
"lo nggak bakal aduin gue kan?" vio sedikit takut
"ish... Lo tu yah ...kali ini gue nggak aduin lo.. Tapi nggak ada lain kali ya???" sherin mengurungkan niatnya
***
Sementara viola sudah sampai di sekolah viona...
Banyak teman yang menyapa nya, karna memang viona anaknya ramah dan gampang membaur
Tapi Yola tidak menggubris dan tetap berjalan kekelasnya
Sesampainya didepan kelas, gladys dkk sudah menunggu
Viola masuk dan mencari sosok tiara, karna vio biasanya memang duduk sama tiara
"pagi viona!!!" gladys menghampiri yola yang baru datang
Yola tak menghiraukan nya, dia lebih memilih berjalan ke kursinya
Gladys menjadi kesal karena Viona tidak menjawab sapaannya,
"eh... Vio... Lu nggak denger ya sapaan gue?" gladys menghampiri Yola yang duduk dikursinya
Yola tak menjawab, dia hanya menoleh pada gladys yang kesal padanya
"bisa bisanya lo ya nyuekin gue?" gladys berkacak pinggang... "gue cuma mau bilang sama lo, kalau kak dion ngajakin nonton pulang sekolah nanti"
Yola tetap cuek
"heh... Gue ngomong sama lo ya... Kenapa nggak jawab?" bentak gladys
Viola memegangi telinganya "berisik banget sih lo pagi pagi"
Semua teman didalam kelas menoleh pada Yola yang balas membentak gladys
Mereka terkejut karna biasa nya vio selalu menurut pada gladys
Gladys dkk pun kaget...
Tiba tiba bel berbunyi dan bersamaan guru pun masuk kekelas
"pagi anak anak!!!" seru bu indri, guru bahasa indonesia "karna ujian pts nya sudah dekat, jadi kita hari ini akan mengadakan ulangan dadakan, bersihkan buku kalian dari atas meja, kita mulai sekarang" bu indri membagikan kertas ulangan nya
Seperti biasa, gladys Merasa santai saat ada ulangan, karna dia selalu mengandalkan viona
Mereka semua sibuk mengerjakan tugas masing-masing,,, gladys memberi kode pada viola untuk memberikan Hasil ulangan nya, tapi Yola tak peduli dia tetap fokus pada ulangan nya
Karna tak juga direspon, gladys menjadi kesal...
__ADS_1
Dia mencoba berkali kali untuk meminta jawabannya tapi Yola tetap tak peduli
"bu... Saya sudah selesai" Yola maju kedepan dan mengumpulkan hasil ulangan nya
"baik Viona...kamu boleh istirahat dulu"
Yola keluar jalan jalan berkeliling sekolahan,,,dia sampai disebelah lapangan basket, dan ternyata disana sudah banyak orang yang menyiapkan untuk perlombaan
"viona... Kamu sedang apa disini?"
Yola kaget karna tiba tiba ada yang menyapanya
"saya sudah selesai mengerjakan ulangan, jadi guru menyuruh saya istirahat lebih dulu" jawab Yola gugup
Seperti nya yang menyapa nya adalah guru olahraga
"oh begitu... Bagus lah,dengan begitu kamu juga bisa memberikan semangat untuk teman teman kamu yang akan bertanding basket sebentar lagi,, viona apa kamu bisa membantu bapak?"
"membantu apa pak?".
"sebentar lagi teman teman dari SMA tunas mulia akan datang,,,, karna kamu salah satu murid terpandai dikelas 11 jadi bapak minta tolong kamu menyambut kedatangan mereka"
Yola kaget... Itu adalah sekolah nya sendiri
"tapi pak..." Yola berhenti karna gerbang sekolah terbuka karna kedatangan 1 mobil minibus dari sekolah nya
Yola buru buru berlari kekelas nya untuk mengambil masker didalam tasnya
"selamat datang disekolah kami" ucap guru olahraga dengan menjabat tangan guru olahraga sma tunas mulia
"terimakasih"
Semua anak sma tunas mulia pun turun dari minibus satu persatu
Yola kaget saat melihat sherin ikut turun dan diikuti oleh viona
Dengan cepat Yola mendekati sherin dan viona untuk memberikan masker pada viona...
"lo ngapain sih pakek ikut acara kayak gini" bisik Yola sambil memberikan masker pada viona
"gue nggak tau... Guru yang nyuruh gue dan sherin ikut,,," bohong vio, dia takut kena marah oleh Yola jika tau kebenarannya
"cepetan lo pakek maskernya supaya gk ada yang ngenalin" Yola meninggalkan mereka
"viona... Tolong antarkan teman teman sma tunas mulia ke lapangan basket" perintah guru olahraga
"baik pak... Ayo teman teman silahkan ikut saya"
Mereka semua pergi kelapngan basket
__ADS_1
Saat berjalan kelapangan basket, rafa berjalan mensejajari viona "Yola.. Kenapa kamu pakai masker?" tanya rafa sedikit khawatir
"emmm... Aku alergi debu kak , makanya pakek masker"
"oh... Aku pikir kamu sedang tidak enak badan?" rafa tersenyum pada viona
#ya tuhan.. Manis banget senyum nya# batin vio
Saat Yola melihat vio berdekatan dengan rafa, dia segera menarik tangan vio menjauh
"lo apa apaan sih Yola?" vio menepis tangan Yola kasar
"lo jangan aneh aneh ya kak... Ngapain lo deket deket sama kak rafa ?"
"oh... Namanya kak rafa ... Ganteng banget sih dia"
"lo jangan macem macem ya kak... Gue nggak pernah deket sama cowok sebelum nya, jadi lo jangan deket deket sama kak rafa,"
"kenapa sih yola... Dia ganteng banget tau gk?"
"ish... Sumpah ya.. Lo jangan jadi nyebelin deh kak, gue bilang lo harus jauhin dia, ya jauhin saja gk usah banyak nanya".
"kalau gue gk mau gimana?"
"kak... Lo... Ish... Sumpah ya.. Gue aduin lo ya sama mama" Yola mengambil hp di tas nya dan hendak menelpon mamanya
"jangan jangan... Jangan ngadu kemama ,,, ntar uang jajan gue dipotong lagi... Jangan ya.. Iy deh gue nggak bakal deket deket lagi sama dia"
Vio mengangkat 2 harinya simbol berjanji pada yola
"yaudah... Awas lo ya..." Yola mengangkat genggaman tangan nya
Rafa memperhatikan sikembar dari tadi,,, saat Yola sudah pergi dari sana rafa segera menemui viona
"Yola... Tadi itu siapa kamu... Kok kayak jutek banget sama kamu" rafa menatap vio lembut
"kak rafa,,, aku mohon... Saat disini jangan deket deket sama aku dulu ya... Aku takut kakak ku yang tadi akan marah kalau aku deket sama cowok,"
"oh tadi itu kakak kamu?"
"iya... Jadi kita jangan saling menyapa dulu sekarang,,," vio hendak pergi tapi ditahan rafa
"apa selama ini kamu jutek sama setiap cowok, Juga karna kakak kamu itu?"
"he he.. Iya...dia ingin aku fokus kepelajaran saja"
"hm... Pantesan..."
Sebenarnya Yola menjadi pendiam dan jutek Pada setiap cowok karna dia trauma setelah melihat secara langsung pertengkaran mama dan papa nya dulu saat hendak berpisah
__ADS_1
Papa nya sesekali memukul mama mereka dengan keras,,, saat mamanya terus memohon untuk tidak meninggalkan mereka bertiga, tapi papanya tetap meninggalkan mamanya demi wanita lain yang lebih kaya dan juga mereka memiliki seorang putri bersama