Romansa Rumit

Romansa Rumit
Ulah devan


__ADS_3

"emang bener kata cleo kalo tadi adalah ulah yola, dia manggil gue tadi untuk minta tolong memutarkan video itu saat kalian akan bertukar cincin, dia bilang itu kejutan untuk cLeo tapi gue juga bener bener nggak tahu awalnya video apa itu karena gue juga belum sempat melihatnya" jelas leon


Devan tertawa, " Menurut lo video itu asli apa editan?"


"gue juga belum mastiin sih, kalau lu pengen tahu kenapa nggak kita tanyain langsung aja sama Yola sekarang" ajak leon antusias


"bentar, gue lihat apa bonyok masih diruang tamu, kalau masih ada, kita gak bisa pergi ke kamar yola takut mereka curiga" devan mengintip keluar kamar untuk memastikan dan ternyata sudah tidak ada siapa siapa disana


"ayo!!!" ajak devan pada leon


Mereka berdua pergi ke kamar Yola, yola kaget saat membuka pintu karena melihat kakaknya dan juga Leon yang mengetuknya


Dia sangat yakin bahwa Leon pasti sudah memberitahu semuanya kepada Devan


"ada apa kak?" yola bertanya didepan pintu kamarnya


"boleh kakak masuk? Ada yang ingin kakak tanyakan?" ucap devan datar


Yola sedikit ragu untuk membiarkan mereka berdua masuk ke kamarnya, Karena bagaimanapun juga dia seorang gadis Tidak sepantasnya membiarkan laki laki masuk ke kamarnya


"kita bicara diluar rumah saja, karena sepertinya tidak pantas untuk membiarkan kalian berdua masuk kamarku" yola keluar menuju halaman rumah diikuti devan dan leon dibelakang nya


"ada apa kak?"tanya yola


" bener video tadi itu dari kamu? " devan menatap yola


Yola Menatap Leon Sekilas Lalu Menjawab Devan Dengan Datar " iya"


Devan menarik nafas dalam, itu video asli atau kamu yang mengeditnya


Yola seakan tak percaya mendengar pertanyaan itu dari kakaknya


"hah... jadi kakak lebih percaya kepada wanita itu dari pada sama aku?"

__ADS_1


" bukan seperti itu Yola, kakak hanya ingin memastikan jika itu Memang video asli dan bukan kamu yang sengaja ingin merusak pertunangan Kakak dan Cleo"


"wah.. Sumpah ya, nyesel tau enggak aku sudah susah susah ngumpulin video itu, Tau gitu aku Biarin aja kalian bertunangan dan Sampai menikah, aku juga tidak peduli apa yang akan terjadi pada kalian nanti" ucap Yola sedikit kesal


melihat wajah Yola yang terlihat kesal, Devan menjadi tidak enak hati, Dia segera mencairkan suasana dengan meminta maaf kepada Yola


"ya udah ya udah,,, gak usah dibahas lagi,,, Kakak minta maaf jika kamu kesal dengan pertanyaan kakak tadi, Kakak cuma ingin tahu kamu dapat video itu dari mana?" devan bertanya dengan halus


"restoran sherin" ketus yola


Leon tertawa mendengar suara yola yang sangat jutek, menurut nya itu adalah hiburan tersendiri untuk nya, apalagi setelah melihat Devan yang tidak bisa berkutik ketika yola terus saja menjawab semua pertanyaannya dengan Ketus


Devan memberikan tatapan tajam kepada Leon yang sedang menertawainya, Leon langsung diam


" ini lihat sendiri video full nya sebelum aku potong" yola menyerahkan hp-nya tanpa menatap devan


" Kenapa video nya dipotong?" tanya devan heran


" karena banyak adegan yang tidak pantas untuk ditampilkan di depan umum, aku juga tahu diri karena dia juga kaumku, kalau aku tega menampilkan seluruh videonya itu sama saja dengan mempermalukan aku" yola langsung pergi meninggalkan devan dan leon setelah menyerahkan hp nya


Setelah selesai menonton semua video asli itu, Leon berpamitan untuk pulang karena waktu sudah sore, sedangkan Devan masuk kedalam kamarnya tanpa mengembalikan HP Yola terlebih dahulu


Devan membuka semua foto dan video yang berada di galeri


tak banyak foto yang berada di sana karena Yola tidak suka berfoto, lain halnya dengan Fiona dia akan setiap saat melakukan selfie karena merasa jika dirinya sangat cantik dan sempurna


Devan mengirim semua foto Yola ke hp-nya melalui whatshap,lalu dia menghapus pesan itu setelah mendapat kan notifikasi masuk di hp nya sendiri, devan bahkan menghapus nomor Rafa di hp yola


Selesai makan malam, devan mengembalikan HP Yola, lalu yola masuk kamar dan mulai belajar


Sekitar jam 9 ada telfon masuk, yola heran siapa yang menelfon nya karna tidak ada namanya


Yola tidak mengangkat nya karna dia pikir itu hanya telfon iseng

__ADS_1


Keesokan harinya, yola kesekolah seperti biasanya


Ternyata Rafa dan Rio sudah menunggunya, Rafa khawatir karna tadi malam dia menelfon berkali-kali tapi yola tidak mengangkat nya


"pagi..." ucap Rafa dengan tersenyum


"pagi" jawab yola singkat


"kamu gak papa kan yola?"tanya rafa


" maksudnya? Emang aku kenapa? " ucap yola heran


" - tadi malam aku nelpon kamu berkali-kali tapi kamu tidak mengangkatnya, aku khawatir Aku pikir kamu kenapa-napa!!!"


Yola baru ingat jika tadi malam Ada nomor yang tidak ada namanya menelponnya sebanyak 3 kali, tapi dia membiarkannya saja karena dia pikir itu hanya nomor orang iseng


" oh iya maaf kak, aku pikir itu adalah kerjaan orang iseng saja" yola sedikit bingung kenapa nomor Rafa bisa tidak ada namanya, karna seingatnya dia sudah menyimpan nya


"emang nomor aku gak disimpan ya, kok kamu gak tau kalo aku yang nelfon?"


"eh... Iya.. Hp ku baru di restart ulang, jadi semua nomor hilang, bahkan sherin juga marah marah saat aku tidak mengangkat telfon nya" dusta yola dan tiba tiba sherin beneran baru datang dan langsung bergabung dengan mereka bertiga


"pagi...." sapa sherin sambil merangkul pundak yola


"pagi juga" balas Rio dan Rafa, sedangkan yola hanya tersenyum


" kalian lagi ngobrolin apaan sih? kayaknya serius banget?" sherin mulai kepo


"ini,,, yola gak ngangkat telepon rava tadi malam, dan ternyata hp yola baru di restart jadi semua nomer di hp nya hilang,,, katanya lo juga marah marah karna telfon lo gak diangkat sama Yola,,,punya nyali juga lo ya marahin yola" ejek Rio dengan tertawa


Sherin bingung kapan dia marah marah sama Yola. "maksud nya?"


"tadi pagi kan lo Telfon gue dan marah marah karna tadi malam gue gak ngangkat telfon lo?" yola merangkul pundak sherin

__ADS_1


"enggak... Kapan gue telfon lo?" sherin pun bingung


__ADS_2