
Viola dan pak Budi pergi ke sekolahan Fiona untuk menjemputnya, ternyata Tiara mengatakan jika Viona hari ini membolos dan pergi bersama Gladys untuk berkencan dengan kakaknya
Viola bertanya Mereka pergi ke mana? Tapi Tiara tidak tahu karena memang Gladys tidak memberitahu tujuan mereka
Viola pergi dengan panik, dengan cepat dia masuk mobil dan menyuruh pak Budi untuk menjalankan mobilnya, Viola meretas HP Fiona lagi untuk menemukan lokasi dia sekarang
dengan cepat Viola sudah menemukan posisi Viona sekarang, Viola sangat terkejut karena lokasi yang tertera di hp-nya adalah di sebuah bar yang sedikit jauh dari sekolahnya
"hah... Gila... Kenapa kakak pergi kebar " viola tak habis pikir
"pak budi kita ke bar ***** ya" ucap viola
"buat apa kita ke sana non?" pak budi mengeryitkan keningnya
"kita jemput kak vio,,, cepetan pak,,, dan tolong pak budi jangan kasih tau hal ini sama orang rumah ya!!!" pinta viola
"iya non" pak budi sedikit mengebut supaya cepat sampai
Viola menelpon Viona berkali-kali tapi tidak juga diangkat,,, biola semakin cemas, Dia menyuruh pak Budi untuk lebih cepat mengemudinya
Setelah sampai viola turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam bar tapi security bar itu menahan Viola karena Viola yang masih menggunakan seragam sekolah
" Pak saya ke sini bukan mau bersenang-senang, saya ke sini hanya untuk menjemput kakak saya" Viola menunjukkan foto Viona pada sekuriti itu
sekuriti itu ingat jika gadis yang berada di foto itu tadi masuk bersama dengan anak pemilik bar ini
tapi dia berpura-pura tidak melihat gadis itu dan menyuruh Viola untuk segera pergi karena Viola masih mengenakan seragam dan dilarang masuk karena masih dibawah umur
karena bar itu tempatnya di pinggir jalan, saat Viola sedang berdebat dengan sekuriti itu ternyata Devan melewati jalan itu, dia baru saja selesai rapat dengan klien di cafe dekat dengan bar tersebut
" kalau bapak tidak mengizinkan saya masuk untuk menjemput kakak saya,maka saya akan menelepon polisi untuk kesini dan masuk bersama dengan saya dan pastinya bapak akan dikenakan pasal karena sudah membiarkan anak dibawah umur masuk ke dalam bar ini" Ancam Viola yang berpura-pura mengetik nomor untuk menelpon polisi
__ADS_1
" Baiklah tidak usah menelpon polisi aku akan membiarkan kamu masuk untuk menjemput kakakmu,,, setelah bertemu kakakmu kamu harus cepat keluar" ucap sekuriti itu
"terimakasih pak.." Viola dengan cepat berlari dan menuju ke lokasi tempat Fiona berada sekarang
"apa apa an viola ini... Ngapain dia pergi kebar dan bukan nya pulang kerumah" Devan menghentikan mobilnya di parkiran bar tersebut dan dia keluar dari mobil dengan marah, dia berjalan masuk ke dalam bar untuk membawa pulang Viola dari sana, meskipun Devan bukan kakak kandung dari si kembar tapi Devan juga sangat overprotektif kepada mereka seperti adik kandung sendiri
Viola terus menelpon Viona tapi tidak juga diangkat
"kak.... udah banyak belum fotonya? Ayo cepetan keburu dia bangun,,, ini lagi hp-nya vio Bunyi terus dari tadi"
"udah... Udah.. Dapat banyak fotonya,,, matiin aja hp vio,,, emang siapa yang nelfon sih" dion melihat layar HP Viona dan disitu tertulis nama 'si jutek' yang telah menelepon berkali kali
Dion dan Gladys tertawa senang melihat hasil foto-foto tubuh Fiona yang hampir tidak memakai baju bagian atas di dalam HP Dion
saat mereka sedang tertawa terbahak-bahak, Viola menendang pintu bar itu dan membuat Gladys dan Dion terkejut
Viola sebelumnya memakai masker dan topi sebelum masuk ke dalam bar tersebut
Jadi mereka tidak melihat wajah viola
Viola buru-buru mengenakan kembali baju Viona dan setelah itu dia menggoyang-goyangkan tubuh Viona supaya dia segera bangun
merasa tubuhnya nya ada yang menggerakkan dengan cepat Viona pun akhirnya terbangun
" apa yang telah kalian lakukan hah???" bentak viola lagi
Setelah Viona sadar Viola langsung membawanya pergi dari sana,,, tak lupa Viola juga mengambil tas dan juga HP viona di atas meja
Dion dan gladys membiarkan saja saat Viola membawa Viona pergi karena tujuan mereka sudah tercapai yaitu mendapatkan foto- foto Viona
Viona masih memegangi kepalanya karena masih sedikit pusing dengan berjalan dipapah oleh Viola
__ADS_1
Mereka bertemu Devan saat baru keluar dari ruangan tersebut,,,,
Viona Tidak mengenali devan karena dia masih memejamkan mata karena pusing sedangkan Viola dia tidak peduli dan langsung melanjutkan jalannya menuju mobil
Devan mengikuti mereka dari belakang,,,
Pak Budi berhenti di sebuah SPBU supaya Fiona bisa mengganti bajunya dan memakai seragam sekolahnya
setelah selesai memakai seragam mereka pulang ke rumah, Viola diam saja di dalam mobil dia tidak bertanya apapun kepada Fiona yang memijat kepalanya
Sampai dirumah, yola langsung turun dan meninggalkan Fiona sendiri didalam mobil
jika biasanya setiap pulang sekolah Viola akan menggendong juju dan membawanya masuk ke kamar kali ini Viola langsung masuk dengan raut wajah marah
untung mama dan Papanya tidak berada di ruang tengah, jadi dia bisa langsung masuk ke dalam rumah tanpa harus menyapa mereka terlebih dahulu
Viona yang masih di dalam mobil dikejutkan oleh ketukan pintu oleh Devan dari luar
Fiona segera membuka pintu dan keluar menemui Devan "ada apa kak?" tanya Fiona pelan
"kamu tidak apa apa?" devan terlihat khawatir
"aku sedikit pusing kak" vio memijati kepalanya
"kenapa kamu bisa pergi ke bar seperti itu?"
Viona kaget, darimana dia tau jika vio dari bar
"aku pergi ke sana untuk karaokean Kak karena anak pemilik bar itu adalah temanku,,, Tapi aku tidak tahu Setelah selesai karaokean aku merasa pusing dan tertidur, setelah aku bangun aku melihat Viola sudah marah-marah pada teman ku dan membawaku pulang"
"ya sudah... Yang penting kamu baik-baik saja!!! ayo masuk kamu harus mandi dan ganti baju" devan merangkul pundak viona yang masih memijati kepalanya
__ADS_1
sedangkan Viola saat masuk kamar dia langsung pergi ke kamar mandi dan mengguyur badannya dengan shower,,,,
dia terus memikirkan kejadian saat menjemput Viona tadi,,,, dia merasa marah saat melihat Viona diperlakukan seperti itu,,, mungkin bagi Fiona tidak apa-apa karena dia tidak menyadari hal itu tapi Viola lah yang sangat kesal dengan tindakan pacar vio yang memperlakukan kakaknya seperti itu