
Makan malam tiba, tapi Viola tak juga keluar kamar
Zafran menyuruh istrinya untuk melihat yola dikamar, tapi saat hendak beranjak ternyata viola sudah keluar lebih dulu dengan mata sembab
Semua orang menatap sedih melihat yola seperti itu, karna biasanya yola selalu berusaha bersikap kuat didepan semua orang
Yola tidak memperdulikan mereka, dia sibuk dengan sendok ditangan nya dan juga makanan nya
Seperti biasa dia selalu menyelesaikan makan nya dengan cepat lalu akan kembali lagi kekamar
"yola..." panggil sang mama
Yola menoleh "ada apa MA?"
"mama mau bicara sebentar sama kamu"
"maaf MA... Yola mau belajar dulu dikamar" tolak yola pelan
"ini tuh musim liburan keles... Mau belajar apa?" viona menimpali
Yola terdiam, dia lupa kalo sekarang libur sekolah setelah ujian
"yaudah yola kekamar dulu sebentar, nanti setelah mama selesai makan, kamu akan mama panggil"
Yola mengangguk setuju, dia langsung masuk kekamar nya
"dev.. Coba kamu telfon leon suruh dia datang kemari" ucap papa
"iya PA" devan langsung menelepon leon
"kenapa pa? Papa sakit?" tanya mama heran, karna setau sang mama kalo leon adalah seorang dokter
"bukan ma... Sepertinya kita butuh leon untuk memeriksa yola" jawab papa pelan
"emang yola kenapa?" tanya mama lagi karna masih belum mengerti
Devan menjelaskan pada mamanya kalo leon adalah psikolog
"psikolog? Emang yola gila apa sampek harus panggil psikolog segala" sergah viona tak terima
"viona, tidak semua orang yang perlu bantuan psikolog itu adalah orang gila,,, kita panggil leon untuk membuat yola mengeluarkan semua hal yang dipendam nya selama ini, tapi bukan berarti dia gila" jelas devan.
Beberapa saat kemudian, setelah mereka selesai makan malam, Leon pun datang
Zafran menyuruh viona untuk memanggil yola dikamarnya,
Tak berapa lama yola pun keluar dan menemui mama nya yang sedang berada diruang tamu bersama papa, devan dan leon
"iya ma, ada apa?" ucap yola sembari duduk disamping mamanya
__ADS_1
"gak papa sayang,,, mama cuma mau berkumpul dengan seluruh keluarga saja" mama mengelus rambut yola dengan tersenyum
Yola hanya diam saja
"hai yola,,,, gimana kabar kamu? Lama gak ketemu, kamu makin cantik sekarang" leon mencoba akrab dengan yola
"perasaan baru beberapa hari yang lalu ketemu nya " tukas yola
Leon langsung diam "oh iya ya... Lupa" leon menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"gimana sekolah kamu? Lagi belajar apa tadi dikamar" imbuh leon
"lagi musim liburan jadi gak belajar" jawab yola santai
Leon dibuat mati kutu oleh jawaban jawaban yola
"yola, saya punya permainan seru, kamu mau ikutan gak?" leon terus berinteraksi dengan yola
"maaf... Saya gak tertarik, ajak aja vio" yola menunjuk vio dengan dagu nya
"oh... Benar,,, saya juga akan mengajak vio juga, jadi kita main nya bertiga, gimana?"
"OK,,, siapa takut, ayo kita main bertiga" timpal vio
Yola sebenarnya malas, tapi karna leon adalah tamu dirumahnya dia terpaksa ikut untuk menghormatinya
Leon mengeluarkan jam gantung dari tas nya
"membosan kan" celetuk yola datar
"ayolah,,,, ini akan menyenangkan,,," Leon mendekatkan vio dan yola disatu kursi lalu dia menaruh jam gantung itu ditengah mereka berdua,,, dia memulai terapinya untuk membuat yola rileks
Sesaat kemudian, vio terlihat mengantuk dan devan dengan cepat menutup mata vio supaya dia tidak ikut terbawa pengaruh hipnotis yang dilakukan leon pada yola
Makin lama mata yola semakin berat, dia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk melawan rasa kantuk nya yang terus memaksanya untuk terlelap
Tak berapa lama kemudian yola tertidur dengan menyandar ke sofa
Leon memulai terapi nya
"Viola buang semua pikiran yang selama ini mengganggu kamu, dan bayangkan kamu sedang berada dilaut lepas yang sangat indah, dan itu membuat kamu merasa sangat rileks"
Yola semakin tenggelam dengan fantasi alam bawah sadar nya
"Viola,,, saya mau kamu mengeluarkan semua hal yang selalu mengganjal dihati kamu selama ini, katakan semua yang membuat kamu marah, sedih, benci dan kesal pada saya,,,, saya akan membantu kamu untuk menyelesaikan masalah kamu"
"tunggu dulu, apa ini tidak berbahaya untuk nya?" tanya sang mama
"tidak tante, ini malah akan membuat nya melepaskan beban nya karna kalo kita membiarkan hal ini berlarut larut takutnya yola menjadi depresi , tante tenang saja,,, percaya sama saya" leon meyakinkan mama sikembar
__ADS_1
"Viola,,,, kamu adalah anak yang baik, periang dan suka bergaul dengan banyak orang, tapi kenapa sekarang kamu menutup diri?"
"aku takut" jawab yola singkat.
"apa yang kamu takutkan?"
"aku takut mereka juga akan meninggalkan ku seperti papa meninggalkan mama dulu dan pergi dengan wanita lain"
Diana kaget, selama ini dia memberitahu sikembar bahwa ayahnya meninggal karna kecelakaan pesawat dan tubuhnya tidak ditemukan, tapi bagaimana yola bisa tau kalo Papanya pergi karna wanita lain
"kamu tau dari mana hal itu, bukan kah papa kamu meninggal karna kecelakaan pesawat?" lanjut leon
Yola tertawa dalam tidurnya "mama berbohong pada ku dan kakak,,, aku dengan jelas melihat dan mendengar saat papa dan mama bertengkar hebat malam itu, dan papa memukul mama karna mama tidak mau melepaskan tangan papa" yola mulai mengeluarkan air mata
"saat itu aku masih 8 tahun dan belum mengerti arti perpisahan, hanya saja aku sudah terlanjur benci pada papa karna memukul mama berkali kali, jadi saat mama bilang kalo papa meninggal dalam kecelakaan aku hanya diam saja"
"kenapa kamu diam saja?" imbuh leon.
"karna aku tidak mau membuat mama dan kakak sedih, jadi aku pura pura tidak tau,,, saat itu aku sudah punya pemikiran untuk hidup bertiga saja dengan mama dan kakak, kita tidak membutuhkan orang lain masuk dalam keluarga kecil kita, aku bahkan sampai belajar beladiri tanpa sepengetahuan mama supaya aku bisa menjaga mama dan kakak"
Yola berhenti sejenak
"hidup kita sudah cukup bahagia, meskipun saat smp banyak yang membuly kita tapi kita tetap senang, lalu tiba tiba mama memperkenalkan om zafran pada kita, aku langsung tidak suka padanya"
"kenapa kamu tidak menyukainya ?" leon terus mengorek ingatan yola
"aku tau mama sangat menyukai om zafran, tapi bagaimana kalo om zafran juga seperti papa?"
"kenapa kamu berbicara seperti itu? Apa selama ini om zafran tidak baik sama mama kamu dan kalian?"
"tidak,,, dia sangat baik bahkan dia sangat menyayangi kita seperti putri nya sendiri,,,"
"lalu kenapa kamu tidak menyukainya, apa karna devan?"
"mereka berdua baik,,, hanya saja... (yola terdiam) aku takut, disaat aku mulai menyayangi mereka seperti keluarga ku sendiri, lalu bagaimana jika tiba tiba mereka pergi meninggalkan kita semua seperti papa dulu,,, itu adalah hal yang sangat menyakitkan buat ku,,, jadi aku sengaja tidak membuka diri untuk mereka berdua dan tidak terikat apapun supaya nanti saat mereka benar benar pergi aku tidak akan terlalu terluka "
Semua orang menjadi hening
" yola, coba kamu ingat ingat lagi semua momen yang telah kalian lakukan bersama selama 2 tahun ini, momen dimana om zafran yang sekarang adalah papa kamu dan juga devan kakak kamu sangat baik dan tulus menyayangi kalian bertiga,,, lihat lah ketulusan mereka, lihatlah perlakuan sayang mereka, lihat lah hal hal yang tidak bisa kamu dapatkan dari papa kamu dulu,,,, mereka berdua sangat menyayangi kalian,,, mereka tidak akan meninggalkan kalian sampai kapan pun,,,"
Yola semakin menangis mengingat semua yang dilakukan papa dan kakak tirinya itu, dia merasa bersalah karna sudah bersikap seperti itu
" Viola,,,, kamu buang semua pikiran buruk tentang ketakutan kamu itu, semua nya akan berjalan baik untuk kalian kedepan nya,,, hilangkan, lepaskan belenggu yang ada dihati kamu,,, mereka menyayangi Kalian begitupun sebaliknya,,,, setelah kamu bangun dari tidur kamu,, kamu akan merasa lega dan tidak punya beban lagi,,, hapus semua kecemasan kamu,,, mereka selalu ada untuk kalian dan tidak akan meninggalkan kalian apapun yang terjadi,,, jadi Viola mulai saat ini kamu harus ceria lagi seperti dulu dan kamu harus membuka hati kamu untuk orang lain,,, apa kamu mengerti yang saya ucapkan? "
Viola mengangguk ,,,
" baiklah, saat saya menepuk pundak kamu, kamu akan terbangun dan melupakan semua nya" leon menepuk pundak yola pelan
Yola membuka mata perlahan, dia melihat kesekeliling
__ADS_1
Semua orang tersenyum menatap kearah yola
Dan entah kenapa yola terlihat bahagia dan ikut tersenyum lalu memeluk mamanya