
Sebelum dioperasi, Kezra membawa kue ulangtahun untuk Hanari. Mereka merayakan hari jadinya bersama mama mertuanya, dokter dan juga beberapa perawat. Badannya semakin lemas dan pucat.
Setelah meniup lilinnya, perut Hanari dekat rahimnya semakin terasa sakit. Diapun menggigit bibirnya dan memejamkan matanya.
"Kamu nggak apa-apa nak?" Ujar mama mertuanya khawatir dan panik melihat menantunya yang kesakitan. Dokterpun segera membawanya diruang operasi.
Namun, saat memasuki ruang operasi nafas Hanari sudah tidak ada. Dokter sangat kecewa dan sedih. Mereka sudah berupaya sebisa mungkin, supaya detak jantungnya berfungsi kembali. Tapi nihil, Tuhan sangat menyayangi Hanari
Mama Kezra yang melihat kepanikan Dokter dan perawat menangis tersedu-sedu dipelukan Kezra.
"Sudah ma, tenang." Ujar Kezra berusaha menenangkan mamanya dan dia pun berusaha tenang dan tegar. Melihat Dokter keluar dari ruang operasi nya, merekapun segera menghampiri sang dokter.
"Dokter, bagaimana istri saya?" Tanya Kezra. Sang Dokter menggelengkan kepalanya
"Kami minta maaf, kami tidak dapat menolong istri bapak. Saat memasuki ruang operasi, istri bapak sudah menghembuskan nafas terakhirnya." Ujar dokter itu sedih.
"Kami tidak mengoperasinya karena sudah terlambat." Lanjutnya sambil meninggalkan Kezra dan mamanya yang masih terdiam kaget mendengar pernyataan dokter.
***
Flaskback on
Sebelum memasuk ruang operasi, Hanari sudah berpesan pada Kezra untuk menjaga anaknya Nesson dengan baik. Dan juga meminta Kezra untuk mengecek Hp dan menghubungi nomor seseorang yang dia undang untuk datang dihari ulangtahunnya. Hanaripun memintanya untuk menemui orang itu.
Tapi hp Hanari rusak karena jatuh saat terbanting dilantai. Saat itu dia sedang berkomunikasi dengan Hanessa untuk memberitahunya tetapi Hanari tidak kuat menahan rasa sakit akhirnya hpnya pun jatuh dilantai.
__ADS_1
Flaskback off
"Kok, perasaan aku nggak enak ya?" Tanya Hanessa pada Asri dan Putri.
"Loe sakit Nes?" Tanya Asri
"Nggak enak gitu, rada-rada mau demam." Ujarnya.
"Ya udah yuk, kita pulang?" Ajak Putri.
"Kenapa? Tanya Prio
"Hanessa lagi nggak fit, dari pada nanti dia pingsan dipantai, gimana?" Ujar Putri.
"Ehhh.. nggak apa-apa. Kita lanjut aja ke pantainya. Hari ini kan monent yang istimewah buat Putri." Ujar Hanessa menyemangati. Walaupun badannya terasa lemas dan sedikit pusing.
"Yakin Nes? Nanti loe pingsan gimana?" Timpal Asri sambil memegangi suhu badan Hanessa.
"Nggak kok, nggak apa-apa." Ucap Hanessa sambil menghindari tangan Asri.
"Yakin?" Tanya Prio lagi. Hanessapun mengangguk. Semuapun setuju. Akhirnya mereka pun melanjutkan untuk pergi ke pantai.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju pantai. Sebuah mobil ambulance melewati mereka. Tetapi tidak ada ketertarikan bagi Hanessa untuk memperhatikan orang yang ada didalam mobil ambulance. Toh, yang kelihatan cuma samar-samar.
"Husss...gue pikir itu loe yang panggil mobil ambulance." Ujar Asri sambil terkekeh candai Hanessa
__ADS_1
"Sembarangan banget.!" Ujar Hanessa kesal sambil memukul pundak Asri.
"Aowww..." Teriak Asri kesakitan tapi masih tetap terkekeh.
***
Prio dan Putri sudah duluan sampai pantai, mereka berdua sengaja menunggu Asri dan Hanessa.
"Yuk...!" Ajak Putri sambil melambaikan tangannya keatas untuk memberi kode pada Hanessa dan Asri.
Merekapun menuju Putri dan Prio. Dan berjalan bersama-sama.
"Wahhh, udaranya segar banget." Ujar Asri. Tapi sebaliknya bagi Hanessa dia malah kedinginan dan pucat.
"Udaranya dingin tau." Ucap Hanessa sambil melipat tangannya didada.
"Loe kedinginan, nih pakai suiter gue." Asri melepas suiternya dan diberikan pada Hanessa.
"Makasih ya As."
"Iya sama-sama. Ayok...!" Asri merangkulnya sambil berjalan menuju tempat santai.
Prio dan Putri sudah duluan dipesisiran pantai. Mereka sangat senang kejar-kejaran dan saling siram-menyiram disusul oleh Asri yang ikut keceriaan mereka kecuali Hanessa hanya melihat mereka dari jauh.
Bersambung...
__ADS_1