
" sepertinya hubungan kalian sudah semakin baik, dan juga Papa dan Mama sangat mengenal kedua orang tua cleo, mereka adalah keluarga baik-baik dan Papa juga sudah kenal lama dengan papa cLeo, jadi Papa harap hubungan kalian semakin serius kedepannya,,, tapi papa juga tidak mau memaksa karena semua keputusan ada di tangan kalian berdua"
Papa mencoba membuka obrolan saat semua orang sudah berkumpul
" Mama juga setuju dengan pendapat papa, Tapi semua keputusan kita serahkan pada Devan, yang pasti Mama sama Papa juga sudah menyukai Cleo sebagai pasangan Devan" timpal sang mama
Devan hanya diam saja, sebenarnya Tujuan Dia mendekati Cleo hanya untuk bisa menghilangkan perasaannya kepada Viola dan Devan tidak pernah memikirkan hubungannya akan menjadi sejauh ini dan bahkan kedua orang tuanya menyukai Cleo sebagai pasangannya
"PA, MA... Devan baru saja memulai hubungan ini, dan Devan belum sampai berpikir untuk sejauh itu" devan berkata dengan suara datar
"papa tau dev,,,, tapi Bukankah semua hubungan pada akhirnya akan berakhir di pernikahan!! jadi apa salahnya untuk memulai itu lebih awal jika memang kalian berdua sudah sama-sama cocok,,,, Bagaimana menurut kamu Cleo?" tanya papa
" kalau saya terserah Devan saja Om, kalau Devan masih belum siap maka kita akan menjalani hubungan ini seperti biasanya, saya siap kapan pun devan juga siap" jawab cleo pelan
Devan semakin bingung dengan perasaan nya
"ya... Kalo devan belum siap untuk menikah, setidaknya kalian bisa bertunangan dulu kan!!! Supaya papa tidak kehilangan calon menantu sempurna seperti cleo ini" papa mengucapkan nya dengan tertawa
__ADS_1
"bagaimana menurut kalian?" tambah papa lagi
"kalo mama setuju pa" sahut mama
"vio juga setuju" vio berkata dengan senang
"kalo yola bagaimana?" tanya papa lagi dan semua mata terpusat pada yola yang duduk dengan menyilangkan tangan didadanya
Yola hanya diam saja dan menatap papa nya kembali
"itu terserah kak devan saja karna dia yang akan menjalaninya, tapi kalo menurut aku terlalu dini jika berbicara tentang pernikahan karna mereka baru saja dekat dan mungkin belum mengenal satu sama lain dengan cukup baik, tapi... Itu terserah kalian saja, orang dewasa yang lebih tau baik buruknya dan lebih bisa memutuskan dengan benar" yola menyuarakan pendapat nya
Semua orang terdiam mendengar ucapan yola
"kalau gitu yola mau kekamar dulu, MA PA" yola beranjak kekamarnya tanpa ada yang menghentikan
Sementara cleo terlihat kesal dengan ucapan yola
__ADS_1
" Ya udah ma pa, devan mau nganter Cleo pulang dulu karena ini sudah lewat Jam 9 malam takut orang tuanya khawatir" devan pun beranjak diikuti oleh cleo dibelakang nya setelah berpamitan pada orang tua devan dan viona
Saat diluar rumah, cleo melihat kandang juju yang Berada disamping rumah utama
Dia menjadi kesal dengan kucing itu dan juga pemiliknya ' kalo gue sampek beneran nikah sama devan, berarti gue tiap hari harus bertemu sama kucing ini dong,,, ah gak gak gak.. Gue harus bisa nyingkirin kucing ini dari sini dan gue juga gak peduli jika kucing ini adalah kesayangan adik nya devan, gue akan melakukan nya diam diam' batin cleo yang langsung menyeringai melihat juju
"cleo... Ada apa?" panggil devan yang melihat cleo terpaku pada kandang juju
"ah.. Gak papa.. Aku cuma melihat kucing itu saja, dan aku heran kenapa aku bisa takut sama binatang semanis itu" cleo tersenyum Pada devan
"yaudah ayo, aku antar kamu pulang" devan masuk kemobil diikuti cleo
Satu jam kemudian devan sudah kembali kerumahnya
Dia pergi mandi lalu beristirahat karna dia merasa lelah mengikuti vio dan cleo bermain di mall tadi
Devan teringat pada perkataan Viola tadi, dia tersenyum mengingat wajah yola yang terlihat serius saat mengatakan pendapatnya tadi
__ADS_1