
Rafa dan Rio menatap sherin dan yola heran
"iya... Masak lo udah lupa, baru juga tadi pagi yang nelfon!!" yola mencubit lengan sherin dan mengedipkan sebelah matanya supaya dia mengerti jika yola sedang berbohong
"oh.. Iya bener, bisa bisa nya gue lupa, kebanyakan makan gorengan nih gue makanya otak gue pagi ini sedikit lemot" sherin tertawa garing
"yaudah kak,kita kekelas duluan ya!!!" yola menarik tangan sherin kekelas
Rafa dan Rio hanya mengangguk
"emang lo gak nyimpen nomernya kak Rafa?" mereka sudah sampai dikelas
"gue udah simpen, tapi gak tau kenapa tiba-tiba nomernya hilang dari hp gue" yola mengingat ingat apa dia sendiri yang menghapusnya
"kok bisa,,, hp itu kan cuma lo doang yang pegang"
Yola baru ingat bahwa dia memberikan hp nya pada Devan kemarin sore
"oh.. Gue inget, pasti kak devan yang udah hapus nomer nya kak Rafa" ucap yola yakin
"kok bisa?" sherin semakin bingung
" kemarin gue kasih HP gue pada Kak Devan karena Kak Devan ingin melihat semua video tentang Cleo, gue yakin pasti dia pelakunya"
"ha ha ha... Posesif banget kakak lo!!! Gue iri sama lo la,,, gue juga pengen punya kakak kayak kak devan" seloroh sherin
"Tau ah,,, lo gak tau aja rin, dia itu bener bener udah kayak nyokap gue tau gak,,, masa' ya pernah gue sama Viona pergi ke mall Berdua Untuk beli HP Viona, lalu kita nggak sengaja ketemu dengan Kak Rafa dan Kak Rio dan mereka mengajak kita untuk nonton, dan lo tahu apa yang terjadi? gue ketemu Kak Devan dan Cleo juga berada di mall itu dan tanpa basa-basi Kak Devan menarik paksa tangan gue dan Viona dan membawa kita pulang"
Sherin semakin ngakak mendengar cerita sahabat nya itu,,,
"wah, sumpah gue sampek sakit perut denger cerita lo,,, btw gimana hadiah lo kemarin?"
"gue udah lakuin sesuai rencana gue, dan ternyata gue juga dapet hadiah dari si cleo itu, bisa bisa nya dia nampar gue"
Yola sedikit kesal mengingat kejadian kemarin
"lo kok bisa, dia yang salah kenapa jadi lo yang kena tampar,,, terus Io diem aja gitu? Ah.. Gue sih gak percaya kalo lo bakal diem saja setelah ditampar cleo itu"
__ADS_1
"ya gak lah.. Gue gak salah ya gue bales dia, enak aja main tampar tampar anak orang, ortu gue aja gak pernah nampar gue, gue bales dia dua kali karna gue juga kesel ternyata juju mati gara gara cleo" kesal yola.
Mereka berhenti bicara saat guru sudah masuk dan akan memulai pelajaran.
#########
16 bulan kemudian,,,
Sikembar sudah lulus sma, hari ini adalah hari pertama mereka masuk perguruan tinggi
Viola, viona dan sherin masuk kekampus yang sama, sedangkan tiara melanjutkan study nya keluar negri karna orang tua nya ada urusan bisnis disana
kalau dulu Saat memasuki SMA Fiola tidak mau satu sekolahan dengan Fiona tapi setelah kejadian di Singapura waktu itu Viola lebih protektif kepada kembarannya tersebut, dia bahkan tidak keberatan saat Viona ingin kuliah di tempat yang sama dengannya
Sikembar datang kekampus dengan diantar pak budi, ini pertama kalinya mereka datang kekampus dan ternyata mereka terlambat
Saat semua MABA dan MAMA sudah berkumpul semua diaula, sikembar baru datang
Para mahasiswa laki laki menatap wajah viona tanpa berkedip, mereka benar benar mengagumi kecantikan viona
Mereka hanya menatap vio saja karna yola memakai topi dan masker yang menutupi kecantikan nya
Ternyata dion dan Gladys juga kuliah disana, saat semua orang tengah riuh karna kedatangan sikembar, dion merasa terusik dan ikut melihat siapa gadis yang sedang mereka semua perbincangkan
"viona..." ucap dion kaget
Tak hanya dion, Gladys pun juga terkejut melihat viona
Teman yang duduk disebelah dion pun bertanya "siapa viona?"
"cewek itu" tunjuk dion kepada vio yang berjalan mendekati ketua kampus dan wakilnya
"lo kenal MA tuh cewek? Cantik banget gak sih dia itu..." ucap iqbal teman dion
"iya, kayak nya gue gak pernah lihat cewek secantik itu dikampus kita" timpal dhani
"dia mantan gue" ucap dion dengan pd nya
__ADS_1
Sontak semua mahasiswa yang mendengar ucapan dion pun menoleh tak senang kepadanya
Bagaimana bisa cewek secantik itu pernah menjadi pacar Dion yang notabennya Seorang playboy
Mereka tidak ada yang percaya dengan ucapan dion,,
Si kembar mendapatkan hukuman dari ketua kampus, mereka harus berlari mengelilingi lapangan basket sebanyak sepuluh putaran tanpa berhenti
Vio yang memang jarang berolahraga merasa sedikit keberatan dengan hukuman itu, dia protes kepada ketua dan wakil kampus
Yola hanya diam saja dan tak berkomentar
bukannya diberi keringanan mereka malah ditambahi 5 putaran lagi menjadi 15 putaran
Vio mau protes lagi tapi buru buru ditutup mulutnya dengan tangan yola
"maaf kak... Kita akan berlari sekarang" ucap yola
"tunggu" wakil ketua yang bernama stevy menghentikan yola
"kenapa kak?" yola menoleh ke stefy
"hanya dia saja yang berlari sebanyak 15 putaran, kamu 10 saja" ucap nya
"gak bisa gitu dong, kita sama sama telat kok hukuman nya beda" protes viona
"kamu ini terus saja membantah dari tadi,,, kamu mau saya naikkan hukuman nya menjadi 20 putaran" kesal stevy
"apaan sih" Sergah vio
"ini juga contoh untuk kalian semua, secantik apapun kalian jika kalian melakukan kesalahan, kalian akan mendapat kan hukuman" ucap stefy tegas, stefy merasa tak suka dengan vio yang selalu membantah ucapan
"sudah tau salah masih banyak protes, jangan mentang mentang kamu cantik jadi kamu bisa besar kepala ya,,, sana kerjakan hukuman mu"
Suara stefy sedikit meninggi
Yola langsung menarik tangan vio yang sudah kepancing dengan omongan stefy, yola membawa vio menjauh dan mereka menuju lapangan basket yang letak nya disamping aula dan langsung melaksanakan hukuman nya
__ADS_1