Romansa Rumit

Romansa Rumit
terobsesi


__ADS_3

rafa hanya tersenyum "kakak sangat merindukan mu yola,apa kamu gak rindu sama kakak?"


viola menarik tangan nya yang dipegang oleh rafa


dia mencoba bangun tapi badan nya masih lemas


"jangan bergerak dulu,biarkan infus nya habis biar tubuh kamu segar kembali"


viola memejam kan matanya. "kenapa aku bisa disini?"


"tadi kamu pingsan dan aku membawa kamu kesini untuk merawat kamu" rafa selalu lembut saat sedang berbicara dengan yola


"kenapa gak dibawa ke rumah sakit aja?"viola masih memejamkan matanya


"karna.....kakak ingin merawat kamu disini,,,rumah kita nanti"


seketika viola bangun dan mencabut selang infus di tangan nya " aw....." darah keluar dari bekas infus tadi,viola segera menekan nya


"apa yang kamu lakukan?" rafa mencari kotak obat dan membantu viola membersih kan darah nya


walaupun masih sedikit lemas,tapi yola mencoba duduk "dimana hp ku?"


"kakak sudah membuang nya,nanti kita beli yang baru" dengan enteng nya rafa berkata seperti itu


"kenapa di buang? itu kan hp ku? kakak gak berhak ya buang barang orang seenaknya kayak gitu"


"jangan marah sayang...kan bisa beli lagi"


"tolong antar aku pulang" pinta viola lembut


"pulang kemana? rumah kamu kan disini...ini rumah kita berdua"


"aku mau pulang kak" tegas viola


"sayang....kakak udah bilang kan kalo disini tuh rumah kita,jadi kamu gak akan kemana mana,,,oh ya...kakak juga udah siapin cincin untuk pernikahan kita besok" rafa beranjak mengambil kotak cincin di dalam laci


lagi lagi viola dibuat speechless dengan ucapan rafa


"pernikahan? kak rafa jangan aneh aneh ya!!!"

__ADS_1


"aneh aneh gimana sih? ini lihat cincin nya bagus kan?" rafa menunjukkan nya pada viola "ini akan kita pakai besok,kakak udah gak sabar menunggu besok,karna setelah besok maka kamu akan jadi milik kakak sepenuh nya"


"kak rafa jangan gila ya...aku gak mau menikah dengan kak rafa,,,aku mau pulang" yola berlari ke pintu dan mencoba membuka nya tapi ternyata pintu itu sudah di kunci oleh rafa


#


disisi lain devan mendatangi rumah rafa untuk mencari nya tapi kedua orang tua rafa sedang ada perjalan bisnis ke luar kota selama beberapa hari


hanya tinggal adik nya saja di rumah,setelah mendengar cerita devan,lita mencoba menghubungi kakak nya tapi hp rafa pun sudah dimatikan


lita menelfon rio dan memintanya datang,rio datang bersama sherin


mereka mendatangi rumah dan villa milik keluarga rafa,tak satu pun yang berhasil menemukan nya


mereka kembali berkumpul di rumah rafa untuk mencari solusi


akhirnya rio ingat kalo rafa pernah bilang dia membeli villa di daerah ******


dan mereka semua pergi untuk mencarinya kesana


#


"buka pintu nya kak,,,,aku mau pulang"


"kamu gak akan kemana mana,kita akan tinggal disini dan menghabiskan waktu berdua saja " rafa mencoba menenangkan viola yang terlihat ketakutan


"jangan seperti ini kak...aku mohon biarkan aku pulang"


"kakak gak akan membiarkan kamu keluar karna takut kamu nanti gak akan kembali,,,viola tolong mengertilah,,,kakak sangat mencintai kamu dan kakak takut kehilangan kamu" semakin rafa mencoba mendekat, viola semakin menghindar


"ini bukan cinta kak....kalo kak rafa benar benar cinta,kakak tidak akan memaksa kan kehendak kakak pada ku dan kakak tidak akan pernah menyakitiku.... kakak hanya terobsesi untuk memiliki ku saja"


"aku tidak peduli tentang itu,,,aku tidak mau melepaskan mu dan aku tidak ingin kehilangan kamu lagi viola,hidup ku akan benar benar hancur jika kamu meninggalkan aku,,"


"..kakak benar benar sakit...buka pintu nya sekarang aku mau pulang..." teriak viola sambil menggedor pintu berkali kali


rafa terlihat terpancing emosinya karna viola tetap tidak mau mengerti dan tetap ingin pergi,rafa mengambil gelas di atas meja dan melemparnya ke lantai sampai hancur berkeping keping


viola kaget sekaligus takut karna dia tidak pernah melihat rafa marah seperti itu

__ADS_1


nyali viola mulai ciut,dia terduduk dilantai sambil menangis karna takut


rafa merasa bersalah dan langsung memeluk viola "maafkan kakak....maafkan kakak...tolong jangan menangis ... hati kakak sakit jika lihat kamu nangis...maafkan kakak ya...maafkan kakak...ok.." rafa menghapus air mata viola


viola tidak lagi memberontak,dia benar benar takut rafa akan benar benar menyakitinya


"ok...kita istirahat dulu ya sayang...kamu pasti masih lelah kan" rafa membawa yola ke tempat tidur dan menyelimutinya


rafa duduk disamping tempat tidur " kamu istirahat dulu,kakak akan membawakan makanan untuk kamu"


setelah rafa keluar,yola mencari cari hp nya di laci laci samping tempat tidur tapi tak menemukan nya


viola melihat ke sekitar,dia menuju ke jendela dan melihat keluar "ya tuhan tinggi banget ini..."


yola takut rafa keburu masuk kamar lagi,tidak ada cara lain dia akhirnya memutuskan untuk melompat


yola nekat melompat dari balkon kamar yang cukup tinggi "awww...." teriak yola kesakitan


rafa masuk kedalam kamar dengan membawa makanan,dia melihat jendela terbuka dan langsung berlari turun untuk membawa viola masuk ke dalam rumah nya lagi


"aku harus cepat kabur sebelum kak rafa keluar" viola mencoba bangun tapi tak bisa karna kaki nya sakit


"ya tuhan....tolong bantu aku,jangan biarkan kak rafa menangkap ku" viola berdoa dengan menangis


tak lama rafa pun sudah sampai dilantai bawah dan bergegas kearah viola yang tengah kesakitan


beruntung devan sampai tepat waktu dia langsung me mu kul rafa beberapa kali sampai bibir nya ber darah


rio dan sherin juga datang,sherin berlari ke yola dan rio mencoba melerai devan dan rafa


"lo gak pa pa La?" sherin memeluk viola dengan menangis


"kaki gue sakit rin...tolong bawa gue pergi dari sini" ucap yola lirih


sherin membantu yola bangun,tapi yola kesakitan dan duduk kembali


devan berhenti ber ke la hi dan langsung menggendong yola dan membawanya ke mobil nya


devan membawa yola kerumah sakit tempat dokter leon praktek

__ADS_1


dan ternyata yola mengalami patah tulang di kaki nya


__ADS_2