Romansa Rumit

Romansa Rumit
rafa ber ulah


__ADS_3

devan terlihat mondar mandir didepan ruang operasi


sedangkan rafa dan sherin berdiri didekat ruang operasi tersebut


mereka sangat gelisah menunggu viola yang tengah dioperasi karna ada gumpalan darah di otak yola yang harus segera dibersihkan


tak berapa lama,kedua ortu maura datang ke rumah sakit bersama


"bagaimana keadaan maura raf?"ayah maura menepuk bahu rafa yang tengah bersandar ditembok dan memejamkan matanya


rafa membuka matanya "om johan...saya gak tau om,mereka masih di ruangan operasi" ucap rafa sopan


tiba tiba dua perawat keluar dari ruangan operasi dan memberi kabar jika mereka kehabisan stok darah


dan meminta anggota keluarga untuk menyumbangkan darah nya


ternyata golongan darah devan sama dengan milik maura yaitu AB


sedangkan darah johan sama dengan viola,karna mereka adalah ayah dan anak kandung


devan dan johan dengan cepat mendonorkan darahnya untuk viola dan maura


mereka tidak ada yang tau jika ayah maura juga merupakan ayah si kembar


*


beberapa jam berlalu,operasi kedua nya berjalan lancar dan kini mereka sudah dipindahkan ke ruangan


devan terlihat marah saat rafa hendak masuk keruangan yola. "berhenti...."


"kak tolong izinkan aku melihat yola sebentar saja" pinta rafa


"pergi dari sini " bentak devan

__ADS_1


"kak....aku mohon sebentar saja"


"apa perlu saya panggilkan keamanan untuk mengusir kamu pergi dari ruangan adik saya" ancam devan


rafa mengalah,dia memutuskan pergi dan akan kembali lagi nanti setelah devan tidak di sana


keesokan harinya,rafa pagi pagi sekali sudah datang ke rumah sakit untuk melihat yola,tapi sayang nya dia sudah terlambat karna devan sudah memindahkan yola kerumah sakit lain


dan bahkan perawat pun tidak diizinkan untuk memberi tahu dimana dia dipindahkan


rafa buru buru menelfon sherin untuk bertanya,tapi sherin pun tidak mengangkat telfon nya


berhari hari rafa terus berusaha mencari informasi tentang viola,tapi viola seolah hilang tanpa jejak


#


dua bulan kemudian viola sudah sembuh dan mulai beraktifitas seperti biasanya


#


hari ini devan sedang ada meeting dengan klien dari luar negri,dia benar benar sibuk sampai tak bisa menjemput viola ke kampus


devan meminta ERIK asisten pribadinya untuk menjemput viola,saat hendak pulang ke rumah,viola meminta erik untuk mengantarnya ke pemakaman umum untuk ziarah ke makam mama,papa dan viona


cuaca sangat panas,viola mulai sedikit pusing dan dia pun beranjak pergi


tapi tiba tiba dia kehilangan kesadaran,untungnya erik langsung menangkapnya dan buru buru membawanya ke mobil


tapi sialnya ban belakang mobil mereka kempes,sepertinya ada yang sengaja melakukan nya


erik bingung harus bagaimana,tiba tiba ada rafa yang juga baru keluar dari pemakaman dan sedang menuju ke mobil nya


"viola....." ucap rafa

__ADS_1


erik menoleh ke asal suara,dia tidak kenal dengan rafa. "kamu siapa"


"saya teman kampus nya viola,dia kenapa?" tanya rafa sok kaget


"dia pingsan,saya harus membawanya kerumah sakit sekarang tapi ban kami kempes"


"yaudah kalo gitu saya bawa viola kerumah sakit terdekat dulu ya takut dia kenapa napa,nanti kalo anda sudah selesai mengganti ban nya langsung saja kerumah sakit" rafa langsung membuka mobil nya dan membawa viola


erik setuju dan membiarkan rafa membawa viola,sedangkan dia dengan cepat mengganti ban mobil nya


setelah selesai mengganti ban mobil dia segera menuju ke rumah sakit terdekat dan langsung ke IGD


tapi ternyata viola tidak ada disana,erik bertanya pada bagian informasi dan ternyata tidak ada pasien yang bernama viola yang masuk hari ini


erik lalu pergi ke beberapa rumah sakit lain yang tak terlalu jauh dari sana,tapi hasil nya tetap sama


erik bingung harus bagaimana,dia memutuskan untuk menelfon devan yang baru selesai rapat


dalam sekejap devan sudah sampai di rumah sakit tempat erik berada,mendengar keseluruhan cerita erik,dia sangat yakin jika yang membawa viola adalah rafa


devan terlihat marah,dia menelfon seluruh kenalan dokter nya yang ada di berbagai rumah sakit untuk meminta bantuan mencari keberadaan viola


devan mencari keberadaan viola lewat ponsel nya,tapi ponsel viola tidak aktif karna dimatikan oleh rafa jadi dia benar benar bingung harus mencari nya dimana lagi


sementara viola mulai membuka mata perlahan,melihat tangan nya sedang di infus dia mencoba mengingat apa yang terjadi pada nya tadi


"kamu sudah bangun" ucap rafa lembut


viola kaget dan langsung menoleh "kak rafa"


"lama gak ketemu...aku kangen banget sama kamu" rafa memegang tangan viola


"apa yang kakak lakukan disini? dimana aku sekarang?" yola melihat sekitar dan ini bukan di rumah sakit melain kan di villa rafa

__ADS_1


__ADS_2