Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 51


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Kezra kembali kerumah tetangganya ibu mudem.


"Eh nak Kezra, mari masuk nak " ajak ibu mudem kepada Kezra.


"Bu, bisa kita bicara sebentar?" Ujar Kezra


"Iya, mari nak."


Ibu mudem menyambut Kezra, lalu duduk diteras mereka depan rumah.


"Ada apa nak Kezra?" Tanyanya


Kezra pun mengeluarkan foto yang dia dapatkan saat membereskan rumah mereka.


"Ibu pernah tinggal dirumah itu dulu?" Tanya Kezra. Ibu memalingkan mukanya dan mulai cerita.


"Iya nak, dulu ibu tinggal dengan mereka. Ibu mengasuh nak Hanari dari bayi sampai dia berusia 16 tahun." Ujar bu mudem, dia sedih jika mengingat masa kecil Hanari.


"Lalu bu, dimana orang tuanya?"


"Bukankah kamu suaminya nak?" Tanya ibu itu. Kezra diam, Hanari tidak pernah menceritakan dimana keberadaan orangtuanya dan bagaimana kehidupannya dulu.


Kezra hanya mengetahui sekilas, dia hanya tahu kalau Hanari tidak punya orangtua, dan papanya menikah lagi tapi tidak pernah menemuinya.

__ADS_1


"Nak Kezra?" Panggil bu mudem. Kezra pun melihatnya.


"Sejak nak Hanari lahir, mamanya meninggal dan papanya nikah lagi dengan perempuan lain. Sejak itu, ibu hadir sebagai pengasuh nak Hanari. Ibu menanggapnya sebagai anak ibu sendiri." Bu mudem mengusap airmatanya. Dia ingat masa-masa kecil Hanari, penderitaannya bahkan penyakit yang ada dalam tubuh Hanari sejak kecil.


"Bu..." Ujar Kezra, sambil mengusap bahunya. Tapi bu mudem terus bercerita.


"Sejak papanya menikah lagi, Hanari sering ditinggal. Papanya jarang kerumah. Bahkan istri mudanya mengajaknya untuk tinggal diluar negeri. Awalnya papanya tidak mau, tapi istrinya merengek-rengek. Dan akhirnya nak Hanari dititipkan kepada ibu."


Kezra terharu mendengarkan ceritanya, dia baru sadar mengapa Hanari sering bertingkah aneh, seakan-akan ingin dimengerti dan dimanja.


"Nak, kamu harus jaga Hanari. Bahagiakan dia, biar dia menemukan cinta dan kasih sayang dari nak Kezra." Ujar ibu mudem penuh harap.


"Bu, apa Hanari waktu kecilnya sering sakit?" Tanya Kezra sedikit ragu.


"Nak Kezra menangis?" Tanyanya


"Maafin saya bu, selama ini saya tidak menjaganya dengan baik. Saya tidak pernah tahu latarbelakangnya seperti apa." Kezra diam sejenak. Ibu mudem mendengarkan dan mulai merasa ada sesuatu.


"Maksud nak Kezra? Apa nak Kezra menyakitinya?" Kezra menggelengkan kepalanya. Dia mulai merasa bersalah tidak pernah tahu apa yang dilakukan istrinya.


"Permisi bu, saya harus pulang" gagas Kezra langsung meninggalkan ibu mudem. Ibu mudem merasa heran.


"Apa nak Hanari sakit lagi?" Gumamnya dalam hati. Bu.mudem pun menghilangkan pikirannya yang negatif, dia mencoba untuk berpikir yang positif.

__ADS_1


***


Kezra mengambil barang - barangnya lalu mengunci rumah kembali. Dia pun tidak menitipkan kunci rumah itu lagi, Kezra membawanya.


Dari jauh bu.mudem memperhatikan Kezra.


Pikirannya akan Hanari menjadi tak karuan. Ibu mudem sangat menyayanginya dari bayi sampai sekarang. Dia tidak ingin Hanari kenapa-kenapa.


Saat melihat semua itu, ibu.mudem berlari menghampiri Kezra.


"Nak Kezraaaa!" Teriaknya sambil terus berlari. Kezra melihatnya lalu memberhentikan motornya.


"Bu.mudem?" Ujar Kezra


"Nak Kezra, apa yang terjadi nak? Kenapa nak Kezra meninggalkan rumah ini?" Tanya bu.mudem pada Kezra dengan perasaan yang campur aduk tak menentu.


"Kezra tidak bisa tinggal disini dengan seorang diri bu." Ujar Kezra sedih.


"Seorang diri? Maksud nak Kezra?" Kezra terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Dimana nak Hanari, nak?" Lanjutnya. Pelan - pelan airmatanya mulai jatuh. Kezra menatapnya dengan rasa iba. Tidak tahu harus mulai dari mana menceritakannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2