
Tok...tok...tok...Suara pintu kamar Hanessa diketuk oleh seseorang.
"Siapa?" tanya Hanessa
"Ini Fitri kak." jawabnya. Hanessa langsung membukakan pintu kamarnya.
"Ini kak, titipan dari ibu asrama buat kakak." ujarnya sambil menyodoran benda yang dibungkus dengan kadus kecil ditangannya.
"Apa ini?"
"Kak buka aja, entar juga tahu." ujarnya sambil pergi.
"Terima kasih Fitri."
"Sama-sama kak. Fitri pamit." sambil melebaikan tangannya. Hanessa kembali masuk dan menutup pintu kamarnya. Dia segera membuka benda yang dibungkus kardus kecil itu dengan hati-hati.
Dia melihat hpnya benar dikembalikan. Hanessa langsung menyalakan ponselnya, dengan senang dia ingin memberitahu Kezra. Dia mencari-cari sesuatu didalam ponselnya dan menghubungi nomor Kezra tetapi tidak aktif.
Hanessa mulai khawatir tentang Kezra tapi dia yakin Kezra akan setia menunggunya. Dia mencoba hubungi nomor Jordi. Ternyata aktif. Seseorang telah mengangkatnya.
"Halo, ini siapa?" terdengar suara wanita. Hanessa masih diam. Lalu wanita memberikan ponselnya sama Jordi.
"Halo...!" ucap Jordi.
"Halo Jordi, ini Hanessa." jawabnya. Jordi kaget mendengar suaranya,
"Hanessa, gimana kabarmu?" tanya Jordi bahagia.
"Baik. Kamu gimana?"
"Aku merindukanku." olok Jordi nggak nyambung.
"Jordi, tadi pacarmu ya yang angkat telpon?" tanya Hanessa.
__ADS_1
"Bukan. Tadi kakakku." jawabnya. Tadi Jordi lagi ke toilet. Hp nya ketinggalan diatas meja. Saat berdering kakaknya memanggil Jordi tapi Jordi tidak menyahut dan terpaksa kakaknya yang angkat.
***
"Hanessa!" teriak Putri pagi-pagi dari balik pintu kamarnya.
"Masuk, pintu tidak dikunci." jawabnya
"Dorrr...!" suara Asri mengagetkan Putri dari dibalik pintu.
"Aaawww....Asriii..." Dengan geram Putri memukul-mukulnya.
"hahahaaaa...kena loe." ujar Asri
"Dasar gendut kagetin orang aja." ucap Putri kesal karena jantungnya mau copot saking kagetnya. Hanessa tersenyum melihat gelegat kedua sahabatnya.
"Yuk, siap-siap." Ajak Hanessa yang dari tadi memperhatikan sahabatnya.
"Yuk..." jawab Asri dan Putri serentak. Mereka bertatapan lalu...
Tring ting... (Pesan masuk)
Asri dan Putri langsung menoleh ke arah Hanessa. Hanessa pun menoleh kepada mereka.
"Cieee....." mereka berdua langsung menyerbu Hanessa.
"Buka dong, chat dari siapa?" tanya Asri yang super kepo itu. Hanessa menekan hpnya lalu melihat profil Jordi yang pagi-pagi mengirimkan pesan untuknya
"Selamat pagi nona manis." ucapnya di wa.
"Wahhh,,,so sweet..!" ujar Asri gemes. Putri mendorongnya sambil terkekeh melihat kelakuan sahabatnya yang super lucu.
"Nanti aku kenalin sama kamu sama dia." ucap Hanessa.
__ADS_1
"Seriusss?" ucap Asri kesenangan. Putri menarik Hanessa pergi dengan cepat.
"Heiii...tungguin." Ujar Asri sambil berlari. Dia lupa tutup pintu akhirnya balik lagi takut Hanessa marah kalau kamarnya tidak dikunci. Putri sudah terkekeh sambil pegang perutnya melihat kelakuan Asri yang ngos-ngosan berlari mengejar mereka.
"Parah loe berdua, ninggalin gue.." ujarnya kecapean.
"Makanya loe tu jangan asyik mengkhayal." ucap Putri. Putri merangkulnya lalu berjalan bersama-sama.
"Nessa, Jordi itu pacar loe?" tanya putri.
"Bukan, dia temanku." jawabnya
"Jadi dia bukan pacar loe?" ucap Asri cepat.
"Mulai dech..." bentak Putri.
"Iya bukan, tenang aja entar aku kenalin." Ujar Hanessa sambil merangkulnya.
"Hai..." sapa Prio. Mereka bertiga langsung melihatnya.
"Hai juga Prio, gue naik dengan loe ya?!" Ujar Asri sambil menuju motornya. Tapi dihalangi oleh Putri.
"Eeiittt...kita pergi sama-sama, jadi kita juga harus jalan sama-sama." ujar Putri sambil memegangi pundaknya. Hanessa dan Prio terkekeh melihat tingkat laku mereka yang sama percis seperti kucing dan tikus.
"Putri, nggak apa-apa Asri naik sama Prio. Kasian dia sudah ngos-ngosan kejar kita." ucap Hanessa pada Putri.
"Hus...husss...sana-sana pergi kalian berdua." ujar Putri. Entah kenapa hari ini Putri sangat sensitif banget sama Asri tapi sangat lucu jika mereka berdua berdekatan.
"Hanessa, Putri duluan ya." ujar Prio.
"Daaaa... Sampai jumpa dikampus" ujar Asri terasa menang karena tidak capek lagi untuk jalan. Hanessa melambaikan tangannya tapi Putri manyun. Hanessa merangkulnya.
"Menurut aku kamu cocok dengan Prio." ucap Hanessa tiba-tiba. Putri kaget mendengarnya, dia sedikit menjauh dari Hanessa.
__ADS_1
"Nggak-nggak, gue nggak punya perasaan sama dia." ujar Putri terasa geli. Hanessa tersenyum mendengarnya.
Bersambung...