
"Putri!" Panggil Prio, sambil mengejarnya. Putri berhenti dan menyeka airmatanya.
"Put tunggu? Loe marah ya Sama gue?" Tanyanya. Putri memutar badannya Dan tersenyum seakan-akan tidak ada apa-apa yang dia rasakan.
"Marah? Kenapa?" Katanya bertanya balik.
"Gue tahu Put, loe marah Sama gue. Tapi gue nggak ada maksud nyakitin hati loe." Putri tersenyum, tak sadar airmata membasahi kedua pipinya. Lalu Putri meninggalkannya.
"Put, jangan nangis." Tahan Prio memegangi tangannya Dan menariknya dipelukkannya. Putri tidak mampu berkata apa-apa, dia hanya pasrah dipeluk Prio.
Tiba-tiba sekitar 10 menit dalam pelukan Prio, Putri melepaskan pelukannya. Dan menghapus airmatanya.
"Gue nggak marah Prio, tapi ada sesuatu yang gue pikirkan." Bohongnya
"Apa? Loe ada masalah?" Tanya Prio tidak yakin.
"Gue mau pergi sebentar Prio. Ada urusan yang harus gue selesaikan."
Ujarnya sambil meninggalkan Prio.
Prio menatapnya sampai jauh, dia merasa bodoh dan sangat bodoh.
"Dasar bodoh, bodoh...!" Gumam Prio sambil memukul kepalanya berkali-kali. Lalu kembali kekamar Hanessa.
"Putri mana yo?" Tanya Asri yang sedang duduk dekat Hanessa bersandar ditempat tidurnya.
"Dia bilang ada urusan yang mau dia selesaikan." Jawab Prio.
"Urusan? Urusan apa?" Tanya Hanessa
"Aku juga tidak tahu Han." Jawab Prio
"Prio lebih baik kamu menyusulnya!" pinta Hanessa. Prio menatap Hanessa.
"Putri pasti cemburu Pri!" Tebak Hanessa pada Prio.
__ADS_1
" Oke." Ujar Prio langsung berjalan. Dia memutar badannya lagi pada Hanessa.
"Hanessa kamu istirahat lagi ya." Lanjut Prio. Hanessa mengangguk dan tersenyum.
"Tenang aja Pri, aku sudah nggak apa-apa kok. Sama cepat susul Putri." Desak Hanessa pada Prio, diapun tersenyum.
"Ok, Aku nyusul dia tapi kamu istirahat ya." Ujar Prio. Hanessa mengangguk lemah.
"Gue pergi duluan ya As, jaga Hanessa." Ujarnya sambil memandang Hanessa. Dia tidak tega meninggalkannya tapi Putri juga butuh perhatiannya.
"As, kamu istirahat aja." Ujar Hanessa.
"Nggak apa-apa kok Nes."
"Asri, nanti kamu sakit juga" ujar Hanessa sambil turun dari tempat tidurnya.
"Loe mau kemana Nes?" Tanya Asri. Hanessa hanya tersenyum.
***
Beberapa hari kemudian, Hanessa sudah beraktifitas kembali. Dia mengejar tugas kuliahnya yang akan selesai.
Tringgg.... tringgg...
Suara hp Hanessa berdering berkali-kali. Hanessa mengangkat telponnya.
"Hanari?" Gumamnya. Lalu mengangkat telponnya.
"Halo...!" Sapa Hanessa
"Hanessa!" Teriak Hanari Dari telponnya. Hanessa tersenyum walaupun Hanari tak melihatnya.
"Nessa, besok adalah hari ulang tahunku. Kamu bisa datangkan?" Ujar Hanari berharap.
"Ehmmm...Aku usahakan ya?" Jawab Hanessa.
__ADS_1
"Oke deh, byee!"
"Byeee"
Hanessa menutup telponnya, Dan terus melanjutkan tugasnya. Tiba-tiba informasi Masuk di wa nya .
Dengan cepat kilat Hanessa mengetik dan menyelesaikan skripsinya. Sampai dia harus lembur.
"Ya Tuhan, aku harus cepat menyelesaikannya." Gumamnya sendiri sedikit panik.
Akhirnya jam 2 dini hari pekerjaannya selesai. Hanessapun tertidur diatas laptopnya.
Tok...Tok...Tok...
"Hanessa!" teriak Putri didepan pintunya
"Hanessaaaa!" Teriaknya lagi sambil mengetuk pintunya.
Hanessa pun kaget, dia melihat sudah jam 7.
"Iya, sebentar." Ujarnya. Lalu dengan gontai dia bangun dan membuka pintu kamarnya.
Putripun masuk.
"Hanessa, loe lembur ya?" Tanya Putri. Hanessa pun mengangguk.
"Gile loe Han, jam berapa loe tidur?" Tanyanya lagi. Hanessa menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah loe mandi sana sudah jam 7 lewat." Hanessapun nurut Karena handuknya sudah dilemparkan padanya oleh Putri.
"Tunggu ya" ujar Hanessa sambil beranjak kekamar mandi.
Beberapa saat Hanessa pun kembali kekamarnya, Prio dan Asri pun sudah ada diruang kamarnya.
"Hai, Hanessa" ujar Asri senang ketemu Hanessa.
__ADS_1
"Asri, Prio apa kabar?" Tanya Hanessa nggak kalah kangennya dengan mereka. Hanessa pun secepat mungkin ganti pakaiannya . Lalu memeluk mereka dengan erat.
Bersambung...