Romansa Rumit

Romansa Rumit
Penyelamatan viona


__ADS_3

Yola terus saja mencari vio menggunakan hp nya, dan posisi vio terus saja bergerak semakin jauh


"sebenarnya kakak mau kemana sih?" yola semakin kesal karna vio tidak menjawab telfon nya


"miss,,, where exactly are you going?" supir taxi itu tiba tiba membuka suaranya


"sir, Pease follow the directions shown on this cell phone" yola memberikan hp nya pada supir taxi itu


"ok miss..."


Taxi melaju cukup cepat, lalu tiba tiba sang supir berhenti dipinggir jalan


"is miss from Indonesia?" supir taxi itu menoleh ke yola


"yes, I am from Indonesia,,, why?" tanya yola heran


"saya juga asli Indonesia, jadi kita bisa bicara Indonesia saja"


"oh benarkah? Bagus kalo begitu" yola sedikit lega karna mereka ternyata satu bangsa


"tapi Nona, alamat yang dituju di hp nona ini, tempatnya sangat rawan kejahatan dan hampir tidak ada orang yang pergi kesana karna takut, jadi saran saya nona sebaiknya kembali saja"


"gak bisa pak, kakak saya pergi kealamat itu jadi saya harus menjemput nya sekarang, apalagi bapak baru saja bilang kalo disana tempatnya tidak aman, lalu gimana kalo kakak saya kenapa napa?"


"begini saja, Nona sebaiknya menghubungi keluarga nona dulu dan bawa mereka untuk mencari kakak nona bersama sama"


"tapi Pak kalau saya kembali lagi ke hotel dan memberitahu keluarga saya Lalu bagaimana dengan kakak perempuan saya? saya takut dia akan kenapa-napa karena ini sudah jauh dari hotel"


" Baiklah saya akan membantu Nona Tapi sebelumnya Nona harus menghubungi keluarga Nona dulu dan meminta mereka menyusul kita ke alamat yang kita tuju ini"


"iya pak" yola segera menghubungi devan dan memberitahu keberadaannya sekarang yang sedang menuju ke arah tempat vio berada


Yola mengirimkan lokasi terakhir vio dan menyuruh devan mengikutinya kesana

__ADS_1


Taxi yola melaju dengan kecepatan penuh, 15 menit kemudian mereka sampai


"Nona, menurut arah dari hp ini, posisi kakak nona berada di belakang gedung besar ini,ayo kita kesana tapi pelan pelan takut disini benar benar sarang orang jahat"


Yola mengikuti supir itu dari belakang, ternyata benar vio berada disana dan dikelilingi 4 orang laki laki berwajah seram


Mereka mengambil semua barang berharga milik yola, dari uang, hp,kalung, jam tangan dan


ATM vio pun mereka ambil


Vio menangis ketakutan saat mereka berempat mulai menyeringai menatap vio


Vio semakin histeris saat salah satu orang membelai pipi nya


Karna tak tega melihat vio menangis, yola langsung melompat dari tempatnya bersembunyi dengan membawa pemukul besi yang memang sudah ada disana


"wow,,, they are twins? Alright, getting more and more fun" Salah satu dari mereka menyeringai


Yola dengan cepat melepaskan ikatan tangan dan kaki vio dan memberikan jaketnya untuk dipakai vio


Yola yang sudah sangat marah langsung memukul orang yang sudah menyentuh wajah vio tadi, yola melawan dua orang, begitupun supir taxi itu juga melawan dua orang


Yola yang memang sudah ahli dalam beladiri tak gentar meski melawan dua orang sekaligus


Tapi yola hampir kuwalahan karna setelah supir taxi itu kalah dan pingsan, mereka berempat mengeroyok yola


Mereka bahkan tak segan memukul yola, tapi yola terus menghindari pukulan itu


mereka geram sebab tak bisa mengalahkan yola yang hanya seorang gadis, salah satu dari mereka mencoba melukai yola menggunakan pisau


Lengan kanan Yola terluka terkena pisau itu, seketika darah keluar sangat banyak karna yola hanya menggunakan kaos pendek


Yola melepaskan tongkat besi ditangan nya karna merasakan sakit dilengan nya

__ADS_1


Mereka berempat tertawa terbahak bahak saat yola kesakitan dan memegangi lengan nya yang banyak mengeluarkan darah


Mereka berpikir sudah memiliki kesempatan untuk memangsa sikembar bersama sama


Tapi saat mereka mendekat pada yola dan vio, suara sirine polisi terdengar dari luar gedung


Mereka berempat berhamburan melarikan diri entah kemana


Polisi dan Devan masuk dan menghampiri vio karna posisi nya yang lebih dekat adalah vio


"kak dev cepat tolong yola, dia terluka" teriak vio dengan menangis


Devan berlari ke yola yang sedang memagangi lengan nya


Sedangkan polisi membawa sopir taxi yang pingsan kerumah sakit


"yola kamu gak papa? Astaga lengan kamu!!" devan terkejut karna luka dilengan yola sangat panjang dan dalam


Devan langsung mengambil sapu tangan dikantongnya untuk mengikat lengan yola yang terluka


Vio juga dibawa oleh polisi keluar dari sana, devan membopong yola yang sedang kesakitan dan membawa nya kerumah sakit terdekat


Sesampainya dirumah sakit yola langsung ditangani oleh beberapa dokter begitupun sopir taxi itu


Tak lama kemudian sopir taxi itu sadar dan mendapat kan beberapa jahitan dikepalanya, tapi keadaannya tidak apa apa dia hanya perlu istirahat sampai infus nya habis dan diperbolehkan pulang


Sementara yola meringis menahan sakit saat dokter membersihkan luka nya


Dia mencengkeram lengan devan tanpa bersuara untuk menahan perih


Satu jam kemudian, yola sudah selesai dijahit dan vio sudah selesai dimintai keterangan oleh polisi


Devan berterima kasih kepada sopir taxi yang sudah membantu adiknya, devan juga memberikan kompensasi yang lumayan banyak untuk nya

__ADS_1


Devan membawa kedua adiknya kembali kehotel untuk istirahat


__ADS_2