
Pukul 06.00 Kezra sudah bangun dari tidurnya sebelum Hanari. Dia menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Dengan pelan dan hati-hati, Kezra menumis bawang dalam kuali lalu memasukkan nasi dan kecap didalamnya.
Hanari kaget melihat Kezra sudah tidak ada ditempat tidur. Dengan cepat dia bangun. Dia takut Kezra berangkat kerja tanpa sarapan.
Saat keluar dari kamarnya, Hanari langsung menuju dapur. Dia melihat dimeja makan sudah tersedia nasi goreng dan jus jeruk. Hanari heran tumben-tumbenan ada hidangan nasi goreng diatas meja makannya, sudah disiapin semua lagi.
Dari belakang datang Kezra lalu memeluknya.
"Maafin aku ya Han, selama ini aku terlalu bersikap dingin terhadapmu." ujar Kezra pada Hanari.
"Oh ya, Happy Birthday sayang." ucap Kezra.
Tak terasa airmatanya Hanari jatuh, dia tersenyum lalu membalikkan badannya menghadap Kezra dan langsung memeluknya.
"Iya Kez, makasih buat semuanya." ucap Hanari terharu dan menangis dipelukan Kezra.
"Maafin aku ya Hanari."
"iya Kez. Yang penting sekarang kamu sudah berubah." balas Hanari bahagia.
Kezra mengangguk pelan dan memperhatikan perut Hanari yang mulai besar.
Kezra tersenyum dan mencium perut istrinya.
"Yuk, sarapan nasi goreng special." ujar Kezra sambil merangkul istrinya. Hanaripun nurut. Kezra menyuapinya dengan pelan.
Hanari terharu melihat perubahan suaminya yang begitu romantis sekarang. Dia mulai menangis lagi, tapi menangis bahagia.
"Kenapa menangis?" tanya Kezra. Hanari menggelengkan kepala. Lalu mengambil sendok yang Kezra pegang untuk menyuapinya.
"Biar aku makan sendiri." ujarnya tersenyum.
"Sekarang aku bahagia, kamu berubah." lanjutnya jujur. Kezra tersenyum sambil menyuapkan nasi goreng dimulutnya.
__ADS_1
"Oh Tuhan, aku telat, aku berangkat kerja dulu ya?" ingat Kezra langsung beranjak pergi. Dia mencium kening dan perut istrinya lalu berlari keluar. Dia ingat ada pertemuan hari ini.
"Hati-hati!" ujar Hanari sambil melambaikan tangannya.
Hanari masih menatap Kezra sampai tak kelihatan lagi. Dia merasa bermimpi, dengan perubahan Kezra yang dratis.
"Apa kamu sudah benar-benar melupakan kekasihmu?" gumam Hanari tersenyum kecut.
Diapun merapikan tempat makannya. Dan kembali kekamar untuk istirahat sebentar. Entah kenapa badannya agak sedikit kurang enak.
***
"Nessa!" panggil Asri.
"Ya ampun badan loe panas banget. Loe demam ya?" ujar Asri panik.
"Nggak As, aku sehat kok." jawab Hanessa.
"Muka loe pucat banget. Kita harus ke dokter sekarang." ujar Asri memaksa.
"Nggak-nggak, loe harus kerumah sakit sekarang juga. Badan loe panas banget Hanessa." kata Asri sambil menghubungi Putri yang sudah balik ke kamarnya.
"Halo, Put? Loe kemana?" tanya Asri
"Hmmm...dikamar gue. Ada apa As ? Ganggu tidur gue aja." ujar Putri yang masih males bangun tapi diganggu dengan dering hpnya.
"Put cepatan disini, Hanessa sakit. Kita berdua harus bawanya kerumah sakit sekarang." ucap Asri Panik dikamarnya Hanessa.
"Apa? Hanessa sakit?" ujar Putri langsung lompat bangun saking kagetnya.
"Oke, oke, gue ganti baju dulu." Putri pun bergegas ganti baru dan berlari dikamarnya Hanessa.
"Panggil ambulace apa taksi online?" tanya Putri sudah kebinggungan.
__ADS_1
"Loe punya nomor ambulance tidak?" ujar Asri balik tanya.
Putri mengerutkan dahi.
"Ya sudah taksi online aja, cepat!" desak Asri, sudah kasihan dengan Hanessa yang sangat lemas dan pucat.
"Iya, iya tunggu sebentar. Ini sudah dapat." ujar Putri. Lalu memopong Hanessa jalan kedepan.
"Ini, ini taksinya."
"Ayo, bawa naik. Hati-hati." ujar Asri.
Mereka pun membawa Hanessa pergi ke rumah sakit. Demamnya tinggi karena kena hujan semalam kata dokter. Jadi Hanessa harus banyak istirahat dulu.
Saat keluar dari ruang periksa, Hanessa bertemu lagi dengan Hanari.
"Hanari..!" teriak Hanessa lemah.
"Hei, Hanessa." jawabnya
"Siapa yang sakit?" tanya Hanessa.
"Tidak ada, aku hanya cek kandunganku. Tadi badanku sempat lemah bawaannya." ujarnya
"Kamu sakit ya?" tanya Hanari pada Hanessa. Hanessapun mengangguk.
"Oh ya, kenalin ini sahabatku Asri dan Putri." ujar Hanessa sambil menunjuk kedua sahabatnya.
"Hai, salam kenal." ujar Hanari.
"Ok, Nessa, Aku harus pergi ya. Suamiku sudah menungguku diparkiran." ujarnya sambil berlalu pergi. Hanessa mengangguk dan tersenyum.
Mereka bertigapun menuju parkiran, mobil yang dipesan mereka sudah menunggu di lobby pintu keluar. Saat mereka masuk kedalam mobil, Kezra dan Hanaripun melewati mereka bertiga.
__ADS_1
Bersambung...