
"caranya?" vio antusias
"lo deketin teman baik nya, bukan kah kak Dhani juga gak kalah ganteng nya dengan kak dion dan lagi dia juga terlihat tertarik sama lo,,, dengan begitu dion pasti akan kesal melihat mantan pacarnya yang kini jadi primadona kampus lebih dekat dengan teman nya dari pada sama dia" usul yola
"OK... Kayak nya seru tuh!!!" vio tertawa senang.
***
keesokan harinya, Dion menghampiri vio, Yola dan Sherin dengan kedua temannya
"hai cantik, kita boleh gabung disini gak?" tanya dion basa basi
mereka sedang berada di taman kampus
"boleh dong,,, silahkan!!!" ucap vio
"kalian lagi ngapain?" tanya dion lagi
"kita? kita lagi santai aja sambil baca buku" jawab vio datar
"kenapa gak ke perpus saja biar tenang baca bukunya" timpal dhani
"iya,,, bisa minta tolong anterin kita ke perpus kak Dhani!? Kita kan MABA jadi belum terlalu familiar dengan kampus kita ini" vio menoleh kedhani yang berada disamping dion
"ayo, aku anterin sekarang" ajak Dhani antusias
"ayo kak!!!" vio beranjak mengikuti Dhani, begitupun yola dan sherin
sebenarnya mereka sudah tahu semua tempat yang ada di kampus ini tapi dia hanya berpura-pura untuk membuat Dion kesal
__ADS_1
Sementara wajah dion sudah sangat kesal karna vio tidak memperdulikannya malah mengajak Dhani untuk mengantarnya ke perpus
"kak Dhani udah semester berapa?" tanya vio saat hampir sampai keperpus
"aku semester 7,tahun depan udah skripsi" jawab Dhani sembari tersenyum
"ambil jurusan apa kak?" imbuh vio
"ilmu komputer" jawab dhani
"wah,,, sama dong kita" ucap vio lagi
"serius?" Dhani hampir tak percaya
"iya, kita bertiga ambil jurusan. Ilmu komputer, iya kan la, rin?"
Yola dan sherin hanya mengangguk
"iya, kebetulan,,, nanti kalo aku ada kesulitan, boleh dong minta tolong sama kak Dani?" vio mencoba pdkt
"tentu saja boleh, aku malah seneng kalo bisa bantu"
"yaudah kak, makasih ya udah dianterin ke perpus" mereka bertiga masuk ke perpus dan Dhani kembali ketaman menemui dion dan iqbal
"lo apa apaan sih dhan, ngapain lo deketin viona?" dion langsung menegur Dhani saat Dia baru datang
"emang kenapa?"ucap Dhani datar
" lo tau kan dia itu mantan gue, dan gue minta lo jauhin dia" Sergah dion
__ADS_1
"atas dasar apa lo suruh gue jauhin dia? Oh sorry gue ralat pertanyaan nya, emang apa hak lo ngelarang gue buat deketin viona? Lagian dia kan masalalu lo yang udah lo sakitin, terus sekarang lo mau deketin dia lagi gitu?" dhani sedikit kesal karna dion tiba tiba menegurnya,
" gue gak peduli sama omongan lo, pokoknya gue ingetin sekali lagi jauhin Viona mulai dari sekarang!"
" terus kalo gue gak mau, lo mau apa? " dhani tak mau mengalah
" udah berani lo ya ngebantah gue?" suara dion meninggi
"iya,,, gue gak takut sama lo, mulai sekarang gue bakal lakuin apapun yang menurut gue bener, dan gue gak butuh persetujuan dari lo" kali ini Dhani tak kalah tegas
Hal itu membuat Dion terpancing emosi, dia hendak memukul Dani Tapi Iqbal menahan nya
"kalian apa apaan sih,,, kalian gak malu dilihatin banyak orang seperti ini? Apalagi kalian berantem hanya karna seorang cewek" tukas iqbal yang Berada ditengah dion dan dhani
Dion melihat kesekeliling dan memang mereka jadi tontonan teman sekampus
"apa yang kalian lihat? Pergi semua nya!!!" teriak dion pada semua orang yang fokus menonton dari tadi
Dion pergi dengan kesal, dhani dan iqbal kembali duduk untuk bicara
"lo tenang dulu dhan, gak biasanya lo seperti ini?" ucap iqbal
"beberapa tahun ini gue udah cukup sabar menghadapi dion, gue selalu mengalah demi persahabatan kita, tapi apa yang dia lakukan? Dia selalu saja berbuat seenaknya dan gak pernah mikirin perasaan kita,,, kali ini kesabaran gue udah habis, gue gak bakal mengalah lagi sama dion"
"bro, lebih baik kalian tenangin diri dulu, kalian masih sama sama emosi,,, kita akan menyelesaikan masalah ini setelah kalian udah tenang" bujuk iqbal
"gak bal, percuma saja, gue udah gak mau menuruti kemauan dia lagi"
"lalu bagaimana dengan persahabatan kita?"
__ADS_1
"persahabatan? Gak ada,,, dari dulu kita hanya menjadi kacung nya dia aja, kita selalu melaksanakan semua yang Dia perintah dan memberi semua yang dia inginkan tapi dia gak pernah nganggap kita sebagai sahabat,,, udah cukup bal,,, gue udah gak mau lagi, gue gak butuh temen kayak dion yang gak pernah menganggap kita sebagai teman nya" dhani pergi meninggalkan iqbal yang termenung dengan kata kata dhani
Melihat kejadian itu membuat vio tersenyum karna sudah bisa membalas dion sedikit demi sedikit