Romansa Rumit

Romansa Rumit
Janji


__ADS_3

Keesokan harinya yola sekolah ke sekolahnya sendiri begitu pun viona


tanpa yola ketahui dalam sebulan terakhir Rafa semakin dekat dengan Fiona, padahal Yola sudah memperingatkan kepada Viona untuk menjauhi Rafa karena Rafa tidak tahu jika mereka kembar


"pagi yola" sapa Rafa dan Rio bebarengan


Yola hanya menoleh sekilas


"yah kumat lagi dia" bisik Rio pada Rafa yang Berada disamping nya


Rafa menyenggol lengan Rio, karna sepertinya yola mendengar bisikan rio


"ada apa ya kak?" yola berhenti dan menatap Rafa dan rio


"nggak papa, cuma mau nyapa aja, ayo kita bareng kekelasnya" ajak Rafa


"kita kan nggak satu kelas?" tanya yola heran


"biasanya Juga bareng kekelasnya, walaupun nggak satu kelas" timpal Rio asal


Yola kaget, berarti selama ini vio tidak menjauhi Rafa sesuai permintaanya


Yola menarik nafas panjang, dia sebenarnya sangat malas harus berdebat pagi pagi


"apa sebulan terakhir sikap ku ada yang aneh?"


Tanya yola penasaran


"em... Coba gue pikir dulu,,, sebulan terakhir,, lo itu sangat baik dan ramah banget plus lo tu sering tersenyum,,, tapi kenapa sekarang lo berubah lagi?" Rio menjelaskan panjang lebar


"hah.. Serius?" yola seakan tak percaya


"iya, lo tanya aja sama Rafa kalo nggak percaya" Rio menyenggol Rafa yang diam saja


Rafa mengangguk dan tersenyum pada Yola


"kak,,,sebenarnya..."belum selesai mengatakan nya, bel sekolah sudah berbunyi


" sebenarnya apa? " tanya Rafa pelan

__ADS_1


" pulang sekolah aku akan mengatakan nya" yola berlari kekelasnya karna melihat guru memasuki kelasnya


Rafa tersenyum, Dia selalu senang melihat tingkah yola yang berubah ubah


***


Sepulang sekolah, yola sudah menunggu Rafa didepan kelasnya sendiri karna kelas Rafa melewati kelas yola


"hai..." sapa Rafa


"kak, aku mau ngomong sesuatu!!!" yola berbicara tanpa menatap mata rafa


"ada apa? Eh.. Gimana kalo Kita pergi kekafe deket sini, biar enak ngobrol nya" ucap Rafa santai


Yola berpikir sebentar, lalu dia setuju sekalian menunggu pak budi yang menjemput viona


Setelah Rafa memesan minuman dan makanan kecil, Mereka mengobrol santai


"tadi kamu mau bilang apa?" RafA membuka obrolan


"tunggu sebentar, aku sedang menunggu seseorang"


"siapa? Teman kamu?" tanya Rafa lagi


"aku tau kalau kamu punya kembaran?" ucap Rafa santai sambil minum jus


Yola langsung batuk batuk karna kaget


Rafa menepuk pundak yola pelan,, saat sedang menepuk nya tiba tiba viona datang dan mengambil foto mereka tanpa diketahui


"ehem..." viona berdehem, Rafa dan yola menoleh keasal suara


"hai kak Rafa" sapa viona yang baru datang


Rafa terlihat biasa saja, dia tidak terkejut sama sekali melihat ada 2 viola


"hai.. Viona" jawab Rafa sembari tersenyum


Yola dan vio bertatap tatapan bingung, bagaimana dia tau kalo yang baru datang adalah viona

__ADS_1


"kak Rafa udah tau kalo kita kembar?" viona bertanya dengan antusias


"sini duduk dulu,,," Rafa mempersilahkan vio untuk duduk


"sejak kapan kakak tau kalau kita kembar?" imbuh vio


"setelah kita tanding basket disekolah kamu"


"hah.. Berarti dari awal kita tukeran identitas, dia sudah tau" bisik vio pada yola


"OK, karna kak Rafa sudah tau kalo kita kembar, aku langsung saja ke intinya,,, jadi selama sebulan ini kita memang tukeran tempat saat kesekolah dan selama ini yang dekat dengan kakak itu adalah kak vio bukan aku" yola menjelaskan panjang lebar


"aku tau" Rafa menatap yola serius... "terus kenapa?"


Yola kehabisan kata kata "em... Nggak papa sih.. Tapi maksudnya selama ini yang selalu baik, suka tersenyum, dan ramah sama kakak itu adalah kembaran ku, kak viona"


"iya yola aku tau itu, terus kenapa?aku dan viona dekat sebagai teman saja, meskipun kalian kembar identik tapi orang yang aku suka itu adalah kamu"


Vio terlihat kecewa, padahal vio yang suka sama Rafa sedangkan yola tidak, tapi kenapa Rafa tetap menyukai yola yang tidak pernah menyukainya


"kak... Aku minta maaf, aku nggak bisa" yola mencoba bersikap tenang


"kenapa yola, kenapa tidak bisa? Apa kurangnya aku sehingga kamu tidak menyukai ku?" Rafa masih tidak mau menyerah


"bukan gitu kak... Kakak nggak kurang apa apa, kakak itu baik hanya saja aku...." yola terdiam


"kamu kenapa?" Rafa meminta penjelasan


"aku mau fokus sama sekolah aku dulu, lagian kakak juga ntar lagi lulus kan, jadi lebih baik kakak juga fokus sama belajar kakak"


"yola,, apa kamu sudah punya orang lain yang kamu suka makanya kamu menolak aku?"


"tidak.." jawab yola tegas "hanya saja aku pikir belum saatnya aku untuk pacaran dulu, mungkin setelah lulus sekolah, jika kakak masih tetap menyukaiku aku akan mempertimbangkan nya lagi, tapi untuk sekarang maaf"


"OK, aku akan pegang janji kamu, jika setelah kamu lulus sekolah dan kita bertemu lagi, aku akan tagih janji itu, tapi untuk sekarang, apa kita bisa berteman baik?" Rafa menatap penuh harap


"kakak tau kan aku orangnya kurang ramah dan nggak bisa membaur dengan orang, apa kakak nggak masalah dengan itu?" yola bertanya dengan serius


"aku nggak masalah, mungkin awalnya akan sedikit canggung tapi lama lama pasti terbiasa kok, jadi kamu juga harus belajar membuka diri untuk berteman dengan yang lain" Rafa sedikit menasihati yola

__ADS_1


"iya nih yola, masa temennya cuma sherin doang, nggak bosen lo cuma diem mulu nggak membaur sama teman yang lain" viona menimpali omongan rafa


Yola menatap tajam pada vio "berisik lo" serah yola kesal


__ADS_2