
Kezrapun kembali kerumah mereka yang tidak jauh dari pinggir pantai.
Tok...tok...tok...
"Permisi!" Teriak Kezra pada tetangganya. Muncullah seorang ibu yang sudah tua dari dalam rumahnya.
Episode
"Eh...nak Kezra. Sudah kembali kesini?" Ujarnya. Kezra tersenyum mendengar sapaan tetangganya yang baik dan ramah terhadap mereka.
"Iya bu, Kezra ingin mengawasi rumah ini." Ujar Kezra.
"Ayo nak masuk dulu." Ibu itu pun membuka gerbangnya, dan meminta Kezra untuk bertamu dulu sebelum kembali kerumahnya.
Ibu mudem tetangga mereka, sudah menganggap Kezra dan istrinya sebagai anak mereka sendiri karena mereka tidak memiliki anak. Waktu Hanari masih Kecil, ibu itu juga lah yang merawatnya.
"Jangan dulu pulang, ibu siapkan makanan untuk kamu." Katanya sambil pergi kedapurnya menyiapkan makanan untuk Kezra.
Seorang bapak suami ibu mudem datang menemui Kezra dari kamar.
"Ehh nak Kezra, apa kabar?" Ucap bapak itu. Kezra menyalaminya.
"Baik pak." Ujar Kezra.
__ADS_1
"Kok sendiri, istrimu mana?" Belum sempat Kezra menjawab tapi sudah dipanggil oleh ibu mudem untuk makan.
"Nanti dulu ceritanya, sekarang ayo makan dulu." Ajak istrinya
"Ayo, ayo nak Kezra!" Ujar suaminya sambil mengajak Kezra. Kezrapun berdiri dan menuju ruang meja makan bersama bapak dan ibu itu.
"Kami sangat merindukan kalian." Ujar ibu mudem sambil mengambilkan Kezra nasi.
"Iya, berkali-kali kami menanyakan kalian kapan pulang." Ujar bapak itu menimpali. Kezra hanya diam sulit baginya membuka mulut untuk menceritakan semuanya. Kezra hanya tersenyum sinis.
"Beberapa minggu yang lalu, ada dua orang laki-laki dan perempuan datang dirumah ini. Mereka menanyakan kali dimana."
"Dua orang, laki-laki dan perempuan mencari kami?" Ujar Kezra meyakinkan.
"Siapa?" Gumam Kezra. Sambil berpikir penasaran.
"Nak Kezra makan dulu, habisin nasinya." Ujar ibu itu membuyarkan lamunan Kezra.
"Eh iya bu." Ujar Kezra sambil melahap nasinya.
"Istrimu kemana? Tidak ikut denganmu? Apa dia sudah melahirkan?" Pertanyanya yang sulit Kezra jawab. Kezra hanya mengangguk pelan.
"Istrimu sudah melahirkan?" Ujar ibu itu lagi, hatinya sangat senang mendengar Hanari yang sudah melahirkan.
__ADS_1
"Alhamdulilah, Kenapa tidak dibawa kesini? Ibu pengen melihatnya." Kata ibu itu tidak sabar melihat anak mereka.
"Kalau Hanari sudah bisa berjalan dengan baik, nanti Kezra bawa main kesini." Ujar Kezra. Ibu dan bapak itu saling berpandangan dan tersenyum.
"Oh ya bu, pak, makasih buat makanannya. kalau begitu Kezra pamit dulu untuk melihat rumah." Ujar Kezra sambil menghindari pertanyaan-pertanyaan tetangganya ini. Kezra tidak mau melihat mereka sedih, kalau mendengar Hanari sudah tidak ada. Kezrapun berdiri merapikan tempat duduknya.
"Ni nak Kezra, kuncinya. Kalau ada apa-apa panggil bapak." Ujar bapak tetangganya itu.
"Makasih ya pak, bu, sudah menjaga rumah kami." Ujar Kezra. Dia pun mengambil kuncinya dan bergegas pergi.
"Iya nak. sama-sama" ujar si ibu.
***
Dengan pelan Kezra membuka pintu rumahnya, rumahnya tetap bersih dan rapi. Kezra heran padahal sudah berapa bulan mereka meninggalkan rumah mereka tetapi tetap bersih dan wangi.
Kezra bertanya-tanya siapa yang membersihkan dan merapihkan rumah mereka. Kezra tidak sengaja menemukan foto Hanari waktu masih kecil dengan ibu tetangganya sebelah.
Kezra yakin, yang membersihkan dan merapihkan rumah mereka pasti ibu itu. Kezra tersenyum melihat foto mereka. Dan Kezra juga menemukan foto ayah Kezra bersama istrinya. Bahkan foto saat Hanari masuk rumah sakit diusia yang lebih sangat muda.
Kezra semakin penasaran, dia mencari-cari sesuatu ingin mengetahui identitas Hanari dan kedua orangtuanya. Kezra mencoba kembali kerumah tetangganya itu.
Bersambung...
__ADS_1