
Saat mereka sampai ternyata Papa dan Mama mereka sudah memesankan makanan kesukaan dari anak-anaknya tersebut dan semua makanan itu sudah tersedia di meja yang berada di depan mereka
"wow... Banyak sekali makanannya?" celetuk yola sembari duduk disamping mamanya
"iya sayang, kita sudah pesankan semua makanan kesukaan Kalian bertiga, jadi tidak usah sungkan lagi kita nikmati makan malamnya karna mama sudah sangat lapar menunggu kalian dari tadi" mama memegangi perut nya
"iya nih ma, kakak lama banget make up nya" jawab yola lagi
"tuh kan, pasti deh vio yang lama,,, yaudah ayo kita makan semua" semua orang mulai makan
Tapi dipertengahan acara makan, yola menaruh garpu-pisau nya
"kenapa sayang, steak nya kurang cocok sama selera kamu ya?" tanya mama yang melihat yola berhenti makan
"enggak ma, ini enak kok! Cuma yola sudah kenyang gara gara makan banyak camilan tadi sore" yola berpura-pura padahal sebenarnya dia sudah sangat pusing dan hampir muntah saat memaksa makan
"tuh kan mama sudah bilang jangan sering sering makan camilan, itu gak sehat lo sayang,,," mama menasihati yola
"iya ma, yola lupa tadi saat asyik nonton tv dan gak kerasa sudah banyak aja camilan yang yola makan" yola tersenyum ke mamanya
"yaudah lain kali gak boleh kayak gitu lagi ya!!" ucap sang mama
Yola mengangguk cepat "kalo gitu yola mau kembali kekamar dulu ya, soalnya yola belum packing buat pulang besok"
"yaudah sana, jangan tidur malam malam ya" mama mencium kepala yola
"vio juga mau packing ma, PA, jadi vio juga pergi dulu ya" vio mengikuti yola yang sudah berdiri dari tempatnya duduk
"oh ya dev juga belum packing, mama sama papa nikmati waktu berdua saja ya, kita pergi dulu" devan pun berlari mengikuti sikembar yang hendak masuk lift
__ADS_1
"eh... Anak anak ini, bisa bisa nya kompakan seperti itu" ujar papa dengan tertawa
"iya, dasar anak anak!!" mama menimpali sambil tertawa
"mereka tau aja ma kalau mereka harus memberi waktu untuk kita berdua saja, ya hitung hitung honeymoon yang tertunda lah ha.. Ha.. Ha" kekeh sang papa
"ih papa..." mereka Tertawa bersama
*
Didalam lift yola sudah terlihat sangat pucat, tiba tiba dia pingsan tepat disamping devan
Dengan cepat devan membopong nya dan meminta vio untuk menekan lift ke arah lobi hotel karna mereka akan kerumah sakit
Setelah sampai dibawah, vio memanggil taksi yang memang sudah standby disamping hotel
"vio, kakak akan bawa yola kerumah sakit terdekat, kamu harus kembali kekamar kamu supaya mama dan papa tidak curiga kalo kita tidak ada dikamar"
"percaya sama kakak, kakak akan menjaganya, cepat kamu kembali kekamar kakak harus kerumah sakit" devan langsung masuk ke taxi dan vio segera berlari ke lift untuk kekamarnya.
10 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit
Yola langsung ditangani oleh dokter, tak lama kemudian dokter keluar dan memberi tahu devan kalo yola demam karna luka ditangan nya kurang tepat saat penanganan nya tadi siang dan karna yola demam tinggi jadi dia harus dirawat untuk malam ini
Devan setuju dan dia langsung memilih kamar rawat inap yang vip untuk yola
Tak berapa lama yola sadar tapi dia masih merasa sangat pusing jadi dia lebih memilih untuk tidur
Dia langsung dipindahkan supaya yola bisa istirahat tanpa ada gangguan
__ADS_1
Devan terjaga semalaman, dia tidak bisa memejamkan matanya bahkan sebentar saja karna dia terlalu khawatir Pada yola
Devan keluar ruangan yola untuk mengangkat telfon dari vio
"kak gimana yola?" suara vio terdengar khawatir
"dia sudah dipindahkan keruangan, sepertinya kita akan menginap disini malam ini" ucap devan
"tapi dia gak kenapa napa kan kak?" tanya vio lagi
"dia demam karna luka ditangan nya, jadi dia sedang istirahat sekarang, kamu jangan khawatir lagi sebaiknya kamu istirahat lebih awal karna besok kita akan pulang"
"iya kak... Kakak juga istirahat ya,,, dah.." mereka menutup telfon nya
Saat vio sudah bersiap untuk tidur tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya
Vio yakin itu adalah mamanya, dengan cepat vio berlari kekamar mandi untuk menghidupkan shower lalu dia keluar kamar mandi dan menutup pintunya
Vio membuka pintu kamarnya "ada apa ma?"
"gak papa, mama cuma mampir sebentar, mana yola" mama bertanya karna tidak melihat yola dikamarnya
"yola lagi mandi ma" vio menunjuk kamar mandi yang terdengar suara air mengalir
"oh yaudah,,, jangan tidur malam malam ya" mama keluar dan menutup pintu dari luar
Vio buru buru mematikan shower dan kembali ketempat tidur
*
__ADS_1
Sementara devan tidak bisa tidur meskipun dia sudah mencobanya
Dia duduk disamping ranjang Yola dan memandangi wajah nya "seharusnya gue lebih bisa menjaga nya, dengan begitu dia tidak akan terluka seperti ini" gumam devan