
Asri menunggu kedua sahabatnya Putri dan Hanessa. Perutnya tidak mampu menahan lapar. Akhirnya dia pergi ke kantin.
"Hei, gendut. Kenalin dong dengan temanmu yang satu itu." ucap seseorang yang menjadi teman akrabnya dikelas. Dia suka sekali panggil Asri gendut. Karena badannya yang bulat n mekar doyan makan membuat berat badannya semakin naik.
"Eh, kurus. Kalau mau kenalan aja sendiri." ucap Asri kesal karena suka dibilang gendut sama tu cowok.
Namanya Prio, dia sering banget buat Asri marah dan kesel. Tapi dia suka berteman dengan Asri, bahkan makananpun sering banget dia beliin untuk Asri. Badannya kurus tinggi langsing, tapi gak kurus-kurus banget dibilang keren lah. Banyak wanita yang tergila-gila padanya, makanya dia sengaja menjadikan Asri temannya supaya banyak yang iri dan juga supaya dia bisa dekat dengan Hanessa.
"Ayolah gendut, loe kan teman gue. Loe, gak suka ya teman loe bahagia?" ujar prio memohon. Akhirnya Asripun luluh juga.
"Iya-iya ntar gue kenalin. Tapi loe yang bayar ini ya..." Asri menepuk bahu prio, dan segera pergi meninggalkannya.
"Sial si gendut." ujar prio lalu segera menyusul Asri dibelakang setelah membayar makanan Asri yang tinggal kuahnya.
Asri berhenti sebentar, prio dibelakangnya sambil memegang bahu Asri. mereka memperhatikan Putri dan Hanessa yang sedang berjalan bersamaan.
"Kurus, loe mau kenalan sama yang mana?" tanyanya polos sambil menunjuk mereka berdua. Prio pun menunjuk Hanessa.
"Yang itu." ucapnya.
"Oh, itu namanya Hanessa."
__ADS_1
"Sudah punya pacar belum?"
"Mana gue tau, loe tanya sendirilah."
"Ah, gendut gak asyik."
"Ehhhh...loe atau gue sih yang suka sama dia?" tanya Asri mulai kesal. Lalu langsung menunju mereka berdua.
"Hanessa, Putri!!" teriaknya sambil berlari. Prio hanya mematung dan memperhatikan mereka. Asri melirik Prio dan memberikan kode. Supaya ikut bersama mereka dan bisa kenalan dengan Hanessa. Tapi Prio belum siap, dia memutar badannya pura-pura tidak melihat.
Mereka bertiga berjalan bersamaan, saling bercanda dan tertawa tanpa malu diperhatikan semua orang. Tiba-tiba Asri membuyarkan candaan mereka.
"Hanessa, loe lihat gak cowok yang menggunakan baju hitam didepan kita tadi?" tanya Asri. Hanessa menjeritkan matanya. Mengingat sesuatu, tapi tidak ada bayangan yang dapat ia ingat begitu juga dengan Putri. Karena mereka berdua dari tadi asyik cerita dan bercanda disepanjang jalan saat keluar dari kelas.
"Bukan-bukan, bukan pacar gue tapi..." tangannya menunjuk Hanessa. Hanessa heran, kenapa larinya kedia gumamnya.
"Tapi apa?" tanya putri curiga. Hanessa hanya mendengarkan tanpa mengeluarkan kata.
"Dia suka sama Hanessa. " ucapnya sambil memandang Hanessa.
"loe cemburu ya, hahahaaa" Canda Putri lagi, godain temannya yang gampang emosian.
__ADS_1
"Apaan si loe put, kan gue cuma bilang."
"Udah-udah" ucap Hanessa melarai mereka. Putri senyum-senyum merasa puas ngerjain temannya. Dari dulu memang Putri suka sekali mengerjai Asri. Tapi kalau Asri sudah marah, pasti dirayunya cari makanan dan marah Asri langsung hilang.
"Put, kamar loe dimana?" ucap Asri sambil mutar kepalanya.
"Cieee, mau cari makanan ya?" tebak Putri. Hanessa hanya menggeleng-geleng kepala melihat kedua sahabat ini seperti kucing dan tikus.
"Tapi kamar gue gak ada makanan." cetus Putri.
"Gue laperrr..." Ujar Asri sambil memegang perutnya dengan gaya manjanya. Hanessa mengeluarkan beberapa snack yang sengaja dia simpan untuk persiapan saat lapar.
"Nih, aku punya snack." ucap Hanessa sambil mengulurkannya pada Asri. Tapi malah diambil sama Putri.
"Tadikan loe sudah dikantin. Jadi ini untuk gue." Canda Putri lagi sambil memasukkan butiran snack dimulutnya. Asri langsung memukulnya dengan bantal. Putripun membalasnya. Kamar Hanessa sudah seperti kapal pecah berantakan.
"Aduhhh, kalian ini kayak anak kecil dech. Gak ada akurnya."
"Dia duluan." ucap Asri sambil menunjuk Putri. Putri terkekeh melihat muka lucu Asri. Lalu melemparkan snacknya pada Asri.
"Hanessa jangan heran, gue dan Asri dari SMA selalu bersama dan selalu seperti ini." ucap Putri sambil melempar bantal lagi sama Asri. Asri tersenyum dan mengangguk lalu membalas melempar Putri. Hanessa hanya menggelengkan kepala. Dia merasa senang bisa mendapatkan dua sahabat yang selalu bercanda gurau ini.
__ADS_1
Bersambung...