
devan terlihat mondar mandir didepan ruang operasi
sedangkan rafa dan sherin berdiri didekat ruang operasi tersebut
mereka sangat gelisah menunggu viola yang tengah dioperasi karna ada gumpalan darah di otak yola yang harus segera dibersihkan
tak berapa lama,kedua ortu maura datang ke rumah sakit bersama
"bagaimana keadaan maura raf?"ayah maura menepuk bahu rafa yang tengah bersandar ditembok dan memejamkan matanya
rafa membuka matanya "om johan...saya gak tau om,mereka masih di ruangan operasi" ucap rafa sopan
tiba tiba dua perawat keluar dari ruangan operasi dan memberi kabar jika mereka kehabisan stok darah
dan meminta anggota keluarga untuk menyumbangkan darah nya
ternyata golongan darah devan sama dengan milik maura yaitu AB
sedangkan darah johan sama dengan viola,karna mereka adalah ayah dan anak kandung
devan dan johan dengan cepat mendonorkan darahnya untuk viola dan maura
mereka tidak ada yang tau jika ayah maura juga merupakan ayah si kembar
*
beberapa jam berlalu,operasi kedua nya berjalan lancar dan kini mereka sudah dipindahkan ke ruangan
devan terlihat marah saat rafa hendak masuk keruangan yola. "berhenti...."
"kak tolong izinkan aku melihat yola sebentar saja" pinta rafa
"pergi dari sini " bentak devan
__ADS_1
"kak....aku mohon sebentar saja"
"apa perlu saya panggilkan keamanan untuk mengusir kamu pergi dari ruangan adik saya" ancam devan
rafa mengalah,dia memutuskan pergi dan akan kembali lagi nanti setelah devan tidak di sana
keesokan harinya,rafa pagi pagi sekali sudah datang ke rumah sakit untuk melihat yola,tapi sayang nya dia sudah terlambat karna devan sudah memindahkan yola kerumah sakit lain
dan bahkan perawat pun tidak diizinkan untuk memberi tahu dimana dia dipindahkan
rafa buru buru menelfon sherin untuk bertanya,tapi sherin pun tidak mengangkat telfon nya
berhari hari rafa terus berusaha mencari informasi tentang viola,tapi viola seolah hilang tanpa jejak
#
dua bulan kemudian viola sudah sembuh dan mulai beraktifitas seperti biasanya
#
hari ini devan sedang ada meeting dengan klien dari luar negri,dia benar benar sibuk sampai tak bisa menjemput viola ke kampus
devan meminta ERIK asisten pribadinya untuk menjemput viola,saat hendak pulang ke rumah,viola meminta erik untuk mengantarnya ke pemakaman umum untuk ziarah ke makam mama,papa dan viona
cuaca sangat panas,viola mulai sedikit pusing dan dia pun beranjak pergi
tapi tiba tiba dia kehilangan kesadaran,untungnya erik langsung menangkapnya dan buru buru membawanya ke mobil
tapi sialnya ban belakang mobil mereka kempes,sepertinya ada yang sengaja melakukan nya
erik bingung harus bagaimana,tiba tiba ada rafa yang juga baru keluar dari pemakaman dan sedang menuju ke mobil nya
"viola....." ucap rafa
__ADS_1
erik menoleh ke asal suara,dia tidak kenal dengan rafa. "kamu siapa"
"saya teman kampus nya viola,dia kenapa?" tanya rafa sok kaget
"dia pingsan,saya harus membawanya kerumah sakit sekarang tapi ban kami kempes"
"yaudah kalo gitu saya bawa viola kerumah sakit terdekat dulu ya takut dia kenapa napa,nanti kalo anda sudah selesai mengganti ban nya langsung saja kerumah sakit" rafa langsung membuka mobil nya dan membawa viola
erik setuju dan membiarkan rafa membawa viola,sedangkan dia dengan cepat mengganti ban mobil nya
setelah selesai mengganti ban mobil dia segera menuju ke rumah sakit terdekat dan langsung ke IGD
tapi ternyata viola tidak ada disana,erik bertanya pada bagian informasi dan ternyata tidak ada pasien yang bernama viola yang masuk hari ini
erik lalu pergi ke beberapa rumah sakit lain yang tak terlalu jauh dari sana,tapi hasil nya tetap sama
erik bingung harus bagaimana,dia memutuskan untuk menelfon devan yang baru selesai rapat
dalam sekejap devan sudah sampai di rumah sakit tempat erik berada,mendengar keseluruhan cerita erik,dia sangat yakin jika yang membawa viola adalah rafa
devan terlihat marah,dia menelfon seluruh kenalan dokter nya yang ada di berbagai rumah sakit untuk meminta bantuan mencari keberadaan viola
devan mencari keberadaan viola lewat ponsel nya,tapi ponsel viola tidak aktif karna dimatikan oleh rafa jadi dia benar benar bingung harus mencari nya dimana lagi
sementara viola mulai membuka mata perlahan,melihat tangan nya sedang di infus dia mencoba mengingat apa yang terjadi pada nya tadi
"kamu sudah bangun" ucap rafa lembut
viola kaget dan langsung menoleh "kak rafa"
"lama gak ketemu...aku kangen banget sama kamu" rafa memegang tangan viola
"apa yang kakak lakukan disini? dimana aku sekarang?" yola melihat sekitar dan ini bukan di rumah sakit melain kan di villa rafa
__ADS_1