
Pagi yang sangat hening, matahari terpancar dari sela-sela kamar Kezra. Matanya terasa silau karena paparan sinar yang tak terlindungi oleh garden membuatnya terbangun dari tidurnya. Kezra mengambil hp nya ternyata lowbat. Dia lupa cas hp nya semalam.
Tok...tok...tok....
Suara pintu kamar Kezra diketuk oleh mamanya.
"Kezra, Kezraaaa!" teriak mamanya diluar. Dengan linglung Kezra membuka pintunya.
"Kebiasaan jam segini baru bangun." gerutu mamanya.
"Ada apa sih ma? nih kan masih pagi." tanya Kezra. Mamanya langsung menjewer telinga Kezra.
"Coba lihat sudah jam berapa ini?" ucap mamanya sambil menunjuk jam yang sudah pukul 9 lewat seperempat. Kezra mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"Emang mau kemana sih ma?" tanya Kezra penasaran.
"Nanti kamu juga tau. Sekarang kamu mandi dan siap-siap. Papa sudah menunggumu diruang tamu." ujar mamanya. Kezra menutup pintunya kembali dan dengan malas dia mengambil handuk lalu pergi mandi.
" Mana dia?" tanya papanya kepada mamanya saat menghampiri papanya diruang tamu.
"Masih mandi." sahutnya.
"Semakin hari anak itu semakin manja." ujar papanya geram sama anak semata wayangnya.
"Sudahlah pa, namanya juga anak muda." jawab mamanya membela.
Tok...tok...tok....
Suara pintu luar diketuk. Mama dan papanya kaget. Tidak biasanya jam segitu mereka menerima tamu datang. Mamanya langsung berjalan membukakan pintu.
__ADS_1
"Halo tante" Sapa Gisel girang.
"Hei, Gisel...tumben cepat kerumah tante." ujar mama Kezra kaget.
"Maaf kak, merepotkanmu. Gisel ingin bertemu dengan abangnya Kezra. Takut nanti nggak ada dirumah" ujar mamanya Gisel sedikit tidak enak sama kakak iparnya.
"Ganggu ya tante?" tanya Gisel
"Nggak kok, malah tante senang putri cantik tante datang." ujarnya sambil melirik mama Gisel adik iparnya itu.
"Ayok masuk." ajak mama Kezra sambil merangkul mamanya Gisel. Gisel langsung berlari masuk kedalam.
"Hai, paman." Sapa Gisel sambil menyalami papanya Kezra.
"Hello cantik, apa kabar? Tumben main kemari jam segini?" tanyanya
"bang Kezra kemana paman. Kok nggak kelihatan?" tanya Gisel yang tiba-tiba melihat seisi ruangan yang sepi mencari bayangan abang kesayangannya yang belum kelihatan.
"Abangmu lagi mandi." ucap papa Kezra sambil memeluk keponakan kesayangannya.
***
Nita
Mamanya Gisel adalah adik satu-satunya dari papanya Kezra. Papa Kezra sangat menyayanginya karena dari kecil mereka tidak memiliki orangtua. Suatu hari papa Kezra melihat Nita adiknya dikecewakan oleh tunangannya yang kuliah di malang. Nita menunggunya bertahun-tahun tapi tunangannya menikah dengan orang yang juga berpendidikan tinggi. Saat itu papa Kezra merasa minder, dia tidak tega melihat adiknya yang putus asa. Dan akhirnya dia menjodohkan sahabatnya dengan adiknya Nita. Tetapi saat Gisel berusia 5 tahun, papanya meninggal karena tabrakan.
Saat mendengar pacar Kezra melanjutkan kuliahnya di Bandung dia tidak mau kejadian yang seperti dulu terjadi lagi pada anak satu-satunya.
Maka dari itulah Papa Kezra memaksa Kezra untuk menikah, supaya dia tidak merasakan kekecewaan seperti tantenya. Ditambah lagi umur Kezra yang sudah pas untuk menikah, melanjutkan sekolahnya pun juga dia tidak mau katanya sudah capek.
__ADS_1
Kehidupan mereka memang sangat sederhana dan penampilan Kezra pun sederhana tidak seperti anak-anak muda lainnya yang mengenakan penampilan yang modern dan bergaya.
"Bang Kezra...!" teriak Gisel sambil berlari menuju Kezra yang baru muncul dari kamarnya.
"Hai Gisel, tumben jam segini kemari?" ujar Kezra sambil menyambut Gisel yang langsung memeluknya.
"Nggak boleh ya bang Kezra?" ucapnya sambil memonyongkan bibirnya.
"Hehe, Boleh lah..." ujar Kezra sambil membawanya menuju papanya. Dia melihat papa, mama dan tantenya mama Gisel sudah menunggunya sedari tadi. Pikirannya bertanya-tanya.
"Kenapa tumben-tumbennya mereka berkumpul." gumamnya dalam hati.
"Kebetulan ada tantemu dan Gisel disini." ujar papanya ketika melihat Kezra yang sedang menujunya dengan kebinggungan.
"Ada acara apa pa?" tanya Kezra pada papanya.
"Papa sudah bilang berkali-kali, kapan kamu mau tentuin tanggal pernikahanmu?" tegas papanya.
"Tapi pa?"
"Tidak ada tapi-tapi, hubungi pacarmu yang kamu bawa kemari itu?" lanjut papanya tanpa memperdulikan muka Kezra. Papanya tahu gadis yang dibawa Kezra malam itu bukan pacarnya.
Gisel kaget mendengar ucapan pamannya.
"Apakah, bang Kezra akan menikah sama kak Hanessa?" bisiknya ditelinga Kezra. Kezra melihatnya, lalu menggelengkan kepalanya.
"Tapi bang Kezra membawa kak Hanessa kemari?" bisiknya lagi. Kezra tetap menggelengkan kepala. Gisel binggung, karena pacar abangnya hanya Hanessa satu-satunya. Hanya Hanessa yang sering dia tanyakan dan ceritakan.
Bersambung...
__ADS_1