Romansa Rumit

Romansa Rumit
Viona kesal


__ADS_3

"cuacanya panas, jadi aku sengaja beli es boba buat kamu" ucap Rafa sembari menjalankan mobilnya


"kenapa banyak banget beli nya kak?" yola menghitung gelas plastik es boba ditangan nya


"aku gak tau kamu suka yang rasa apa, jadi aku beli semua varian, kasih aja sama vio, tiara dan sherin sisanya"


"makasih kak" ucap yola sambil memasukkan sedotan ke mulutnya


"em.. Yola, aku boleh minta nomer kamu nggak?" Rafa menghentikan mobil nya didepan rumah sherin


Yola terdiam sejenak, lalu dia meminta hp Rafa dan memasukkan nomernya ke hp rafa


"thanks" kata Rafa setelah mengambil hpnya dari yola


Yola mengangguk ,,, "makasih udah dianterin, dan makasih buat es boba nya" yola menunjuk es ditangan nya


"sama sama"


Yola keluar dari mobil dan langsung masuk kerumah sherin


Rafa juga pergi setelah melihat yola menutup pintu rumah sherin


Yola meletakkan beberapa es boba diatas meja


"wah... Banyak banget lo belinya" vio mengambil satu es dan meminumnya


"kak Rafa yang beli bukan gue" sergah yola yang juga sedang menikmati es boba favorit nya


"cie.... Udah mulai deket nih kayaknya sama kak Rafa" sherin menggoda yola dengan tertawa


Yola langsung memberikan tatapan tajam pada sherin yang sukses membuat sherin berhenti tertawa


"lo ambil beberapa es nya, sisanya gue bawa pulang" ucap yola pada sherin dan tiara


"yaudah karna udah sore banget, kita harus pulang, karna mama sudah nelfon gue tadi" tambah yola


"OK,,, kalian hati hati dijalan, biar gue yang anter tiara pulang nanti" jawab sherin


Sikembar pulang, 10 menit kemudian mereka sampai dirumah


Yola menyuruh vio membawa es bobanya dan membagikan nya pada orang rumah, sementara dia menghampiri kandang juju dan menggendong nya kedalam rumah

__ADS_1


"kita pulang" teriak viona saat membuka pintu


Mama papa dan devan sedang berbincang diruang tamu


"selamat datang sayang" ucap mama dan papanya


Vio meletakkan es nya diatas meja dan dia duduk disamping devan


"tumben pulang bawa oleh oleh" devan mengambil satu es dan meminumnya


"pacar yola yang beliin" ujar vio dengan santainya


Mereka yang berada di ruang tamu pun langsung menatap kearah yola seperti meminta penjelasan


Yola yang hendak menuju kamar bersama juju pun berhenti mendengar ucapan vio, dia langsung menatap kearah vio yang tetap menikmati es dengan duduk santai tanpa merasa bersalah


"kak... Lo kalo ngomong jangan asal ya!!" ucap yola kesal


"he he... Bercanda yola, gitu aja ngambek" vio menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah nya sebagai tanda damai supaya yola tidak marah lagi


"viona, jangan bercanda seperti itu, kamu ini" devan menjewer telinga vio


"ya maaf... Oh ya MA... PA... Besok kita jadi ngundang beberapa teman kepesta ultah kita, yola udah ngasih undangan nya sama teman smp kita saat reuni tadi,,, iya kan yola" vio mengedipkan sebelah matanya


Yola langsung pergi kesamping mamanya dan duduk,,,


"ada apa MA" yola menatap mama nya sendu


Hanya kepada mama nya yola selalu bersikap lembut dan penurut


"bener, kamu udah ngundang teman teman kamu?" mama mengelus rambut Viola lembut


"iya MA, teman smp dulu, tapi gak tau mereka akan datang apa tidak" jawab yola pelan


"kalo temen sma kamu ada yang diundang juga?" tanya mama lagi


"sherin dan tiara aja"


"yang lain gak mau diundang sayang?"


"gak MA, lagian mereka tidak tau kalo yola kembar, jadi sekalian mereka gak usah di undang takutnya menyebabkan masalah untuk yola dan kakak"

__ADS_1


"yaudah,,, mama akan mempersiapkan semua nya untuk sweet seventeen kalian berdua besok"


"iya MA, makasih,,,, kalo gitu yola kekamar dulu sama juju"


Mama hanya tersenyum..


Yola beranjak dari duduk nya dengan membawa juju


"yola,,, lo gak mau undang kak Rafa? Dia kan udah tau kalo kita kembar" celetuk vio tiba tiba


"kak... Gue kan udah bilang, mereka itu gak ada yang tau tempat tinggal kita, karna gue gak mau nantinya akan ada orang yang akan sering datang kesini dengan alasan yang gak jelas"


"halah bilang aja kalo lo takut Ada cowok yang nyamperin lo kesini kan?"


"lo itu apaan sih kak... Ih.. Sumpah ya, lo tuh ngeselin banget tau gak?" yola langsung pergi kekamarnya


"vio... Kamu gak boleh gitu sama yola, tuh liat dia sekarang marah kan?" papa yang sedari tadi cuma jadi pengamat tiba tiba buka suara


"ya lagian yola aneh banget, ada cowok yang suka sama dia, tapi dia nya dingin kayak gitu,,, bisa bisa jadi perawan tua tuh anak" kesal vio


"viona...." bentak mama, papa, dan devan bersamaan


Viona kaget karna mereka semua membentaknya


"vio bener kan ma,,, kenapa yola bertindak seperti itu, itu karna dia masih belum bisa menerima papa dan juga kak dev didalam hidupnya,ini sudah hampir dua tahun kita tinggal bersama, apa dia pernah sekalipun berinisiatif untuk berbicara pada papa dan kakak, enggak kan? " vio mulai kesal dengan sikap adik nya itu


" vio,,, jangan seperti itu,,, Papa dan devan gak masalah dengan sikap yola, karna papa tau dia masih membutuhkan waktu untuk menerima ini semua" papa mencoba menenangkan vio


"berapa lama pa??? Berapa lama waktu yang dibutuhkan dia untuk menerimanya? Dia bukan anak kecil lagi pah,,, dia sudah 17 tahun, seharusnya dia tidak bertindak kekanak kanakan seperti ini"


"vio sudah hentikan,,,takut yola mendengar ucapan mu dari kamar" imbuh sang papa


"biarkan dia mendengar, jika dia tidak terima dengan ucapan ku, biar dia keluar dan memarahi ku, aku tidak takut, karna semua yang aku katakan adalah benar"


Yola memang mendengar dari kamarnya, karna dia berdiri dibalik pintu dengan menangis dan viona sengaja mengeraskan suaranya supaya yola mendengar


"apa yang membuat dia marah selama ini, apa kurang nya papa dan kakak untuk keluarga kita,,, hampir dua tahun dia bersikap dingin pada papa dan kak dev, tapi apa mereka pernah marah pada Viola,,, gak pernah... Mereka terus saja mentoleransi sikap yola yang seperti itu,,, tapi yola tidak pernah sadar akan kesalahan nya dan selalu saja menganggap papa dan kak dev seolah tak terlihat" vio meluapkan isi hatinya yang sudah lama dia pendam


"viona cukup" bentak devan, dia lalu pergi kekamarnya dengan wajah kesal


vio hanya menunduk setelah meluapkan kekesalan nya..

__ADS_1


Mama dan papa vio pun beranjak dari ruang tamu menuju kamar nya meninggalkan viona yang tertunduk sendirian


Sementara Viola terus menangis,,, dia mengingat semua tindakan nya selama ini,,, dan dia sadar jika semua yang dikatakan viona memang benar,,, dia selama ini memang selalu bersikap dingin pada papa dan kakak tirinya itu,padahal mereka berdua sangat baik dan sayang pada seluruh keluarga viola


__ADS_2