Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 22


__ADS_3

Suasana sore yang cerah, seperti biasa Hanessa mengabiskan waktunya dipantai bersama dengan tugas-tugas kampusnya.


Dia duduk santai dibawah pohon kelapa yang sudah tersedia kursi dan meja. Dia sepertinya memikirkan sesuatu.


"Woi.. Melamun aja!" ujar Prio yang tiba-tiba mengagetkannya dari belakang.


"Iihhh Prio, ngagetin orang aja." ucapnya cemberut.


"Iya, maaf, makanya jangan melamun..." Prio mencubit kedua pipinya.


"Aduhhh sakit..." gerang Hanessa sambil melepas kedua tangan Prio dan memukulnya tapi Prio langsung segera berlari. Hanessa mengejarnya hingga dapat.


Mereka bagaikan sepasang kekasih yang serasi tapi sayang mereka hanya jadi sahabat. Walaupun sebenarnya Prio punya perasaan sama Hanessa. Tapi nama seseorang sudah tertempel dihatinya Hanessa.


Akhirnya mereka tiduran dipasir, menatap langit yang sudah dihuni oleh bulan.


"Han, Gimana dengan pacarmu?" tanya Prio membuka percakapan. Hanessa menatapnya dan tersenyum.


"Aku belum hubungi dia" jawab Hanessa datar.


"Kenapa? Seharusnya kamu tanya kabar dia." ujar Prio, sambil memperhatikan Hanessa.


"Aku takut, setiap kali aku menghubunginya nomornya tidak aktif." ujarnya sambil menyembunyikan kesedihannya.


Prio bangun dari baringnya dan duduk. Hanessapun mengikuti Prio.


"Mungkin itu kebetulan aja." ujar Prio meyakinkan Hanessa.

__ADS_1


"Sudah mulai gelap, ayo aku antar pulang." lanjutnya sambil berdiri dan menarik tangan Hanessa supaya ikut berdiri.


***


Prio tidak takut lagi mengantar Hanessa sampai asrama. Karena peraturan asrama yang dulu sudah berubah 100%.


"Prio, makasih ya sudah antarin pulang." ucap Hanessa. memperhatikannya dan tersenyum. Hanessa memutar badannya dan segera masuk.


"Hanessa, jangan lupa mandi pakai air hangat dan cepat istirahat." ucap Prio sedikit berteriak memberikan perhatiannya. Hanessa berhenti sejenak dan melirik Prio untuk mengangguk.


Dengan pelan Hanessa berjalan menuju kamarnya. Putri melihat dengan rasa tanda tanya.


"Ada apa gerangan dengan Hanessa." Gumamnya dalam hati.


Dia pun menghampiri sahabatnya.


"Putri, ada apa?" Ujar Hanessa. Putri nggak langsung jawab malah langsung masuk.


"Nggak pa-pa kok." ujarnya yang membaringkan diri dikasur Hanessa. Dia melihat baju Hanessa basah dan langsung berdiri mendekati Hanessa.


"Eh tunggu, baju loe basah." ujarnya sambil memegangnya untuk memastikan.


"Loe pasti ke pantai kan? Gue cariin kemana-mana pantesan nggak ada. Sana cepetan mandi nanti masuk angin" ucap Putri sambil mendorong tubuh Hanessa untuk pergi mandi. Hanessa nurut aja, mengambil handuk dan pergi kekamar mandi.


Beberapa menit Hanessa sudah kembali ke kamarnya. Dia melihat Putri sibuk dengan Hpnya.


"Hanessa cepetan ganti gue mau nunjukin sesuatu." ujar Putri sambil melirik Hanessa. Hanessa terus diam dan mengganti bajunya dengan cepat mengikuti kemauan sahabatnya yang cerewet itu.

__ADS_1


Selesai ganti dia duduk didekat Putri.


"Sini deh, coba lihat?" ujar Putri sambil memperlihatkan foto seseorang di Instagramnya.


"Jordi..." gerang Hanessa penuh semangat. Putri menggeser-geser lagi ada foto Hanessa menggendong anak kecil.


"Nessa, ini loe kan? Putri menatap Hanessa heran.


" Loe sudah punya anak?"


"Bukan tu keponakanku." jawab Hanessa.


"Oh, hampir jantungan gue lihat loe gendong anak kayak gitu." candanya sambil terus menggeser foto-foto Jordi.


"Ternyata Jordi sangat manis ya?" ujarnya lagi selesai memperhatikan fotonya.


"Kamu bisa pingsan kalau melihatnya langsung." ujar Hanessa bercanda.


"Serius?"


"Uuhm.." sahut Hanessa mengangguk.


"Ah nggak mungkin lah." ujarnya lagi.


"Sini hp loe, biar gue cariin nama Jordi." katanya untuk mengalihkan pembicaraan mereka. Dia pun langsung mengambil hp Hanessa dan mulai mencari-cari nama Jordi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2