
yola syok dan tak bisa berkata apa apa
"tunggu kak..." panggil sherin pada anrez
"kenapa?"
"temen kakak yang ngerayain anniversary itu namanya siapa?"
"namanya maura,dia yang ngasih surprise sama pacarnya"
"nama pacar nya kak rafa bukan?" yola mencoba meyakin kan dirinya dengan bertanya,ia berharap jika yang difoto itu hanya orang yang mirip saja dengan pacar nya
"kok tau sih? kamu kenal ya?" anrez terlihat senang saat bicara dengan yola
yola menutup matanya sejenak,dia rasanya ingin menangis tapi ditahan,,,yola menghirup nafas pelan lalu tersenyum pada anrez "aku sepupu jauhnya"
"serius?....ya udah kalo gitu ayo gabung sama mereka,pasti rafa juga akan senang melihat kamu datang"
"enggak kak....maaf kami gak jadi ikut kesana,kita harus segera pulang karna mamanya sherin baru aja nelfon dan suruh kita pulang cepat,,,iya kan rin?" bohong yola
"ha ...apa?...iya...iya...mamaku barusan nelfon suruh kita cepat pulang"
"kalo gitu kita pulang dulu ya kak..." yola menggandeng tangan sherin dan hendak pergi
"tunggu ...." anrez menghentikan yola dan sherin
"kenapa kak?" hanya sherin yang menoleh pada anrez karna yola sudah hampir tidak bisa menahan air matanya
"aku cuma mau nanya sama viola,sorry jika pertanyaan aku ini agak sensitif,,,kalo kamu gak mau jawab juga gak papa,,,viola...kamu udah punya pacar apa belum?"
"baru saja putus,,,,maaf kak kita harus pergi" yola menjawab nya tanpa menoleh pada anrez
mereka buru buru pergi sebelum anrez sempat meminta nomer telfon yola
anrez tersenyum mendengar jawaban yola,dia dengan bersenandung menemui teman teman nya yang lain
"kesambet apaan lo senyum senyum sendiri?" celetuk rio yang sedang duduk dengan rafa dan teman teman yang lain nya
"hari ini hati gue lagi berbunga bunga,,,barusan gue ketemu dan kenalan sama cewek, dia tuh tipe gue banget,,,ternyata hari ini dia baru putus dari cowoknya....jadi gue punya kesempatan buat deketin dia" anrez tertawa senang mengingat viola
"cewek terus yang ada dipikiran lo...dasar" maura pun menimpali dengan tertawa
"ya elah ra....maklumi aja karna dia selama ini udah lama menjomblo,biarlah dia menikmati nya" sahut teman yang lain nya,anrez hanya tertawa mendengar ejekan dari teman teman nya
__ADS_1
"siapa sih cewek yang udah berhasil meluluhkan hati kulkas kayak elo ini"maura tak berhenti mengejek anrez dengan tertawa
"dia....oh...dia si cantik sepupu nya rafa" anrez ingat jika yola tadi mengaku seperti itu
"sepupu gue? sepupu dari mana? bokap sama nyokap gue kan sama sama anak tunggal,,,dari mana gue dapet sepupu?"rafa pun merasa bingung sendiri
"lah...tadi dia ngaku nya sepupu jauh elo kok,masa dia bohong sih,,,"
"emang namanya siapa,entar gue tanya mama papa siapa tau memang saudara jauh gue yang gue gak tau"
"namanya viola..." ucap anrez dengan tersenyum
rafa seketika berdiri dari tempat duduk nya " dimana dia sekarang?"
"dia udah pergi sama temen nya,,, mungkin masih diparkiran"
rafa langsung berlari mencari viola
sementara yola dan sherin memang masih diparkiran
"lo gak papa la?" sherin terlihat khawatir karna yola hanya diam saja dan hanya menunduk di dasbor mobil
"anterin gue pulang rin" yola menyandarkan tubuhnya
dengan memejamkan mata
tangis yola seketika pecah,yola menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya
sherin ikut menangis,dia langsung memeluk viola dan mencoba menenangkan nya
"sakit rin....sakit banget....kenapa kak rafa tega bohongi gue rin? kenapa harus gue yang jadi orang ketiga ? kenapa?" yola masih menangis di pelukan sherin
**
rafa sedang mencari keberadaan yola,dia melihat ada mobil sherin yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri
rafa menghampiri mobil sherin dan mengetuk kaca mobil
.sherin dan yola melepaskan pelukan nya dan menoleh ke asal suara
"ayo rin kita pulang,gue gak mau ketemu sama kak rafa" yola menghapus air matanya dan sherin pun langsung melajukan mobilnya dengan cepat
teman teman rafa ikut turun ke parkiran mengejar rafa yang berlari tanpa memberi penjelasan pada mereka
__ADS_1
karna yola tidak mau bertemu rafa,sherin pun melajukan mobil nya
"rio cepetan ambil mobil" pinta rafa
dengan cepat rio sudah mengambil mobil dan rafa langsung masuk dan mengejar mobil sherin
teman teman rafa pun ikut mengejar mobil mereka
rio membunyikan klakson berkali kali,tapi sherin tetap tidak mau berhenti
rafa mencoba menelfon yola,tapi yola langsung mematikan hp nya
cukup lama mereka kejar kejaran,akhirnya rio berhasil menghentikan mobil sherin dijalan yang agak sepi
rafa mengetuk kaca yola berkali kali,yola tetap tidak mau membuka pintu
"La,apa yang akan kita lakukan?" sherin menjadi bingung sendiri harus berbuat apa
"gue harus selesaikan ini sekarang juga" yola hendak membuka pintu mobil
"lo yakin la?"
yola hanya mengangguk,mereka berdua sama sama turun dari mobil
"sayang...dengerin penjelasan aku dulu" rafa mencoba memegang tangan yola tapi dia menepisnya dan menyilangkan nya di dada
"apa lagi yang mau dijelaskan kak?" yola tidak mau menatap rafa
"ada apa ini sayang? kenapa kalian berdebat dijalan seperti ini?" maura dan anrez yang baru datang pun langsung menghampiri mereka berdua
yola hendak pergi lagi ke mobil saat maura datang,tapi rafa berhasil memegang tangan nya
rafa tidak menghiraukan maura,dia tetap berusaha membujuk yola
"sayang...please...dengerin kakak dulu ya" pinta rafa
"jangan panggil aku seperti itu,,,aku benci mendengarnya"
maura meradang mendengar rafa memanggil yola dengan sebutan sayang "apa apa an ini raf? kenapa kamu memanggilnya sayang?"
"maura ku mohon diam lah" bentak rafa
"ha...kamu bentak aku demi gadis sia lan ini"
__ADS_1
" jaga bicaramu,dia adalah pacarku"
",apa?pacar kamu adalah aku...jadi gara gara gadis ini sikap kamu berubah sama aku? dasar gadis sia lan,beraninya elo merebut pacar gue " maura menarik rambut yola dengan keras