
semakin hari pesona Fiona semakin kuat bahkan banyak sekali para senior yang terang-terangan menyatakan jika mereka menyukai Fiona dan ingin untuk menjadi pacarnya
tapi Fiona tidak mau menerima siapapun untuk menjadi pacarnya karena dia masih ingin menikmati sebagai Primadona kampus yang dipuja-puja oleh semua orang
dan hal itu membuat Dion semakin kesal
Saat jam istirahat Dion akan menemui Fiona ditempat khusus untuk mereka bertiga beristirahat.
Viona dan sherin berada diruangan pribadi mereka, sedangkan yola pergi sendiri kekantin untuk memesan makanan untuk mereka bertiga
"eh jelek,,, tumben lo sendirian?" Gladys dan geng nya menghampiri yola yang sedang duduk sendirian menunggu pesanan makanan nya dikantin
"iya,,, biasanya juga jadi pengikut setia si Primadona kampus" sahut teman nya
" nggak usah disebutin primadona kampus juga kali,,, wajah biasa kayak gitu aja disebut Primadona kampus, pada buta kali mereka yg suka sama dia itu!!" tukas Gladys kesal
"sorry keceplosan dys!!" kekeh teman yang tadi
"heh jelek... Gue penasaran sama muka lo, cepetan buka maskernya gue pengen lihat wajah lo kayak apa" Gladys tertawa mengejek
Yola diam saja dia tetap fokus pada hp-nya dan tidak memperdulikan ocehan Gladys dan gengnya
"heh... lu gak denger ya? Aduh... kasihan banget udah jelek budek lagi" mereka semua tertawa
Yola bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil pesanan yang sudah selesai
Gladys kesal karena Yola tidak menghiraukan ucapannya, dia sengaja menyandung kaki Yola hingga Yola terjatuh dan semua makanan yang berada di atas nampan berantakan di lantai
Yola menatap marah pada Gladys yang sedang tertawa dengan teman-temannya,
"wih... Tatapan nya!!! Atut...." ledek Gladys
Yola mencoba sabar, dia tidak membalas dan hendak pergi karna mereka sedang berada dikampus, lain halnya jika diluar kampus dia akan menghajar orang jika mereka mengganggu nya lebih dulu
Tapi lagi lagi Gladys membuatnya marah, Gladys menyiramkan jus jeruk ke wajah Yola
__ADS_1
Dan itu sontak membuat Yola benar-benar marah
dia sudah tidak peduli Meskipun mereka berada di kampus, Yola mengambil bakso yang sedang dimakan oleh teman kampusnya dimeja sebelah lalu menuangkannya ke rambut Gladys yang sedang tertawa sambil membelakanginya
Gladys kaget sekaligus marah, dia menyuruh ketiga temannya untuk memegangi tangan Yola karena Gladys ingin membalas perbuatan Yola
Gladys sudah siap-siap membalas yola dengan tamparan dan akan menghajar yola karna kini Gladys sudah bisa bela diri
Sekali ditampar yola hanya tertawa dibalik maskernya, membuat Gladys semakin marah
"brengsek... Lo masih bisa tertawa ha?" bentak gladys
Dia hendak memukul yola lagi yang sedang dipegang oleh ketiga teman nya tapi yola dengan cepat menjatuhkan ketiga teman Gladys dan menghindari pukulan gladys
Yola mengambil nampan yang terjatuh di lantai tadi dan memukul kan nya kebadan Gladys dengan keras, Gladys memekik kesakitan dan hendak membalas
Yola memukulnya berkali kali sampai Gladys terjatuh kelantai
Yola tidak memukul bagian kepala dan wajah Gladys karna takut akan melukainya
Mereka lalu menyerang yola bersama sama tapi yola lagi lagi mengalahkan mereka dengan nampan yang dia pegang
"dys... Kita cabut aja, kita gak akan bisa melawan dia" teman Gladys mengajak nya pergi karna mereka sudah kalah telak dihajar yola sendirian
"awas lo ya,,, gue bakal Buat perhitungan sama lo" ancam Gladys yang langsung berlari meninggalkan yola dikantin
Semua teman teman bertepuk tangan setelah melihat aksi yola, yola hanya diam saja, dia lebih memilih untuk pergi ke markas istirahat Mereka karna bajunya basah
Sesampainya disana yola tak jadi masuk karna melihat sherin berdiri diluar pintu
"kenapa gak masuk?" yola menepuk pundak sherin yang sedang sibuk menguping pembicaraan vio dan dion didalam ruangan
"uh... Kaget gue" sherin memegangi dadanya yang deg deg an
"ngapain sih?" tanya yola lagi
__ADS_1
"didalam ada kak dion, dia nyuruh gue keluar karna ingin bicara berdua dengan vio" ucap sherin pelan
"oh..." yola menanggapi dengan santai
"oh??? Lo gak khawatir gitu sama kakak lo?"
"tenang aja, gue udah ajarin dia beladiri jadi kalo kak dion macam macam vio bisa menghajarnya " yola mengedipkan matanya
"lo yakin kita gak perlu masuk?" sherin meyakinkan yola
"gak usah... Udah biarin kak vio menyelesaikan urusan nya sendiri,,, lo ikut gue ke toilet aja gue mau ganti baju" yola berjalan meninggalkan sherin
"eeh.. Tunggu gue dong!!!(sherin mengejar yola) wajah sama baju lo kenapa kok bisa basah semua?" ternyata sherin baru sadar jika sahabat nya basah semua
"biasa, kerjaan Gladys and geng nya, tapi lo tenang aja karna gue udah beri mereka pelajaran jadi mereka gak bakalan ganggu gue lagi" ucap yola membanggakan diri,.
***
Sementara di dalam ruangan tersebut, dion sedang duduk berhadapan dengan vio dengan pembatas meja kecil
"ada apa kak dion mencariku?" vio membuka obrolan setelah sherin keluar
"aku mau minta maaf!!!" ucap dion datar
"minta maaf untuk apa?" vio menjawabnya dengan santai
"karna aku dulu sudah menyakiti kamu" dion menatap sendu pada vio
"oh... Itu? Yaudah lah itu hanya masa lalu jadi gak usah diungkit lagi" vio tersenyum seolah dia sudah melupakan masa lalu mereka
"vio... Jika bisa..." dion menggantungkan omongan nya
"jika bisa apa?" vio menjadi bingung karna dion tidak meneruskan kata kata nya
"apa kita bisa kembali seperti dulu lagi?" dion menatap vio dengan lembut
__ADS_1