
Yola terus saja mencari vio menggunakan hp nya, dan posisi vio terus saja bergerak semakin jauh
"sebenarnya kakak mau kemana sih?" yola semakin kesal karna vio tidak menjawab telfon nya
"miss,,, where exactly are you going?" supir taxi itu tiba tiba membuka suaranya
"sir, Pease follow the directions shown on this cell phone" yola memberikan hp nya pada supir taxi itu
"ok miss..."
Taxi melaju cukup cepat, lalu tiba tiba sang supir berhenti dipinggir jalan
"is miss from Indonesia?" supir taxi itu menoleh ke yola
"yes, I am from Indonesia,,, why?" tanya yola heran
"saya juga asli Indonesia, jadi kita bisa bicara Indonesia saja"
"oh benarkah? Bagus kalo begitu" yola sedikit lega karna mereka ternyata satu bangsa
"tapi Nona, alamat yang dituju di hp nona ini, tempatnya sangat rawan kejahatan dan hampir tidak ada orang yang pergi kesana karna takut, jadi saran saya nona sebaiknya kembali saja"
"gak bisa pak, kakak saya pergi kealamat itu jadi saya harus menjemput nya sekarang, apalagi bapak baru saja bilang kalo disana tempatnya tidak aman, lalu gimana kalo kakak saya kenapa napa?"
"begini saja, Nona sebaiknya menghubungi keluarga nona dulu dan bawa mereka untuk mencari kakak nona bersama sama"
"tapi Pak kalau saya kembali lagi ke hotel dan memberitahu keluarga saya Lalu bagaimana dengan kakak perempuan saya? saya takut dia akan kenapa-napa karena ini sudah jauh dari hotel"
" Baiklah saya akan membantu Nona Tapi sebelumnya Nona harus menghubungi keluarga Nona dulu dan meminta mereka menyusul kita ke alamat yang kita tuju ini"
"iya pak" yola segera menghubungi devan dan memberitahu keberadaannya sekarang yang sedang menuju ke arah tempat vio berada
Yola mengirimkan lokasi terakhir vio dan menyuruh devan mengikutinya kesana
__ADS_1
Taxi yola melaju dengan kecepatan penuh, 15 menit kemudian mereka sampai
"Nona, menurut arah dari hp ini, posisi kakak nona berada di belakang gedung besar ini,ayo kita kesana tapi pelan pelan takut disini benar benar sarang orang jahat"
Yola mengikuti supir itu dari belakang, ternyata benar vio berada disana dan dikelilingi 4 orang laki laki berwajah seram
Mereka mengambil semua barang berharga milik yola, dari uang, hp,kalung, jam tangan dan
ATM vio pun mereka ambil
Vio menangis ketakutan saat mereka berempat mulai menyeringai menatap vio
Vio semakin histeris saat salah satu orang membelai pipi nya
Karna tak tega melihat vio menangis, yola langsung melompat dari tempatnya bersembunyi dengan membawa pemukul besi yang memang sudah ada disana
"wow,,, they are twins? Alright, getting more and more fun" Salah satu dari mereka menyeringai
Yola dengan cepat melepaskan ikatan tangan dan kaki vio dan memberikan jaketnya untuk dipakai vio
Yola yang sudah sangat marah langsung memukul orang yang sudah menyentuh wajah vio tadi, yola melawan dua orang, begitupun supir taxi itu juga melawan dua orang
Yola yang memang sudah ahli dalam beladiri tak gentar meski melawan dua orang sekaligus
Tapi yola hampir kuwalahan karna setelah supir taxi itu kalah dan pingsan, mereka berempat mengeroyok yola
Mereka bahkan tak segan memukul yola, tapi yola terus menghindari pukulan itu
mereka geram sebab tak bisa mengalahkan yola yang hanya seorang gadis, salah satu dari mereka mencoba melukai yola menggunakan pisau
Lengan kanan Yola terluka terkena pisau itu, seketika darah keluar sangat banyak karna yola hanya menggunakan kaos pendek
Yola melepaskan tongkat besi ditangan nya karna merasakan sakit dilengan nya
__ADS_1
Mereka berempat tertawa terbahak bahak saat yola kesakitan dan memegangi lengan nya yang banyak mengeluarkan darah
Mereka berpikir sudah memiliki kesempatan untuk memangsa sikembar bersama sama
Tapi saat mereka mendekat pada yola dan vio, suara sirine polisi terdengar dari luar gedung
Mereka berempat berhamburan melarikan diri entah kemana
Polisi dan Devan masuk dan menghampiri vio karna posisi nya yang lebih dekat adalah vio
"kak dev cepat tolong yola, dia terluka" teriak vio dengan menangis
Devan berlari ke yola yang sedang memagangi lengan nya
Sedangkan polisi membawa sopir taxi yang pingsan kerumah sakit
"yola kamu gak papa? Astaga lengan kamu!!" devan terkejut karna luka dilengan yola sangat panjang dan dalam
Devan langsung mengambil sapu tangan dikantongnya untuk mengikat lengan yola yang terluka
Vio juga dibawa oleh polisi keluar dari sana, devan membopong yola yang sedang kesakitan dan membawa nya kerumah sakit terdekat
Sesampainya dirumah sakit yola langsung ditangani oleh beberapa dokter begitupun sopir taxi itu
Tak lama kemudian sopir taxi itu sadar dan mendapat kan beberapa jahitan dikepalanya, tapi keadaannya tidak apa apa dia hanya perlu istirahat sampai infus nya habis dan diperbolehkan pulang
Sementara yola meringis menahan sakit saat dokter membersihkan luka nya
Dia mencengkeram lengan devan tanpa bersuara untuk menahan perih
Satu jam kemudian, yola sudah selesai dijahit dan vio sudah selesai dimintai keterangan oleh polisi
Devan berterima kasih kepada sopir taxi yang sudah membantu adiknya, devan juga memberikan kompensasi yang lumayan banyak untuk nya
__ADS_1
Devan membawa kedua adiknya kembali kehotel untuk istirahat