
" Kalian jangan saling menjauh lagi. Maaf'kan aku.... Itu aku, aku yang harus menjauh. Maaf.... ", setengah berbisik gadis itu mengakhiri kalimat permohonannya.
Berbalik dengan cepat, lalu melangkah pasti meninggalkan Aldo dan Rayhan yang terpaku dengan jalinan jemari mereka. Begitulah Nilam mengakhiri perseteruan dua pemuda yang kini saling tatap. Sesaat kemudian keduanya saling melepaskan jalinan jemari mereka, saling menatap .....
" Kita ..."
" Aku... "..... ucap keduanya bersamaan. Dan terhenti kompak seketika itu juga.
" Kamu dulu... ", sergah Aldo kemudian.
" Kita yang sudah menyakiti Nilam. Satu sekolah membuatnya jadi bahan rumpi bin gosip.... pasti dia tertekan selama ini. Aku yang memulainya... aku minta maaf ". Rayhan kembali mengulurkan tangannya pada Aldo.
" Aku juga... ", dan Aldo menerima uluran tangan Rayhan, menjabatnya .
" Aku sudah dibuangnya ... kau dengar'kan tadi. Gadis pertama yang melakukan ini padaku..... bagaimana menurut mu???"
Rayhan tersenyum mendengar perkataan Aldo. Dia paham betul bagaimana pemuda dihadapannya. Sejak kelas dua SMP saja sudah mulai membuat daftar para sang mantan, pastilah bukan hal yang sulit mendapatkan sang pengganti. Tapi saat ini Rayhan dapat menangkap sesuatu yang terpercik dari mata Aldo, mungkin dia merasa sedikit di rendahkan.... atau reputasi hatinya sebagai playboy terciderai oleh sikap Nilam.
" Lantas.... ", Rayhan menatap bingung.
" Hei ....!!", Aldo meninju pelan pundak Rayhan. " Kau tidak ingin kita bersaing sehat??.... Nilam.... bukankah menarik memperebutkan hatinya. Kalau sainganku itu kau !!.. aku lebih bersemangat "
Rayhan mendengus kesal, dia tak habis pikir kenapa Aldo menjadi begitu kompetitif jika dengannya.
" Kau bukan lawanku... ingat !! kau sudah dibuang"
" Ternyata benar .............. selama ini kau suka dengan Nilam "
" Apa?!!", Rayhan mendelik kesal. Ia terkesiap .... mungkinkah?, tanyanya pada diri sendiri.
" Aahh sudahlah ..... ", Aldo mengibaskan tangannya. " Kau cari tau' dulu bagaimana hatimu..... sekarang, kita baikan, nggak ada nikung belakang. Fair game "
" Deal!!!"
\\
Dan waktu terus berlalu melindas apapun tanpa memperdulikan bagaimana perasaan seisi alam. Pun demikian dengan tiga anak manusia yang mulai mendewasa. Impian-impian mereka terlalu sempurna untuk tidak diperjuangkan. Hingga sang waktu pulalah yang kembali memperbaiki semuanya.
Nilam tetaplah sebagai sahabat setia yang selalu mempunyai banyak waktu untuk belajar bersama Rayhan, yah... mereka satu kelas sekarang. Bahkan Rayhan selalu mengekori tempat duduk Nilam. Ikut menghabiskan bekal makan siang gadis itu, hingga sang ibu pada akhirnya membawakan porsi ganda untuk bekal putrinya. Juga menyandra malam minggu Nilam, hingga hampir semua teman pria Nilam tidak ada yang berani menyatakan rasa sukanya. Milik Rayhan.... begitu pikir mereka.
Nilam ..... sungguh, dia tak berani bermain dengan prasangkanya. Lebih baik menjalani saja. Menyediakan waktu untuk Rayhan, menyisihkan tempat di hatinya untuk pemuda itu. Bahkan..... menyelipkan nama sang pemuda di catatan hatinya.
** Diary Nilam. **
Hari pertama masuk sekolah....
Huuuufffff, ini cobaan atau kebahagiaan ???? Bagaimana mungkin aku masuk kelas ini???
Kelas neraka...... 😫😫😫 Mereka semua hanya sekilas menatapku, tidak perduli. Ya Tuhan ku Yang Maha Penyayang..... kenapa otak brilian tidak diikuti oleh kehangatan hati ???? Apakah memang seperti itu Kau ciptakan keseimbangan.
Elang.... kau juga ada di kelas ini, pasti ini juga penyeimbang yang dikirim untuk ku. Maaf... aku menolakmu duduk bersamaku.
- - - - - - - -
Minggu-minggu Ulang Tahun Sekolah... Persiapan........
__ADS_1
Susahnya sekelas dengan para profesor dan doktor..... di otak mereka hanya ada rumus integral & deferential, fisika quantum.... hereditas mendel. Were about art????
38 siswa di kelas ini.... hanya 5 orang yang serius dan antusias.
Akhirnya.... mereka tergerak juga. Alhamdulillah.... dekorasi taman & kelas selesai. Pensi nanti kelas kita juga akhirnya tidak absen. Lomba tumpeng juara 1.... Tarik tambang juga juara 2 (dengan korban kaki kiriku) . Elang..... terimakasih, sudah membebat erat dengan tensocrap. Maaf... aku menepiskan tangan mu. Jangan buat gosip baru lagi ya.... please...
\
" Nilam Prameswariiiiii...... ", suara berat namun nyaring menyeru disertai dengan tepukan keras dipundak, membuat Nilam terkejut.
" Apaan sih .... bikin kaget saja ", protesnya pada Wildan sang adik semata wayang.
" Ye.... sendiri nya yang bolot, pake disumpel juga tuh kuping. Tuh !!!!!", Wildan membuat gerakan dengan dagunya menunjuk sesuatu.
" Apa??"
" Kak Rayhan di luar..... sudah nungguin"
Nilam terperanjat bingung, Rayhan... mau apa dia kemari?. Malam nanti acara pensi ulang tahun sekolah. Nilam sudah membuat janji akan berangkat bersama Nana, tapi kenapa Rayhan yang muncul???
" Udah ditungguin tuh dari tadi.... mau dandan model apa sih??? jadinya juga maksimal ... begitu .... ha..ha..ha..ha.. ", Wildan tertawa menggoda sang kakak.
Nilam balas mencibir, dengan berjalan tertatih karena kaki kirinya yang masih cidera, ia segera keluar kamar seraya menjitak kepala sang adik.
" Aduh "
Syukurin.... batin Nilam.
" Nana..... minta tolong sama aku. Dia harus nyetel celo-nya dulu... ke guru musiknya ", Rayhan menjelaskan.
" Oohh..."
" Yuk... berangkat sekarang, sholat Maghrib di sekolah sekalian, nanti "
Nilam mengangguk tanda setuju. Lalu mereka berdua pun berpamitan.
" Pakai motor .... maaf .... ".
" Why ?? ..... kenapa minta maaf.... aku sudah merepotkan mu... klo' dengan Nana juga pake motor "
Rayhan tersenyum mendengar perkataan Nilam. That's my girl..... bisiknya senang pada diri sendiri.
Kedua nya sampai di sekolah yang nampak gemerlap dengan aneka lampu hias dan lampion, saat itu sudah menjelang maghrib. Rayhan memilih tempat parkir dekat mushola. Setelah turun, segeralah Rayhan menjajari langkah Nilam yang masih sedikit tertatih. Mereka tak menyadari, ada sepasang mata yang tak lepas memandangi. Dan itu adalah Aldo .....berdiri bersedekap lalu tersenyum sinis.
" Bodoh .... sampai kapan mereka akan seperti itu", bisiknya pelan pada diri sendiri.
Nilam segera bergabung dengan teman-teman sekelasnya, selepas menunaikan sholat Maghrib. Dia sudah kehilangan sosok Rayhan sejak keluar dari mushola tadi. Ah... biarlah, toh nanti dia akan pulang dengan Nana.
Acaranya sungguh meriah... terutama acara setelah sambutan kepala sekolah dan pemberian hadiah untuk para juara. Tidak disangka-sangka, kelas 3 IPA.1 menjadi kelas terbaik .....dan itu kelasnya Nilam. Pak Wahyudi si Einstein begitu julukan anak-anak untuk sang guru fisika itu, nampak sumringah menerima trofi bergilir dari bapak Kepala Sekolah. Diikuti Nilam dan teman-teman sekelasnya berteriak dan bertepuk tangan.
Selanjutnya band dari kelas satu yang membawakan lagu "cantik" dari Kahitna.... vokalisnyapun memang manis. Di susul parade gitar dari klub musik yang mengusung tiga lagu Dewa 19: Kangen, Kirana dan Cinta'kan membawamu kembali. Diselingi drama komedi berjudul " Putri Salju dan 7 orang guru favorit" plesetan dari Snow white & seven dwarfs. Dibintangi oleh Yoga si item manis anak IPA.3 sebagai putri salju dan beberapa guru yang juga ikut meramaikan. Sukses ...... mengocok perut penonton satu sekolahan.
Penampilan puncak adalah Nana dengan celo nya, yang sukses meremas-remas hati penonton dengan lagu I knew I loved you before I meet you _nya Savage garden. Semua penonton ikut bernyanyi serempak. Nana yang profesional begitu memanjakan audiens nya dengan lagu kedua Mahadewi dari band Padi.
" Satu lagu terakhir.... request dadakan dari teman saya.... yang ganteng, pinter, dan banyak fans nya. Rayhan Ananta..... silahkan bergabung keatas panggung ".
__ADS_1
Suara siulan bersahutan dan tepuk tangan riuh mengiringi naiknya Rayhan ke atas panggung. Seperti nya seratus persen gadis-gadis di sekolah ini sepakat dengan yang dikatakan Nana. Rayhan begitu memukau dengan jeans biru dan kemeja putih beraksen garis hitam pada bagian samping dan tengah, belum lagi lengan panjang yang digulung asal sebatas siku.... membuat pesonanya lebih maksimal lagi.
" Terimakasih Nana.... selamat malam semua ", seru Rayhan yang dijawab kompak terutama para gadis ...... " Selamat malaaam "
" Malam ini... ada satu ganteng yang akan bergabung dengan kita Nana "
" Oh ya.... siapa itu? ", Nana antusias. Rayhan mendekat dan berbisik, sejurus kemudian gadis itu mengangguk-angguk tanda mengerti.
" Okay.... untuk yang heeeeem .... guanteeeeng tiada ujung .... silahkan Aldo Pradana.... "
Keriuhan pun terjadi kembali dan semakin heboh saat Aldo dengan percaya diri tingkat dewanya, yang didukung senyum pemikat hati wanita naik keatas panggung.
Di seberang kanan panggung, dari teras kelas Nilam, gadis itu tak dapat melepaskan pandangannya pada pusat acara malam itu. Dua orang yang mewarnai hidupnya melakukan high'five dan saling menepuk pundak. Teras kelas ini sedikit temaram, tapi entah kenapa Nilam merasa kalau pandangan Rayhan sesekali tepat mengarah padanya.
Beberapa teman sekelas Nilam yang memilih menikmati acara dengan tetap berada di teras kelas, mulai kasak-kusuk dan menoleh pada Nilam. Siapa sih di kelas IPA,1 yang tidak mengerti kebersamaan Nilam dan Rayhan ???. Bahkan diantara mereka juga banyak yang sudah tau tentang cerita Nilam dan Aldo.
"Nil..... tuh bersatu mereka ", Yudhi menyikut pelan. Nilam hanya nyengir saja menanggapi tingkah Yudhi si teman sebangku Rayhan.
" Lagu ini ..... masih sahabatku kekasihku milik Ada Band, buat teman special kami ", ucap Rayhan sesaat sebelum gesekan senar celo Nana memulai intro.
" Kau..... masih sahabatku kekasih _ nya ", ucap Aldo sambil membuat gerakan menunjuk pada dirinya saat menyebut 'sahabatku' dan menunjuk Rayhan saat menyebut 'kekasihnya'.
Lalu mengalunlah suara bening dan merdu dari celo yang dimainkan Nana mengiringi duet mereka
*Rasa cinta,Yang dulu telah hilang
Kini berseri kembali
Telah kau coba, Lupakan dirinya
Hapus cerita lalu
Dan lihatlah, Dirimu bagai bunga
Di musim semi, Yang tersenyum
Menatap indahnya dunia, Yang seiring menyambut
Jawaban segala gundahmu
Walau badai menghadang
Ingatlah ku kan selalu, Setia menjagamu
Berdua kita lewati, Jalan yang berliku tajam
Setiap waktu, Wajahmu yang lugu
Selalu bayangi langkahku
Telah lama, Kunanti dirimu
Tempat ku kan berlabuh
Cahya hatiku, Yakinlah kekal abadi selamanya
Seperti bintang, Yang sinarnyaTerangi seluruh
Ruang dijiwa, Membawa kedamaian*
__ADS_1