
Suasana dirumah Kezra sudah mulai ramai. Rumahnya dihiasi dengan bunga-bunga dan tenda. Kesibukan orang dimana-mana. Hanya Gisel yang sibuk dengan hp Kezra.
Tring...tringgg..... Suara dering hp Kezra berbunyi dua kali. Gisel sedari tadi mencari Kezra tapi nggak kelihatan batang hidungnya. Hpnya berdering lagi, mau nggak mau Gisel mengangkat yang ketiga kalinya.
"Halo..." ujar Gisel.
"Halo, Kezranya ada?" ujar seseorang dibalik hpnya.
"Maaf bang Kezranya lagi sibuk." jawab Gisel. Hanessa masih mengingat suara Gisel.
"Gisel?" serunya
"Hah, kak Hanessa ya?" jawab Gisel kegirangan.
"Kak Hanessa kapan balik kesini?" tanyanya dengan suara manja.
"Iya sayang, sebentar lagi kakak akan balik kesana." Hanessa sangat bersemangat memberitahu Gisel.
"Tapi kak, bang Kezra...!" katanya terpotong. Dia sedih sebenarnya Gisel lebih setuju bang Kezranya nikah dengan kak Hanessa.
__ADS_1
"Bang Kezra kenapa Gisel? Dia sehatkan?" tanya Hanessa sedikit khawatir.
"Bang Kezra...bang Kezra...!" terasa berat untuk diucapkan bagi Gisel.
"Kenapa Gisel? Bang Kezra kenapa?" hati Hanessa kini benar-benar Khawatir, takut terjadi sesuatu pada Kezra.
"Kak, bang Kezra sudah nikah." ucapnya pelan. Hanessa kaget mendengarnya. Tidak terasa airmatanya telah tumpah.
"Gisel, kamu tidak menakuti kakak kan?" ujarnya tak percaya. Gisel menggelengkan kepalanya walaupun Hanessa tidak melihatnya.
"Hari ini kak, pernikahannya!" Ujar Gisel sedih. Dia tahu kalau Hanessa sudah menangis. Hanessa melepaskan hpnya lalu terbentur ketanah. Layar hpnya pecah akibat jatuh.
***
"Hanessa, loe kenapa?" tanya putri saat disampingnya. Hanessa langsung memeluknya.
"Kezra, Put!" geranginya sambil menumpahkan airmatanya dipelukan putri.
"Kezra kenapa?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Dia menikah dengan wanita lain." ujar Hanessa pedih. Hatinya terasa dicabik-cabik. Kerinduannya selama ini dibayar dengan airmata. betapa hancurnya hati Hanessa ketika mendengar Kezra menikahi wanita lain.
"Ssstthh...sudah Nessa, jangan nangis lagi." ucap Putri yang tidak tega melihat sahabatnya terus menangis. Dia mengelus-elus bahunya
"Nes, tenangkan pikiran loe ya. Jangan terlalu dipikirin. Mungkin dia bukan jodoh loe." nasehat Putri sambil menenangkannya. Dan menuntunnya duduk ditempat tidurnya.
***
Sore hari, Hanessa berlari dipantai. Dia membawa sebuah botol yang berisi semua kenangan dan kerinduannya kepada Kezra.
Sesuatu yang berharga, yang pernah diberikan Kezra dengan sumpahnya. Sebuah kalung yang memiliki permata dan tertulis nama Kezra disana. Hanessa melepasnya, meletakkan dalam botol diikatnya dengan pita merah dan melemparkannya sejauh mungkin kedalam dasar laut.
"Bertahun-tahun aku merindukanmu dan mencintaimu tapi mengapa kau melupakanku?" teriak Hanessa sambil terduduk dipinggir pantai selesai melemparkan botol itu. Airmatanya terus mengalir tak tertahankan.
"Mengapa Kez, mengapa kau mengingkari janji kita?" lanjutnya dalam kepedihan.
Kedua sahabatnya dan termasuk Prio menyaksikan dari jauh. Mereka binggung tidak tahu harus melakukan apa. Mereka iba melihatnya, Hanessa sudah mempertahankan cintanya dengan kuat, dia tidak bisa menggeser namanya dengan cowok lain.
Tapi dia tidak mengerti, mengapa Kezra meninggalkannya dengan wanita lain. Selama ini mereka memang tidak ada komunikasi, tidak ada kabar untuk didengar tentang Kezra maupun dirinya.
__ADS_1
Kini perpisahan pedih harus terjadi, dia harus bisa melupakannya dan mengiklaskan orang yang sangat ia cintai.
Bersambung...