
Entah Apa yang dirasakan Yola saat ini, dia merasa senang terharu dan juga takut menjadi satu
Yola tersenyum dibalik maskernya, meskipun tidak terlalu kelihatan tapi mata nya yang menyipit menunjukkan jika dia sedang menyunggingkan senyum diwajahnya
Selesai melakukan pemanasan, Rafa melambaikan tangan keyola dari tengah lapangan
Semua orang yang melihatnya menjadi histeris, mereka sangat senang seolah Rafa melambai pada mereka semua
Apalagi Gladys dan kawan kawan nya, dia merasa jika Rafa melambaikan tangan padanya karna dia duduk dibarisan kedua tepat diatas yola
Sementara yola hanya tersenyum tanpa membalas lambaian tangan rafa
"wah bro... Baru juga mau tanding, elo udah banyak penggemarnya aja,,, cantik cantik semua lagi" ucap Denis salah satu anggota f4
"iya apalagi yang lo samperin tadi, itu cantik banget sih menurut gue" timpal adit anggota f4 juga
"oh itu namanya vio dan sherin, mereka adik kelas saat Sma, jadi kita nyapa mereka tadi" jawab Rafa jujur
"gue pikir salah satu dari mereka adalah pacar lo,,, cantik cantik banget soalnya apalagi yang memakai jepitan rambut, tipe gue banget" sahut Denis lagi
"boleh dong kita dikenalin sama mereka bro" pinta adit
"iya,,, gue juga mau dong dikenalin, siapa tau ada salah satu dari mereka yang nyangkut sama gue, ya meskipun gak dapet yang pakek jepit rambut teman nya juga gak papa, dia juga cantik" sahut Denis tak mau kalah
"ya ampun kalian berdua ini,,, kita tuh kesini mau main basket kenapa kalian jadi mau nyari jodoh" Sergah Rio dengan tertawa
"sekali menyelam dua danau terlampaui,,, eh bener gak sih peribahasa itu?" ucap adit sedikit ragu
"gue juga gak tau karna gue bukan anak sastra" kekeh denis
"yaudah lah gak penting,,, yang pasti kita kesini mau bermain basket juga sekalian mencari jodoh... Siapa tau memang jodoh kita ada diantara mereka ya kan?" adit berspekulasi sendiri
"suka suka kalian aja deh" balas rio
"ayo semua bersiap siap,,,, waktu pertandingan akan dimulai.." teriak wasit dipinggir lapangan
Semua sedang bersiap menunggu peluit yang akan dibunyikan oleh wasit
"kalo kita menang,,, Ntar setelah selesai main basket gue bakal kenalin kalian sama mereka" ucap Rafa pelan
"pegang janji lo ya raf" tantang Denis
"jadi sebaiknya kalian berdua bermain yang bagus hari ini, kalo tidak kalian akan kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengan primadona kampus ini dan teman cantiknya" goda rafa
"gue yakin kita pasti bakal menang" ucap adit penuh keyakinan
Rafa dan Rio tertawa melihat antusias dari kedua sahabat Mereka itu
__ADS_1
Pluit dibunyikan.. Tanda permainan sudah dimulai
Mereka bermain sangat bagus, 20 menit berlalu dan skor kedua belah pihak dibabak pertama pun seri
Wasit meniup peluit tanda babak pertama telah habis dan waktunya untuk Istirahat selama 10 menit
Pelatih basket dari tim Rafa mengumpulkan semua mahasiswanya untuk diberikan arahan, mereka berkumpul di sisi lapangan
Setelah menyusun strategi baru dan arahan yang lain, pelatih juga menasihati para mahasiswa nya untuk bermain sportif tapi jangan terlalu memaksakan diri karna ini hanya pertandingan persahabatan saja
Jadi mereka tidak perlu marah atau pun terlalu kecewa jika hasil nya tidak sesuai spekulasi mereka
"ingat... Ini hanya pertandingan persahabatan, menang kalah tidak menjadi masalah,,, jadi kalian nikmati permainannya dan jangan terlalu memaksakan diri... Kalo hari ini kita menang, akan saya traktir kalian semua makan sepuasnya... Semangat...." ucap pelatih memotivasi mereka
Semua pemain menjadi optimis kalo Mereka akan menang hari ini,,,
Permainan dimulai kembali,,, menit berjalan pelan dan satu persatu Bola memasuki keranjang masing masing...
Dan pada akhirnya tim Rafa lah yang memenangkan pertandingan hari ini dengan selisih poin tiga angka saja
Mereka benar benar senang apalagi para mahasiswi dikampus ini juga bersorak atas kemenangan tim rafa
Dan hal itu yang membuat dion salah satu pemain basket ditim kampus kita pun menjadi emosi
Apalagi setelah melihat vio yang juga kegirangan dengan kemenangan tim lawan mereka
Rafa hanya tersenyum dan tak menghiraukan dion, dia langsung berlalu dan berkumpul dengan teman teman dipinggir lapangan
"eh tadi itu siapa sih? Pakek acara ngancem ngancem segala lagi" tanya adit yang tidak menyukai cara dion berbicara dengan rafa
"kalo gue gak salah inget, yola pernah kasih tau gue kalo dia adalah mantan pacar dari viona waktu SMA Dan ternyata dia hanya memanfaatkan viona saja, makanya mereka akhirnya putus,,, tapi gue gak tau sekarang mereka balikan lagi apa gak?" jelas rafa
"yah... Gagal dong kenalan sama sicantik " celetuk adit dengan tertawa
"tenang aja, gue yakin mereka gak mungkin balikan, karna gue sangat tau sifat yola yang tidak akan membiarkan hal itu terjadi" ucap Rafa dengan banggA
"yola siapa sih? Dari tadi lo nyebutin nama dia terus" Denis menatap heran pada Rafa yang tersenyum saat menyebut nama yola
"yola????? (Rafa tersenyum) ntar lagi gue kenalin kalian semua sama sicantik dan juga teman nya plus yola,,, kalian tunggu disini"
Rafa pergi menghampiri yola, vio dan sherin yang sedang membersihkan bungkus makanan
Tapi kaum hawa disana semakin riuh saat Rafa mendekat ke penonton
"hai..." sapa Rafa pada mereka bertiga
Mereka bertiga menoleh bersamaan
__ADS_1
"aku bisa minta tolong gak sama kalian bertiga" ucap Rafa lagi
"minta tolong apa kak?" tanya vio
"kalian bisa gak ikut aku kesana" Rafa menunjuk kearah seluruh teman yang ikut main basket dan mereka melambaikan tangan pada ketiga gadis itu
"aku janji sama mereka kalo kita menang hari ini maka aku akan kenalin mereka sama kalian,,, itu sih jika kalian tidak keberatan" Rafa menatap yola yang diam saja
"nggak papa,,, kita mau kok,,, iyakan LA rin?" vio menyenggol keduanya dengan senang
"beneran nih gak papa?" tanya Rafa meyakinkan vio dan sherin karna dia sangat yakin jika yola tidak akan menjawab
"beneran kak gak papa,,, cuma kenalan doang kan? Hayuk lah Gass keun.." sherin menimpali dan langsung beranjak menggandeng tangan vio yang juga sudah siap siap untuk kesana
yola juga berdiri tapi dia tak seheboh kedua temannya itu
Yola berjalan disamping Rafa dan sherin dibelakang bersama vio
" yola apa kabar? " ujar Rafa menatap lembut pada yola
"baik" jawab yola singkat
Rafa tertawa kecil mendengar jawaban yola
"kenapa tertawa?" tanya yola keheranan karna menurutnya gak ada yang lucu disini
"aku seneng karna kamu tidak pernah berubah dari dulu" Rafa terus tersenyum
Sementara Gladys dkk sudah seperti cacing kepanasan karena tidak terima jika Rafa yang gantengnya nggak ada obat itu bisa tersenyum semanis itu pada yola yang mereka sebut si jelek
"gue gak terima,,, bisa bisa nya sijelek itu ngedeketin inceran gue,,, gak sadar diri banget dia itu" ucap Gladys kesal
"iya ih... Kalo sama si primadona kampus sih masih mending, lah ini sama sijelek dikampus,,, sumpah gue juga gak terima" timpal teman gladys.
*
Mereka sampai dipinggir lapangan
"guys... Ini kenalin viona dan sherin" Rafa menunjuk vio dan sherin bergantian
Dan mereka berjabat tangan pada seluruh teman Rafa dan rio
Setelah itu Denis bertanya pada Rafa karna dia tidak memperkenalkan yola yang memakai masker dan berdiri disampingnya
"lo gak mau kenalin dia sama kita?" Pinta Denis dengan menunjuk yola yang sedang menunduk
"oh... Ini..?? Ini yola pacar gue" ucap Rafa dengan tegas dan yola spontan menatap kaget kearah Rafa yang tersenyum kepada teman teman nya
__ADS_1