Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 34


__ADS_3

Hanessa melirik jam tangannya tepat jam 6 sore. Sudah setengah jam mereka istirahat. Di penginapan Hanessa tidak bisa tenang. Dia penasaran dengan paket yang dia terima tadi pagi. Hanessa sudah sempat membukanya tetapi belum sempat membacanya. Ada yang aneh didalamnya saat dia melihatnya.


Hanessa heran dan penasaran, kenapa buku khususnya bisa dikirim lagi dengan dia. Padahal selama ini buku itu dia simpan bahkan dia tidak pernah membawanya kemana-mana. Tetapi kenapa bisa orang lain menemukannya dan mengirimnya tepat dialamatnya. Padahal dia tidak pernah menulis dimana dia berada bahkan tidak pernah mencantumkan alamat asramanya.


"Ayo dong, kita ke pantai!" ajak Hanessa, yang sudah tidak sabar pengen berlari kesana. Mereka saling bertatapan.


"Prio mana?" tanya Putri tiba-tiba karena tidak mendengar suaranya.


Asri berjalan dekat jendela belakang. Ternyata Prio lagi asyik cerita sama seseorang yang tidak mereka kenal.


"Tu, Prio lagi ngobrol sama seseorang dibelakang!" jawab Asri. Putri dan Hanessa pun menuju Asri. Memang benar Prio lagi asyik ngobrol dengan seseorang.


"Prio kenal dengan orang itu?" tanya Hanessa penasaran.


"Nggak, tu bapak yang biasa jual es kelapa disana." jawab putri sambil menunjuk sebuah tempat yang tak kelihatan.


Mereka bertigapun menyusul prio yang asyik ngobrol. Tapi saat mereka datang si bapak pun sudah tidak ada.


"Lah, bapak yang ngobrol sama loe mana?" tanya Asri.


"Mana ada, dari tadi gue sendiri." jawab Prio.


"Emang kalian tiga pikir gue lagi ngobrol?" tanyanya lagi.


"Hah, emang loe nggak ketemu sama siapa-siapa tadi?" sambung putri. Mereka bertiga jadi heran. Padahal tadi mereka melihat Prio asyik ngobrol ketawa-ketawa dengan bapak itu.


"Nggak, jangan-jangan kalian salah lihat!" kata Prio menakuti. Asri sudah takut duluan.

__ADS_1


"Iiii seremmm!" ujar Asri sambil memeluk Hanessa.


"Kalian pasti lihat setaaannn!" ujar Prio.


"Aaaaaa...." mereka bertiga berpelukan dan berlari menjauhi Prio.


"Ha...ha...ha...ha....." Prio tertawa sambil pegang perutnya. Mereka bertiga berhenti dan melihat Prio tertawa berbahak-bahak.


"Dasar cewek penakut. Mana ada hantu." ujar Prio sambil menggelengkan kepalanya dan menuju mereka bertiga.


"Dasar Prio nakutin orang aja." ujar Hanessa sambil memukul pundak Prio.


"Iya nih Prio bohongi orang aja!" Ujar Asri menimpali


"Iya-iya maaf!" ucap Prio.


"Tu, bapak yang jual es kelapa." tunjuk Prio pada bapak yang sedang buatin orang es kelapanya. Mereka pun bersamaan bilang


"Ooooo...!" dengan panjang.


***


Mereka berempat pun menuju Pantai, berjalan bersamaan mencari tempat untuk bersantai.


"Kita kesana aja yuk...!" tunjuk Putri disebuah tempat santai. Tanpa bicara mereka pun langsung menuju tempat itu.


"Waaahhhh....keren bangen pemandangannya." puji Asri yang langsung duduk dan melihat kesemua arah di pantai.

__ADS_1


Hanessa tidak duduk, dia malah jalan mendekati pinggiran pantai yang berpasir. Disana ada sebuah batu besar dan batu yang kecil - kecil dibawahnya. Hanessa berdiri disana. Sekitar 100 meter Kezra berdiri disana menatap lautan. Tetapi mereka tidak bertemu.


Hanessa duduk dibatu besar dan membuka buku kecil biru khususnya. Dia mulai membuka lembar perlembar. Dipertengahan buku dia mendapatkan foto Kezra dengan dirinya.


Dibalik fotonya terdapat tulisan "Maaf Nessa, aku tidak bisa menepati janji kita. Aku sangat mencintaimu Nes. Aku mencarimu tapi..." Kezra tidak lanjutkan kata-katanya. Hanessa mulai menitikkan air matanya di foto itu.


Dengan kasar Hanessa membuka lembaran selanjutnya ada lagi kata-kata Kezra untuknya.


Kezra


Rindu Yang Terpendam


Beribu wanita yang hadir dalam hati ini, namun hati tak bisa diukiri dengan nama yang lain.


Namamu tak dapat terhapuskan


Walaupun telah kucoba


berulang kali.


Bertahun-tahun rindu ini


Hanya terpendam dalam hati,


Aku tahu kau sangat merinduku begitupun dengan hatiku sangat merindukanmu


Hanessa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2