantai dan penginapan.
"Prio, kita berhenti sebentar ya?" ajak Putri.
__ADS_1
"Ya sudah, kasih tau Hanessa dan Asri." jawabnya. Putri pun menghubungi Hanessa, memberitahunya untuk berhenti sejenak tuk isi perut.
Putri dan Prio sudah duluan berhenti dirumah makan. Dan disusul oleh Hanessa dan Asri. Mereka duduk saling berhadapan. Dan mulai memesan makanan.
"Han, mau kemana?" Tanya Asri yang tiba-tiba berdiri.
"Hummm, mau ke toilet. Mau ikut?" tanya Hanessa
"Oh, nggak dech. Kirain mau pergi."
"Ngaco kamu..!" ujarnya sambil berjalan menuju kamar kecil.
"Hei, Hanessa ya?" Hanessa menjeritkan matanya. Mengingat-ingat sambil menunjuknya.
"Hanari, yang tidak sengaja menabrakmu kemarin." jelasnya
"Oh iya, ingat-ingat." ujar Hanessa
"Nggak nyangka ya bisa ketemu lagi."
"Iya, kami sudah mau pulang. Jadi mampir sebentar disini." jelas Hanessa
"Oh, kalau ada waktu main-main lagi disini." ujar Hanari
"Iya, pasti. Btw sama siapa disini?"
"Sama suamiku. Oya, ni nomor hp ku. Hubungi aku ya kalau disini lagi."
"Oke. Makasih ya." ujar Hanessa sambil mengambil kertas yang sudah tercantum nomor hp Hanari.
__ADS_1
Hanari mengangguk dan keluar dari kamar kecil.
Bersambung...