
Jumat pagi, Hanessa sudah menyiapkan ruangan untuk bertemu dengan nenek Nesson.
Tok tok tok...
"Permisi!" Ujar seseorang yang datang diruangannya. Hanessa masih merapikan buku-buku muridnya di rak. Tanpa menoleh siapa yang datang, Hanessa memintanya masuk.
"Masuk!" Ujar Hanessa masih membelakangi
"Maaf bu, saya papanya Nesson!" Ujar lelaki itu dengan suara lembut. Dengan santainya Hanessa memutar badannya.
Mereka sama-sama heran dan kaget saat bertatapan.
"Hanessa...!" Ujar Kezra
"Kezra...!" Tiba-tiba Kezra langsung pergi keluar, ketika mengetahui gurunya adalah Hanessa.
"Kezraaaa....!" Panggil Hanessa. Tanpa sadar airmatanya jatuh.
"Bodoh!" Pikirnya,
"semuanya sudah berubah, sadar Hanessa." gumamnya sambil menghapus airmatanya dengan tangan.
Hanessa mencoba mengalihkan perasaannya. Lalu masuk diruang kelasnya. Anak-anak menyambut nya dengan semangat. Hanessa jadi bisa melupakan kejadian barusan.
"Sudah bertemu dengan orangtuanya Nesson?" Tanya bu Hesti saat Hanessa masuk. Hanessa mengangguk tetapi tidak bicara apa-apa.
"Syukurlah, jadi gimana tadi?" Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Nanti aja bahasnya." Ujar Hanessa datar.
"Baik anak-anak, sekarang kita bermain dihalaman ya!" Ujar Hanessa. Bu Hesti yang menopangnya menjadi merasa heran.
"Bu Hanessa bukannya anak-anak masih ada pelajaran melukis?" Ujar bu Hesti. Tapi Hanessa diam saja dan terus berjalan didepannya. Bu Hesti hanya menggelengkan kepala dan mengikuti saja.
***
Hanessa menghampiri Nesson yang sedang duduk sendirian.
"Hai Nesson, kok tidak ikut main?" Tanya Hanessa sambil tersenyum.
"Ibu gulu, sabtu besok Nesson mau jalan-jalan lagi." Ujar Nesson seperti orang yang merengek. Hanessa tersenyum dan mengangguk.
Tiba-tiba Kezra duduk disamping mereka.
Hanessa meminta Nesson untuk masuk dikelasnya.
"Nesson masuklah dulu dikelas, ada yang mau ibu bicarakan dengan papamu." Ujar Hanessa. Nesson pun menurut dan langsung masuk dikelasnya.
"Aku sudah memaafkanmu dari dulu dan aku pun sudah melupakannya." Ujar Hanessa tenang.
Kezra merasa malu telah mengkhianati cinta mereka, mengingkari janji yang pernah dia ucapkan kepada Hanessa.
"Aku tidak ada maksud untuk mengkhianati cintamu!"
"Sudahlah, jangan dibahas lagi. Itu masa lalu. Sekarang yang harus kamu pikirkan adalah Nesson." Ujar Hanessa sambil berdiri dan berjalan menuju ruang kelasnya.
__ADS_1
Kezrapun ikut berdiri dan berteriak pada Hanessa.
"Apa kamu sudah bertunangan dengan pacarmu?" Teriaknya memberanikan diri.
Hanessa berhenti dan kaget mendengarnya.
"Apa? Pacar? Bertunangan?"
"Jangan bodoh, aku ada memperhatikanmu berboncengan dengan seorang lelaki." Ujar Kezra lagi. Hanessa tersenyum sinis.
Dia memutar kembali ingatannya, saat melewati acara pemakaman di Bali. Hanessa sadar orang yang dia lihat benaran Kezra. Dan pada saat Hanessa mencari rumah Hanari bersama Prio sedang berboncengan dan ternyata Kezra melihatnya juga.
Hanessa memiringkan badannya.
"Nanti kita bahas lagi." Ujar Hanessa sambil meninggalkannya.
"Aku masuk kelas dulu, anak-anak sudah menungguku." Ujarnya lagi sambil berlari kecil masuk diruang kelasnya. Kezra hanya menatapnya dari jauh.
"Baik anak-anak maafkan ibu telat masuk kelas." Ujarnya. Anak-anak hanya diam dan siap-siap untuk pulang.
"Sebelum pulang kita doa dulu ya, doa dimulai!" Ujar Hanessa.
"Doa selesai" anak-anak semua menyerbu Hanessa untuk bersalaman.
"Ehhh semuanya tertib ya, harus berbaris!" Ingat Bu Hesti tegas pada anak-anak.
Semua anak-anak langsung tertib dan membuat barisan. Mereka takut pada bu Hesti, karena terlalu tegas.
__ADS_1
Bersambung...