Rinduku Pada Sang Elang

Rinduku Pada Sang Elang
Bidadari dan Malaikat Kecil


__ADS_3

Suara notifikasi atas terkirimnya pesan dan masuknya pesan, bersahutan-sahutan terdengar dari telepon seluler milik Rayhan. Sang empunya hanya tersenyum, ada gurat rasa puas di wajah tampannya. Iapun tetap melanjutkan konsentrasinya pada kemudi mobil dan arus lalulintas di hadapannya.


" Yakin tidak akan mengganggu mu? ", tiba-tiba Nilam bertanya meyakinkan. " Notifikasi pesanmu saja sudah sedemikian padat... apa benar kau bisa diandalkan ??? "


" Aaahh..... itu pesan-pesan dari kawan.... dan bukan masalah pekerjaan atau kuliah ku ", Rayhan membela diri.


" Kau bahkan tidak membukanya..... bagaimana kau tahu? ".


Rayhan tersenyum usil menjawab pertanyaan Nilam. Membuat wanita itu semakin menatapnya penuh selidik, tidak percaya. Semua berawal dari permohonan Rayhan untuk merawat putranya hari itu, seorang diri. Sebenarnya Nilam khawatir, karenanya dia mensyaratkan harus tetap ada ny.Sonya . Dan Rayhan pun menyetujuinya.


" Ada berita heboh tadi di group ", jawab Rayhan dengan senyum tipis.


Tanpa Nilam ketahui, bahwa Rayhan telah melakukan swafoto dengan latar belakang Nilam dan Alend saat masih tertidur tadi Kemudian mengirim dengan caption bidadari & malaikat kecilku ke gruop WhatsApp "para pria" yang beranggotakan teman-teman dekatnya di Indonesia. Rayhan yakin, semua chat itu adalah luapan rasa kepo dari mereka.


Group itu beranggotakan para teman seangkatan Rayhan di SMA dulu. Siapa yang tidak mengetahui bagaimana rumitnya jalinan cinta antara Rayhan dan Nilam. Dari awal terjalinnya cinta keduanya yang dianggap penghianatan, karena Rayhan mencintai kekasih sahabatnya sendiri. Lalu pernikahan siri mereka, yang berujung dengan menghilangnya Nilam dan keluarganya. Kemudian kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan sementara pada kedua kaki Rayhan.

__ADS_1


Semua seperti rollercoaster yang menukik turun dengan tajam. *** hati dan perasaan, menguras emosi serta menyesakkan dada. Bahkan bagi mereka yang memang tahu betul bagaimana keterpurukan Rayhan.


Sepulihnya Rayhan, sebelum memutuskan melanjutkan strata dua nya di Inggris..... teman-teman baik itu pun mulai sibuk memperkenalkan satu demi satu wanita cantik. Dengan harapan agar Rayhan segera move on dan bisa menjalin kasih yang baru, sehingga pria itu terbebas dari rasa sepi dan sedihnya. Namun Rayhan menolak dengan halus dan tegas setiap niat baik kawan-kawannya itu.


" Cukup doakan aku untuk bisa sabar dan kuat meraih bahagia ", pintanya dengan tulus.


" Aku pria beristri.... seharusnya kalian ikut saling mengingatkan dan menjaga kesetiaan ". Begitulah dilain kesempatan dia sangat tegas menepis setiap ajakan kawannya untuk sekedar one night stand.


Seperti saat dua tahun yang lalu, ketika Aldo dan beberapa orang teman mengantar keberangkatannya ke Inggris. Saat itu di cafe bandara Soekarno-Hatta . Saat Aldo mulai membuka topik pembicaraan tentang Nilam.


" Apa itu ? ", Aldo balas bertanya.


" Dua minggu dia merawatku dan menginap di kontrakan kecil kami..... emhh.... kami sama sekali tidak memakai pengaman ", Rayhan menerawang.


" Waaah.... ", Aldo menggumam canggung. Ada semburat merah terlukis di wajahnya. Begitu juga dengan senyuman-senyuman simpul beberapa teman yang ikut mendengarkan.

__ADS_1


" Bagaimana jika dia hamil..... anak ku. Bisa kalian bayangkan ..... dia seorang diri. Entah dimana.... ", Rayhan menerawang, hatinya serasa diremas oleh tangan tak kasat mata.


Aldo terhenyak, tiba-tiba saja bayangan Nilam yang mungil dan lembut tergambar jelas dipelupuk matanya. Wanita yang pernah mengisi hatinya itu.... bahkan kalau mau jujur sampai saat itu terkadang diapun masih mengharapkannya lagi. Aldo kemudian menepuk-nepuk pundak Rayhan sahabatnya. Lalu keduanya tersenyum .... samar dalam gelisah.


Saat inipun Rayhan tersenyum, namun senyum yang sangat optimis, manis dan penuh dengan aura kebahagiaan. Kesedihan dan penderitaan dahulu, baginya seperti ulat yang menjelma menjadi kupu-kupu indah. Terbayar sudah semua duka lara berbalut setia dan rasa percaya yang dijalaninya. Disampingnya kini ada wanita yang selalu dirindukan, beserta anak tampan yang menggemaskan.


" Nanti sore kujemput, ingat tunggu sampai aku datang ya ", seru Rayhan saat Nilam sudah berada diambang pintu. Dan Nilam melambai diiringi dengan senyuman manisnya membalas seruan Rayhan.


Beberapa saat kemudian, Rayhan melajukan mobilnya menuju arah sekolah Alend. Hari ini, dia memutuskan akan melihat bagaimana tingkah polah sang putra di sekolah. Tak sampai dua puluh menit, ia telah sampai di halaman sekolah taman kanak-kanak yang ditumbuhi beberapa pohon besar nan rindang.


Ia melihat sekelompok anak-anak berseragam seperti sailor tengah berkumpul di halaman dengan ditemani beberapa orang guru. Rayhan memutuskan untuk memarkir kendaraannya diseberang jalan. Lalu ia melangkah masuk ke halaman sekolah itu. Setelah sebelumnya menemui keamanan sekolah yang ada di pos penjagaan gerbang sekolah.


Sosok pria berkulit hitam yang sangat tegap berotot namun juga sangat ramah berinisiatif mengantarnya menemui kepala sekolah. Dalam perjalanannya menuju ruang kepala sekolah, mereka berdua berbincang cukup akrab. Sesampainya diruang kepala sekolah, Joshua nama pria itu, mempersilahkan Rayhan untuk langsung masuk.


Ellanor nama sang kepala sekolah. Wanita paruh baya dengan kacamata model kuno, namun begitu anggun. Seolah memang model itu khusus diciptakan untuknya. Awalnya ada sedikit nada tidak percaya pada ucapan Rayhan. Namun setelah melihat kartu pengenal dan foto Nilam serta Alend yang diambil dgn kamera handphone Rayhan, akhirnya sang ibu kepala sekolah pun menjadi sangat ramah dan bersahabat.

__ADS_1


__ADS_2