Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 33


__ADS_3

Seorang petugas dari kantor pos mengantarkan paketan kecil untuk Hanessa.


"Permisi mas, mau nanya. Apa benar ini alamatnya mbak Hanessa?" tanyanya pada Prio yang baru saja sampai di asrama mereka.


"Iya pak benar. Ada apa ya pak?" tanya Prio.


"Ini ada paketan untuk mbak Hanessa." terangnya. Sambil menunjukkan paketan yang dibungkusan dengan sampul berwarna coklat.


"Oh, Kebetulan saya temannya. Kalau bapak mau biar saya yang terima paketannya." ujar Prio sambil menyambut paketan yang ada ditangan petugas dari kantor pos tersebut.


"Baik, kalau begitu. Silakan tandatangan disini dulu mas." ujarnya sambil menunjukkan resi paketan dan memberikan Prio pulpen untuk tandatangan. Priopun menurutinya.


"Terima kasih mas. Saya permisi." ucapnya sambil meninggalkan Prio.


Prio membolak balik paketan kecil itu. Dia sangat penasaran dengan isinya apa lagi nama pengirim tidak diketahui.


(Lagi asyik memperhatikannya tiba-tiba...)


"Apa ini?" rebut Putri dari tangannya Prio. Prio pun kaget kenanya.


"Loh inikan paketan buat Hanessa?" tanyanya sambil melihat bungkusan kecil yang bertulisan atas nama Hanessa.


Hanessa heran dan ikut melihat.


"Kenapa ada sama loe?" tanya Putri.


"Iya, tadi gue bertemu dengan orang yang mengantarnya. Lalu menitipkannya sama gue." akunya.

__ADS_1


"Huuuu...!!" seru Prio. Putri hanya mencibir.


"Haiii gaesss...!" teriak Asri sambil berlari menghampiri sahabat-sahabatnya.


"Hai juga Asri" balas Hanessa dan Putri.


"Mana motor loe?" tanya Putri


"Disana." tunjuk Asri


"Yuk, berangkat." ajak Prio yang sudah siap-siap.


***


Masing-masing mereka berpasangan, Hanessa dengan Prio dan Putri sama Asri pakai motor.


Mereka berempat menggunakan waktu libur untuk berlibur bersama dipantai. Mereka sengaja menginap di penginapan.


Satu tahun di Bandung, kini Hanessa dan Putri dipindahkan ke Bali selama tiga tahun ini. Disinilah dan di kampus yang sama inilah mereka berempat bisa bertemu dan menjalin persahabatan yang tak terpisahkan.


"Asri, Prio!" panggil Putri


"Hanessa dimana? Dari tadi kok nggak bersama kita?" tanyanya binggung karena kehilangan Hanessa.


"Tadi bukannya bersama kita?" ujar Asri menimpali.


"Ya sudah, kalian berdua coba lihat kesana. Biar aku coba cari disini." ujar Prio khawatir. Merekapun mulai berpencar. Tidak lama kemudian Prio melihat Hanessa duduk diatas batu, membaca sebuah buku kecil mungil berwarna biru langit.

__ADS_1


"Hanessa!" panggil Prio sambil mendekati. Hanessa langsung menyembunyikan bukunya. Dan dengan cepat menghapus airmatanya. Prio seolah-olah tidak tahu dan tidak melihat apa yang Hanessa lakukan.


"Prio, kamu sendiri? Asri dan Putri dimana?" tanyanya sambil melihat mencari mereka.


"Tadi kita kaget melihatmu nggak ada bersama kita. Jadi, sekarang mereka mencarimu." jawab Prio


"Ya sudah, ayo kita mencari mereka." ujar Hanessa sambil berjalan. Tapi dihalangi oleh Prio.


"Han, kenapa kamu mengasingkan diri dari kami?" ujar Prio kesal. Karena dia lebih khawatir kalau Hanessa kenapa-kenapa.


"Prio, aku tidak mengasingkan diri. Tadi aku ke toilet. Tapi saat aku keluar, lihat kalian sudah tidak ada." ujarnya


"Makanya aku balik lagi kesini, menunggu kalian." Sambungnya. Prio merasa bersalah sudah meninggalkannya.


"Asri, Putri...!" teriak Prio memanggil mereka sambil melambaikan tangan.


Asri dan Putri pun berlari menuju suara yang memanggilnya.


"Hanessa, loe disini?" ujar Asri ngos-ngosan.


"Parah loe Han, kita cari loe kemana-mana ternyata loe disini." ujar Putri cemberut. Hanessa memeluk kedua sahabatnya itu.


"Iya maaf, tadi aku ke toilet. Dan saat aku keluar kalian sudah nggak ada. Ya sudah aku balik lagi disini." katanya menjelaskan.


"Ya sudah, yang penting kan Hanessa baik-baik aja." ujar Asri.


"Ya sudah, sekarang kita kembali dipenginapan dulu yuk, kita istirahat sejenak." ajak Prio menimpali.

__ADS_1


Mereka bertiga pun menurut. Lalu berbalik badan jalan menuju penginapan.


Bersambung...


__ADS_2